(Deep Learning) Modul Ajar Biologi Kelas 12 SMA/MA

Biologi kelas 12 SMA/MA fase F kurikulum merdeka sebagai cabang ilmu yang meneliti kehidupan tidak seharusnya hanya berisi hafalan fakta dan teori semata. Ilmu ini harus menjadi medium bagi pelajar untuk mengenali diri mereka, lingkungan sekitar, serta isu-isu global yang rumit. Untuk mencapai hal tersebut, metode pembelajaran yang diterapkan perlu mengalami perubahan yang signifikan.

Modul Ajar Deep Learning Biologi Kelas 12

Pendekatan Deep Learning yang mencakup tiga komponen utama: Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning, adalah solusi yang tepat. Modul ajar deep learning kurikulum merdeka, sebagai alat utama bagi guru yang harus dirancang untuk mendukung metode ini.

Memahami Tiga Pilar Pendekatan Deep Learning dalam Biologi Kelas 12

Sebelum membuat modul ajar deep learning kelas 12 SMA/MA fase F, penting untuk menggali ketiga pilar pendekatan ini dengan lebih mendalam.

1. Mindful Learning (Pembelajaran Sadar)

Pembelajaran sadar menekankan pada cara siswa sepenuhnya hadir dan terlibat secara mental serta emosional dengan materi yang dipelajari. Dalam modul ajar deep learning Biologi kelas 12 kurikulum merdeka, ini mencakup:

  • Kesadaran Metakognitif: Siswa menyadari cara mereka belajar, mengenali kelebihan dan kekurangan mereka dalam memahami konsep-konsep Biologi yang rumit, seperti mekanisme transkripsi dan translasi, atau pengaturan hormon.
  • Fokus pada Proses: Siswa tidak terburu-buru dalam menyelesaikan praktikum. Mereka memerhatikan dengan cermat, mencatat secara rinci, dan merenungkan setiap langkah yang diambil.
  • Refleksi Pribadi: Siswa didorong untuk merenungkan bagaimana konsep Biologi (contohnya, sistem imun) berkaitan dengan kesehatan pribadi mereka, atau bagaimana pewarisan sifat berkontribusi pada keunikan individu.

2. Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna)

Konsep ini menekankan keterhubungan antara informasi baru dengan pengetahuan yang sudah ada pada siswa. Pembelajaran yang bermakna dalam modul ajar deep learning Biologi kelas 12 SMA/MA fase F berarti:

  • Kontekstual: Materi Genetika tidak hanya disampaikan sebagai rumus Punnett square, tetapi juga dikaitkan dengan masalah nyata seperti tes DNA untuk penyakit keturunan, penggunaan organisme transgenik dalam pangan, atau upaya konservasi biodiversitas melalui analisis genetik.
  • Relevansi dalam Kehidupan: Studi tentang sistem reproduksi dihubungkan dengan kesehatan reproduksi di kalangan remaja, tanggung jawab sosial, serta pemahaman tentang etika dalam pengembangan bioteknologi seperti bayi tabung.
  • Pembelajaran Berbasis Masalah: Siswa diarahkan untuk menyelesaikan masalah nyata, contohnya “Bagaimana cara menangani wabah penyakit menular di sekolah?” yang mengharuskan mereka untuk memahami konsep virus, bakteri, sistem kekebalan tubuh, dan epidemiologi.

3. Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan)

Kesenangan dalam belajar merupakan faktor penting untuk menjaga keterlibatan yang konsisten. Pembelajaran menyenangkan dalam modul ajar deep learning Biologi kelas 12 kurikulum merdeka bisa diwujudkan melalui:

  • Pembelajaran Berbasis Permainan: Menggunakan kuis interaktif, simulasi digital pembuatan DNA, atau permainan peran sebagai sel darah putih yang melawan patogen.
  • Kreativitas dan Produksi: Siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga menciptakan sesuatu. Sebagai contoh, siswa bisa membuat video animasi stop-motion mengenai pembelahan sel, merancang poster infografis tentang siklus karbon, atau membuat model 3D organ manusia menggunakan bahan daur ulang.
  • Lingkungan Belajar yang Positif dan Kerjasama: Praktikum dilaksanakan dalam kelompok di mana setiap suara didengar, kesalahan dianggap bagian dari pembelajaran, dan keberhasilan dirayakan bersama.

