Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Madrasah Ibtidaiyah (MI) mempunyai peran yang krusial dan kompleks. Tujuannya adalah menanamkan identitas keislaman pada siswa melalui pemahaman terhadap sejarah yang mendasar. Namun, seringkali metode pengajaran yang diterapkan hanya berfokus pada mengingat nama, tanggal, dan peristiwa, sehingga pembelajaran menjadi terasa monoton dan kurang terhubung dengan kehidupan siswa. Karena itu, perlu adanya inovasi dalam membuat perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) SKI kelas 4 MI yang tidak hanya mengikuti kurikulum, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai dasar serta metode pengajaran yang lebih mendalam.

Perancangan perangkat ajar KBC SKI Kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah menggabungkan dua kerangka utama: nilai-nilai dari Kurikulum Berbasis Cinta yang berdasarkan Panca Cinta dan pendekatan Deep Learning yang berfokus pada prinsip Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning. Penggabungan tersebut terlihat dalam setiap unsur perangkat ajar KBC kelas 4, mulai dari Prota, Promes, CP, ATP, KKTP, hingga Modul Ajar. Tujuannya adalah untuk membuat pengalaman belajar yang tidak hanya memenuhi aspek kognitif, tetapi juga bisa menyentuh aspek afeksi dan psikomotorik siswa, sehingga sejarah menjadi cerminan nilai yang relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka.
Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang berdasarkan Panca Cinta menjadi landasan nilai dalam aktivitas pembelajaran. Panca Cinta terdiri dari lima elemen:
Dalam pelajaran SKI kelas 4 MI, nilai-nilai tersebut diterapkan untuk memahami setiap peristiwa sejarah, menegaskan bahwa sejarah lebih dari sekadar urutan waktu, melainkan juga merupakan wadah di mana nilai-nilai cinta dihidupkan oleh para pelaku sejarah.
Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) adalah pendekatan pendidikan yang menekankan pemahaman yang mendalam serta keterlibatan aktif siswa. Tiga pilar utamanya meliputi:
Pendekatan tersebut menghasilkan perangkat ajar KBC SKI kelas 4 MI yang bernilai dan terfokus pada siswa.
Di bawah ini adalah penjelasan mengenai bagaimana Panca Cinta dan Deep Learning diterapkan dalam setiap komponen perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) SKI kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah.
Prota dan Promes berfungsi sebagai panduan besar untuk perjalanan pembelajaran sepanjang tahun. Pada tahap ini, materi SKI Kelas 4 MI (seperti: Kisah Keteladanan Nabi Muhammad SAW di Madinah, Perkembangan Ilmu Pengetahuan pada era Khulafaur Rasyidin, atau Sejarah Masjid Nabawi) tidak hanya dibuat berdasarkan urutan waktu, tetapi juga berlandaskan tema nilai Panca Cinta yang ingin difokuskan setiap semester.
Dalam Promes, alokasi waktu dan penilaian tidak hanya diarahkan pada penguasaan fakta, tetapi juga mencakup proyek-proyek kecil yang mencerminkan Meaningful dan Joyful Learning, seperti membuat poster “Peta Persahabatan antar Suku di Madinah” atau presentasi “Penemuan Saintis Muslim dan Dampaknya Saat Ini”.
CP dibuat dengan menggabungkan dimensi pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang dipengaruhi oleh Panca Cinta dan Deep Learning.
ATP menguraikan CP menjadi tujuan pembelajaran yang lebih jelas dan terstruktur. Setiap tujuan dalam ATP harus mencakup kata kerja operasional yang mencerminkan Pembelajaran Mendalam (seperti menganalisa, mengevaluasi, merefleksikan, menciptakan) dan menunjukkan nilai Panca Cinta yang ingin dikembangkan.
Contoh ATP Sejarah Kebudayaan Islam kelas 4 MI menggambarkan beragam tahap pembelajaran:
KKTP adalah alat ukur atau indikator yang digunakan untuk menilai pencapaian ATP. KKTP perlu mampu mengevaluasi dimensi kedalaman pembelajaran dan pernyataan nilai Panca Cinta.
Contoh KKTP untuk ATP poin 3 di atas:
Fokus dari KKTP ini adalah penerapan nilai dalam konteks yang relevan.
Modul ajar adalah realisasi teknis dari semua elemen di atas. Di sinilah integrasi Panca Cinta dan Deep Learning benar-benar terealisasi. Sebuah modul ajar KBC SKI kelas 4 MI yang baik harus mencakup:
Pelaksanaan perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) SKI kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah mempunyai tantangan tersendiri. Guru harus mempunyai komitmen dan kreativitas tinggi dalam merencanakan aktivitas, serta berperan sebagai “fasilitator nilai dan pengalaman” alih-alih hanya penyampai informasi. Pelatihan dan komunitas praktisi sangat dibutuhkan, begitu juga dukungan infrastruktur dan suasana madrasah yang kondusif untuk eksplorasi dan refleksi.
Silahkan download perangkat ajar KBC SKI kelas 4 MI klik disini
Hasil yang diharapkan dari proses ini sangat bernilai. Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam akan bertransformasi dari sekadar menghafal menjadi pengalaman hidup yang berarti. Siswa kelas 4 tidak hanya akan ingat kapan Masjid Nabawi didirikan, tetapi juga akan menghayati nilainya sebagai lambang persatuan dan pusat peradaban. Sejarah akan menjadi sumber inspirasi untuk menghadapi tantangan zaman dengan cinta. Dengan cara tersebut, perangkat ajar KBC kelas 4 yang mengintegrasikan nilai dan pendekatan mendalam akan berkontribusi dalam membentuk generasi Muslim yang cerdas, sopan, dan mencintai agamanya dengan pemahaman serta kegembiraan dalam belajar.