BerandaKelas 1KKTP PAI dan Budi Pekerti Kelas 1 Fase A Kurikulum Merdeka
KKTP PAI dan Budi Pekerti Kelas 1 Fase A Kurikulum Merdeka
6 menit membaca
Share this:
Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) menjadi panduan yang sangat vital, terutama bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti di tingkat kelas 1 SD (Sekolah Dasar). KKTP kurikulum merdeka tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi, tetapi juga sebagai pedoman yang mengarahkan aktivitas pembelajaran menuju sasaran yang jelas serta terperinci bagi siswa di fase awal perjalanan pendidikan mereka.
Merumuskan KKTP PAI dan Budi Pekerti Kelas 1: Dari Tujuan Pembelajaran ke Indikator Konkret
Mari kita bahas contoh penentuan KKTP PAI dan Budi Pekerti kelas 1 fase A kurikulum merdeka berdasarkan beberapa elemen penting.
1. Elemen: Al-Qur’an dan Hadis
Tujuan Pembelajaran (Contoh): Siswa dapat mengenali huruf hijaiyah yang saling berhubungan dan mengucapkan bacaan basmalah serta hamdalah dengan benar.
KKTP PAI yang Bisa Ditetapkan:
Kognitif: Siswa bisa menyebutkan setidaknya 15 huruf hijaiyah yang menghubungkan satu sama lain dengan pelafalan yang hampir benar.
Psikomotorik: Siswa mampu menirukan bacaan basmalah (بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ) dan hamdalah (اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ) setelah mendengarkannya dari guru, dengan tajwid dasar yang dapat diterima (contohnya mengucapkan “rohman” bukan “rahman”).
Afektif: Siswa menunjukkan kebiasaan mengucapkan basmalah sebelum memulai kegiatan (seperti makan, belajar) dan hamdalah setelah aktivitas tersebut, baik di sekolah maupun di rumah (berdasarkan informasi dari orang tua).
2. Elemen: Akidah
Tujuan Pembelajaran (Contoh): Siswa memahami dua kalimat syahadat sebagai dasar keislaman.
KKTP PAI yang Bisa Ditetapkan:
Kognitif: Siswa bisa menyampaikan secara lisan bahwa dua kalimat syahadat merupakan pintu masuk ke dalam Islam.
Psikomotorik: Siswa bisa melafalkan dua kalimat syahadat (أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰهِ) dengan bantuan guru, meskipun belum sepenuhnya benar.
Afektif: Siswa mengekspresikan rasa cinta dan kebanggaan sebagai Muslim dengan cara sederhana, seperti tersenyum saat nama Allah dan Rasulullah disebut.
3. Elemen: Akhlak
Tujuan Pembelajaran (Contoh): Siswa meniru sifat Allah Al-Khaliq (Maha Pencipta) dengan menunjukkan kasih sayang kepada ciptaan-Nya.
KKTP PAI yang Bisa Ditetapkan:
Kognitif: Siswa mampu menyebutkan contoh makhluk ciptaan Allah (manusia, hewan, tumbuhan) dan menghubungkannya dengan sifat Al-Khaliq.
Psikomotorik: Siswa bisa menunjukkan perbuatan kasih sayang kepada makhluk Allah, seperti merawat tanaman di kelas, tidak melukai hewan, dan membuang sampah pada tempatnya.
Afektif: Siswa menunjukkan sikap menghormati dan bersikap baik kepada guru, menyayangi teman (misalnya berbagi mainan atau membantu teman yang jatuh), serta peduli pada lingkungan kelas.
4. Elemen: Fikih (Ibadah)
Tujuan Pembelajaran (Contoh): Siswa menerapkan wudu dan salat dengan cara yang benar.
KKTP PAI yang Bisa Ditetapkan:
Kognitif: Siswa mampu menjelaskan urutan gerakan salat (berdiri, rukuk, sujud) dengan benar.
Psikomotorik: Siswa bisa mendemonstrasikan gerakan salat (tanpa menyertakan bacaan lengkap) dengan urutan yang tepat dan thuma’ninah (tenang, tidak terburu-buru). Siswa juga bisa mempraktikkan langkah-langkah wudu dengan membasuh anggota wudhu sesuai contoh yang diberikan.
Afektif: Siswa dengan antusias dan teratur mengikuti kegiatan rutinitas salat berjamaah di sekolah.
5. Elemen: Sejarah Peradaban Islam
Tujuan Pembelajaran (Contoh): Siswa mengenali Nabi Muhammad SAW sebagai sosok teladan.
KKTP PAI yang Bisa Ditetapkan:
Kognitif: Siswa mampu menceritakan kembali secara sederhana salah satu kisah keteladanan Nabi Muhammad (misalnya tentang kejujurannya) dengan kata-kata mereka sendiri.