Merancang Modul Ajar Deep Learning Kelas 12: Dari Teori ke Praktik

Berikut adalah susunan dan contoh penerapan tiga pilar dalam modul ajar deep learning Biologi kelas 12 SMA/MA fase F, dengan mengambil tema “Bioteknologi Modern dan Etikanya”.

Tujuan Pembelajaran

Setelah pembelajaran, siswa diharapkan dapat:

  1. Menganalisis dasar-dasar dan teknik-teknik bioteknologi modern (rekayasa genetika, kultur jaringan, kloning).
  2. Mengevaluasi efek dari penerapan bioteknologi modern di berbagai sektor (pangan, kesehatan, pertanian, lingkungan).
  3. Merancang proposal aplikasi bioteknologi sederhana untuk menyelesaikan masalah lokal atau global.
  4. Mengemukakan argumen secara kritis dan etis tentang isu-isu polemik dalam bidang bioteknologi (seperti, GMO, kloning manusia, dan pengeditan gen menggunakan CRISPR-Cas9).

Kerangka Aktivitas Pembelajaran dengan Integrasi Deep Learning

Pertemuan 1 dan 2: Memetakan Lanskap Bioteknologi (Meaningful & Joyful)

  • Aktivitas Pendahuluan (Joyful & Mindful): “Galerie Walk Bioteknologi”. Guru menyiapkan sekumpulan gambar atau produk (seperti, tomat modifikasi genetik, insulin manusia yang direkayasa, tanaman hasil kultur jaringan, dan lain-lain). Siswa melakukan tur, mengamati, dan menuliskan pertanyaan yang muncul pada sticky note. Aktivitas tersebut mendorong rasa ingin tahu dan membantu fokus pada objek nyata.
  • Eksplorasi Konsep (Meaningful): Siswa dibagi ke dalam kelompok “spesialis” untuk mendalami satu metode bioteknologi tertentu (Kelompok A: Rekayasa Genetik; Kelompok B: Kultur Jaringan; Kelompok C: Kloning). Mereka mencari informasi dari materi, buku, dan sumber digital yang tepercaya. Mereka dituntut untuk memahami “cara” dan “alasan” di balik teknik tersebut, dan mengaitkannya dengan contoh produk yang ada di galeri.
  • Berbagi Pengetahuan (Joyful): “Kelas Jigsaw”. Setiap kelompok “spesialis” bergabung menjadi kelompok baru yang terdiri dari perwakilan masing-masing teknik. Mereka saling mengajarkan teknik yang mereka pelajari. Suasana kolaboratif dan tanggung jawab untuk mengajarkan teman membuat semangat belajar.

Pertemuan 3 dan 4: Menyelami Dampak dan Dilema (Meaningful & Mindful)

  • Analisis Kasus (Meaningful): Setiap kelompok mempelajari studi kasus yang nyata. Contohnya:
    • Kasus 1: Penggunaan Golden Rice untuk mengatasi masalah kekurangan vitamin A di negara-negara berkembang.
    • Kasus 2: Terapi gen untuk penyembuhan penyakit genetik.
    • Kasus 3: Kloning hewan langka demi konservasi.
    • Kasus 4: Pemanfaatan bakteri untuk membersihkan tumpahan minyak.

Siswa menilai dampak positif dan negatif setiap kasus dengan menghubungkannya pada konteks sosial, ekonomi, dan lingkungan.

