Kurikulum merdeka muncul dengan semangat yang berbeda dalam dunia pendidikan di Indonesia, di mana kebebasan dalam belajar menjadi fokus utama. Salah satu elemen kunci dalam kurikulum ini adalah Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). ATP Bahasa Indonesia kelas 7 SMP/MTs fase D lebih dari sekadar daftar tujuan pembelajaran, tetapi merupakan peta yang membantu guru dan siswa mencapai kompetensi yang diinginkan secara terencana. Sebagai bahasa yang menyatukan, Bahasa Indonesia memainkan peran penting dalam melatih keterampilan literasi, komunikasi, dan kemampuan berpikir kritis siswa.

Pada dasarnya, struktur Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) adalah kerangka yang mengaitkan antara Capaian Pembelajaran (CP) dan Tujuan Pembelajaran (TP) dengan cara yang sistematis. Dengan adanya struktur yang jelas, guru bisa merancang pembelajaran yang terarah, sementara siswa dapat mengikuti aktivitas belajar secara bertahap.
Capaian pembelajaran adalah kompetensi yang diharapkan dimiliki siswa setelah menyelesaikan fase D (kelas 7–9). Dalam pelajaran Bahasa Indonesia kelas 7 SMP/MTs, CP meliputi empat aspek kemampuan berbahasa:
ATP kurikulum merdeka disusun dalam urutan dari yang paling sederhana hingga yang lebih kompleks, dari keterampilan dasar ke keterampilan yang lebih tinggi. Contohnya:
Struktur ATP kelas 7 SMP/MTs menekankan pentingnya kesinambungan:
Struktur ATP kurikulum merdeka juga mencakup rencana asesmen untuk menilai pencapaian TP. Asesmen ini bisa berupa:
Dengan demikian, struktur ATP Bahasa Indonesia kelas 7 fase D kurikulum merdeka terdiri dari CP – TP – Alur – Asesmen, yang terintegrasi secara harmonis. Dengan struktur ini, pembelajaran Bahasa Indonesia menjadi lebih terorganisir, bertahap, dan fokus pada penguasaan kompetensi yang nyata.
Menyusun ATP Bahasa Indonesia kelas 7 fase D kurikulum merdeka tidak hanya sekadar menuliskan tujuan pembelajaran, tetapi harus mengikuti urutan yang logis dan sistematis supaya pembelajaran berlangsung efektif. Berikut adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh guru:
Langkah pertama adalah memahami CP yang terdapat dalam kurikulum merdeka. CP adalah kompetensi inti yang harus diraih oleh siswa di akhir fase.
Setelah menganalisis CP, guru perlu merumuskan Tujuan Pembelajaran (TP) yang lebih spesifik, terukur, dan sesuai dengan perkembangan siswa.
ATP kelas 7 SMP/MTs dibuat dalam bentuk alur yang sistematis, dimulai dari tujuan yang mudah menuju tujuan yang lebih rumit. Alur ini berfungsi sebagai “jalur pembelajaran” yang harus dilalui oleh siswa.
Setiap tujuan harus didukung oleh materi dan aktivitas yang sesuai.
Asesmen merupakan bagian krusial dalam Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) untuk mengukur pencapaian TP. Jenis asesmen yang bisa digunakan antara lain:
Guru perlu memeriksa apakah ATP kelas 7 sudah mencakup keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. ATP kurikulum merdeka yang seimbang akan mendukung siswa dalam menguasai literasi secara menyeluruh.
Agar lebih jelas dan mudah untuk digunakan, ATP kelas 7 SMP/MTs sebaiknya disusun dalam tabel dengan elemen:
Langkah akhir adalah menilai ATP kurikulum merdeka yang sudah dibuat. Guru bisa berdiskusi dengan rekan sejawat untuk memastikan bahwa alur yang dirancang realistis, sesuai dengan kebutuhan siswa, dan bisa diterapkan di dalam kelas.
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, guru akan memiliki ATP Bahasa Indonesia kelas 7 fase D yang fokus, praktis, dan sesuai dengan kurikulum merdeka.
Untuk memastikan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) berjalan dengan baik, guru harus memilih strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa dan kemampuan yang ingin dicapai. Dalam kurikulum merdeka, strategi pembelajaran tidak lagi berfokus pada guru (teacher-centered), tetapi lebih pada keterlibatan aktif siswa (student-centered learning).
Berikut beberapa strategi pembelajaran yang relevan untuk mendukung ATP Bahasa Indonesia kelas 7 fase D kurikulum merdeka:
Metode ini meminta siswa untuk menciptakan karya nyata berdasarkan isu atau topik tertentu.
Strategi ini melatih siswa untuk tidak hanya memahami teks, tetapi juga untuk menganalisis, mengevaluasi, dan membuat teks baru.
Dalam strategi ini, siswa bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama.
Teknologi bisa menjadi alat untuk meningkatkan pengalaman belajar Bahasa Indonesia.
Guru menghubungkan materi pelajaran dengan situasi riil di sekitar siswa.
Download ATP Bahasa Indonesia kelas 7 fase D kurikulum merdeka selengkapnya disini
ATP Bahasa Indonesia kelas 7 SMP/MTs fase D adalah panduan yang sangat penting untuk menciptakan aktivitas belajar yang teratur, berarti, dan fokus pada kemampuan. Dengan perencanaan dan pelaksanaan yang baik, ATP kurikulum merdeka bisa menjadi sarana bagi siswa untuk menguasai kemampuan membaca dan berbicara dengan lebih baik.