Pendidikan Agama Islam, khususnya mengenai Al-Qur’an Hadis kelas 3, di tingkat Madrasah Ibtidaiyah, memegang peranan yang signifikan dan rumit. Tugasnya melampaui hanya mengajarkan cara membaca Al-Qur’an dan hadis; tujuannya adalah untuk menumbuhkan rasa cinta serta ikatan spiritual yang mendalam antara anak-anak dan kitab suci.

Pada kelas 3 MI, yang mencakup anak-anak berusia 8 hingga 9 tahun, metode pengajaran harus bisa menyentuh ranah emosional sekaligus mengembangkan cara berpikir. Dibutuhkan sebuah kurikulum yang direncanakan secara matang, yaitu Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Deep Learning (Pembelajaran Mendalam), yang diterapkan melalui perangkat ajar KBC Al-Qur’an Hadis kelas 3 MI yang efektif.
Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Deep Learning dalam pelajaran Al-Qur’an Hadis kelas 3 MI menggabungkan dua pilar utama dalam pendidikan.
Pilar yang pertama adalah Kurikulum Berbasis Cinta, yang berupaya membuat lingkungan belajar yang aman dan penuh cinta. Interaksi positif antara guru dan siswa, serta antara siswa dengan materi pembelajaran, merupakan hal yang krusial, menggantikan rasa takut dengan motivasi dan kesenangan dalam belajar.
Pilar kedua, Deep Learning, lebih menekankan pada pemahaman yang komprehensif ketimbang sekadar menghafal. Ini mencakup keterkaitan antara konsep, refleksi kritis, dan penerapan nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pelajaran Al-Qur’an Hadis kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah, pembelajaran mendalam berarti siswa tidak hanya bisa merangkai ayat, tetapi juga memahami pesan moral dan mengaitkannya dengan perilaku sehari-hari.
Supaya filosofi yang mulia ini bisa diimplementasikan dalam praktik pengajaran yang terarah dan terstruktur, dibutuhkan perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) yang menyeluruh dan konsisten. Berikut adalah penjabaran tentang bagaimana setiap elemen perangkat ajar KBC Al-Qur’an Hadis kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah dibuat untuk mendukung kurikulum ini.
Prota Al-Qur’an Hadis kelas 3 dibuat sebagai peta perjalanan tahunan yang komprehensif. Prota membagi tema besar (seperti “Mengenal Nama-nama Surah dalam Juz 30”, “Kisah Inspiratif dalam Al-Qur’an”, “Hadis-Hadis tentang Akhlak”) ke dalam dua semester. Kurikulum Berbasis Cinta tercermin dari pemilihan tema yang sesuai dengan perkembangan emosional dan spiritual anak-anak. Contohnya, di awal tahun ajaran, dimulai dengan tema yang memperkuat hubungan pribadi dengan Al-Qur’an melalui surah-surah pendek yang sering didengar (An-Nas, Al-Falaq, Al-Ikhlas) sebelum berpindah ke tema yang lebih mendalam.
Promes merupakan penjelasan secara rinci dari Prota. Di dalamnya, urutan pembelajaran dibuat dengan memperhatikan alur emosional. Pembelajaran dimulai dengan aktivitas pembuka yang menyenangkan dan bernuansa ibadah, memperkuat motivasi sebelum masuk ke materi inti. Promes juga menyediakan jeda untuk proyek atau refleksi mendalam, memastikan aktivitas belajar tidak terburu-buru dan memberikan kesempatan bagi siswa untuk merenungkan nilai-nilai yang diajarkan.
CP Al-Qur’an Hadis kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah dalam konteks ini dibuat dengan menyeimbangkan dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik yang saling terintegrasi.
CP berfungsi sebagai panduan yang mengarahkan seluruh perencanaan berikutnya, menegaskan bahwa tujuan akhir adalah pengembangan karakter (KBC) dan pemahaman yang mendalam (pembelajaran mendalam).
ATP adalah serangkaian langkah logis untuk mencapai tujuan akhir yang ditetapkan. Desain ATP dalam kurikulum berbasis cinta (KBC) bersifat spiral dan kontekstual.
ATP memastikan bahwa setiap langkah menuju CP dilakukan dengan kesadaran untuk membangun pemahaman dan hubungan emosional yang kuat.
Modul ajar merupakan pelaksanaan yang nyata dan paling rinci dari seluruh perencanaan yang disebutkan sebelumnya. Modul ajar KBC Al-Qur’an Hadis kelas 3 MI mempunyai karakteristik sebagai berikut:
KKTP tidak hanya bergantung pada ujian tertulis atau hafalan, tetapi harus mencerminkan evaluasi yang komprehensif dan autentik. Aspek kognitif dinilai dari kemampuan anak dalam menjawab pertanyaan “mengapa” dan “bagaimana,” serta presentasi hasil proyek atau diskusi, dengan penekanan pada pemahaman yang mendalam.
Silahkan download perangkat ajar KBC Al-Qur’an Hadis kelas 3 MI klik disini
Mengimplementasikan perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Al-Qur’an Hadis kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah yang diintegrasikan dengan deep learning merupakan upaya pendidikan yang penuh kesadaran. Ini mengaitkan pikiran dan perasaan. Seluruh perangkat ajar KBC kelas 3 harus bekerja secara sinergis untuk mencapai tujuan. Peran guru sebagai pendidik, fasilitator, motivator, dan teladan dalam mencintai Al-Qur’an dan Hadis sangat penting. Diharapkan anak-anak tidak hanya mampu membaca, tetapi juga mencintai dan memahami keduanya, yang akan menjadi fondasi bagi keimanan dan akhlak yang baik. Ini adalah investasi untuk generasi Qur’ani di masa depan yang mengerti, mencintai, dan menerapkan ajaran agama dengan penuh rasa bahagia.