  • Diskusi Terarah dan Refleksi (Mindful): Guru memfasilitasi diskusi melalui pertanyaan-pertanyaan yang menggugah: “Apa batasan yang seharusnya ada dalam rekayasa genetika?”, “Siapa yang paling diuntungkan dan yang dirugikan?”, “Bagaimana keputusan kita saat ini akan berdampak pada generasi yang akan datang?”. Siswa diajak untuk mendengarkan secara aktif, berpikir sebelum berbicara, dan merenungkan nilai-nilai pribadi mereka. Mereka diminta untuk menulis jurnal refleksi singkat tentang pandangan mereka yang mungkin berubah setelah diskusi.

Pertemuan 5: Berinovasi dengan Bioteknologi (Joyful & Meaningful)

  • Pembelajaran Berbasis Tantangan (Joyful & Meaningful): “Tantangan Bio-Innovator”. Dalam kelompok, siswa ditugaskan untuk merancang sebuah proposal ide aplikasi bioteknologi untuk menangani masalah di sekitar mereka. Contohnya: “Rancang produk bioteknologi untuk mendaur ulang sampah plastik di sungai”, atau “Usulan penggunaan kultur jaringan untuk melestarikan tanaman lokal yang terancam punah”. Aktivitas tersebut membutuhkan kreativitas, kerjasama dan penerapan konsep dalam konteks nyata.

Pertemuan 6: Debat Etis dan Presentasi (Mindful & Joyful)

  • Debat Ilmiah (Mindful): Dilakukan debat formal mengenai topik yang kontroversial, misalnya “Apakah Anda setuju dengan pelepasan nyamuk hasil gene drive ke alam liar untuk mengatasi malaria?”. Siswa harus mengemukakan argumen berdasarkan fakta ilmiah, bukan emosi. Mereka diajarkan untuk menghargai perbedaan pendapat, mengelola debat dengan baik, dan berpikir kritis secara mendalam.
  • Pameran dan Presentasi (Joyful): Setiap kelompok mempresentasikan proposal “Bio-Innovator” mereka di depan “panel” (guru dan siswa lainnya) atau dalam format pameran kelas. Mereka bisa menciptakan poster, prototipe, atau presentasi digital. Momen tersebut menjadi puncak dari pengalaman belajar, di mana siswa merasakan kebanggaan dan pencapaian.

Silahkan download modul ajar deep learning Informatika kelas 12 kurikulum merdeka disini

Penutup

Merancang modul ajar deep learning Biologi kelas 12 SMA/MA fase F kurikulum merdeka bukan hanya soal menambah kegiatan yang menyenangkan. Ini merupakan suatu cara untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang menyeluruh, yang menggabungkan Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning. Dengan jenis modul ajar deep learning kurikulum merdeka, Biologi tidak hanya menjadi mata pelajaran yang berfokus pada mengingat nama latin dan proses yang kompleks, melainkan menjadi sebuah perjalanan intelektual yang membekali siswa untuk menjadi individu yang kritis, kreatif, dan empatik dalam menghadapi tantangan masa depan yang penuh isu-isu biologis.

You might also like
(Deep Learning) Modul Ajar Prakarya Rekayasa Kelas 9 SMP/MTs

(Deep Learning) Modul Ajar Prakarya Rekayasa Kelas 9 SMP/MTs

(Deep Learning) Modul Ajar Prakarya Pengolahan Kelas 9

(Deep Learning) Modul Ajar Prakarya Pengolahan Kelas 9

(Deep Learning) Modul Ajar Prakarya Kerajinan Kelas 9

(Deep Learning) Modul Ajar Prakarya Kerajinan Kelas 9

(Deep Learning) Modul Ajar Prakarya Budidaya Kelas 9 SMP/MTs

(Deep Learning) Modul Ajar Prakarya Budidaya Kelas 9 SMP/MTs

(Deep Learning) Modul Ajar Prakarya Pengolahan Kelas 8

(Deep Learning) Modul Ajar Prakarya Pengolahan Kelas 8

(Deep Learning) Modul Ajar Prakarya Rekayasa Kelas 8 SMP/MTs

(Deep Learning) Modul Ajar Prakarya Rekayasa Kelas 8 SMP/MTs