Afektif: Siswa meniru perilaku positif Nabi, seperti berbicara jujur dalam interaksi sehari-hari di kelas.
Strategi Penilaian untuk Mengukur Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)
Mengingat karakteristik siswa di kelas 1, penilaian untuk KKTP PAI dan Budi Pekerti kelas 1 fase A kurikulum merdeka harus dirancang dengan cara yang autentik dan menyenangkan.
Observasi: Ini adalah metode utama. Guru akan memantau perilaku siswa saat belajar, beristirahat, dan berinteraksi secara sosial. Catat kejadian perilaku positif seperti mengucapkan terima kasih atau antre dengan menggunakan catatan anekdot atau checklist sederhana.
Unjuk Kerja: Minta siswa untuk menunjukkan cara melakukan wudhu, gerakan salat, atau membaca doa. Penilaian akan berfokus pada kesungguhan dan urutan, bukan pada kesempurnaan.
Portofolio: Kumpulkan karya siswa, misalnya gambar yang menggambarkan ciptaan Allah, atau rekaman audio siswa yang membaca syahadat dan bacaan salat.
Penilaian Diri dan Teman Sebaya: Gunakan pertanyaan reflektif seperti, “Siapa yang sudah membantu teman hari ini?” atau beri emoticon senyum/sedih untuk mengekspresikan perasaan mereka setelah mengikuti kegiatan keagamaan.
Komunikasi dengan Orang Tua: Wawasan dari orang tua mengenai kebiasaan anak di rumah (seperti mengucapkan doa sebelum makan) sangat berharga untuk penilaian afektif.
Penerapan dalam Pembelajaran: Sebuah Ilustrasi
Bayangkan tema tentang “Bersyukur atas Nikmat Allah”. Guru merancang pembelajaran melalui menonton video keindahan alam, berjalan keliling sekolah untuk mengamati lingkungan, dan menceritakan nikmat dari mata, telinga, serta tangan.
KKTP Kognitif: Siswa bisa menyebutkan tiga nikmat Allah yang mereka rasakan.
KKTP Afektif: Siswa menunjukkan sikap yang positif tanpa mengeluh saat diberi tugas dan mengatakan “Alhamdulillah” ketika ditanya tentang keadaan mereka.
KKTP Psikomotorik: Siswa mampu membaca doa sederhana setelah makan.
Sepanjang proses tersebut, guru mengamati sikap siswa, meminta mereka untuk menyebutkan nikmat yang ada (melalui tanya jawab), dan mendengarkan mereka membaca doa (unjuk kerja). Semua data tersebut kemudian dikumpulkan untuk menilai pencapaian tujuan pembelajaran.
Tantangan dan Refleksi untuk Guru
Menerapkan KKTP PAI dan Budi Pekerti kelas 1 fase A kurikulum merdeka yang autentik tentu menghadapi tantangan. Salah satu kendala utama adalah waktu yang terbatas untuk mengamati setiap siswa secara individu. Guru perlu berpikir kreatif dalam memanfaatkan momen kecil dan mungkin memerlukan alat perekam sederhana. Selain itu, interpretasi indikator afektif harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari penilaian yang berlebihan dan subjektif.
Kunci keberhasilan terletak pada kerja sama. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) perlu berhubungan secara intens dengan guru kelas untuk mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh tentang perilaku siswa. Berkomunikasi dengan orang tua juga penting untuk menciptakan konsistensi antara nilai-nilai yang diajarkan di sekolah dan praktik di rumah.
Download KKTP PAI dan Budi Pekerti kelas 1 fase A kurikulum merdeka selengkapnya disini
Kesimpulan
KKTP PAI dan Budi Pekerti kelas 1 fase A dalam kurikulum merdeka bukan hanya sekadar urusan administrasi kepada guru. Ini adalah inti dari proses evaluasi yang memanusiakan. Dengan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP), Pendidikan Agama Islam tidak berhenti pada hafalan teks, tetapi berfokus pada pembentukan karakter dan spiritualitas dasar yang terlihat dalam perilaku sehari-hari siswa.
Dengan merumuskan KKTP kurikulum merdeka yang tepat, relevan, dan menyesuaikan dengan dunia anak, guru telah menciptakan jembatan yang menghubungkan tujuan mulia kurikulum dengan kenyataan perkembangan siswa-siswi. Pada akhirnya, kesuksesan KKTP kelas 1 ini diukur bukan hanya dengan angka, tetapi oleh nilai-nilai akhlak yang baik dan kecintaan terhadap agama Islam yang mulai tertanam dalam diri setiap siswa, menjadi pondasi yang kuat untuk perjalanan hidup mereka di masa depan. Inilah esensi sejati dari kurikulum merdeka dalam membentuk Profil Pelajar Pancasila yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.