Pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) lebih daripada sekadar penyampaian ilmu. Ia menjadi fondasi pembentukan karakter, penanaman nilai-nilai spiritual, dan rasa cinta terhadap pengetahuan, terutama dalam konteks agama. Dalam aktivitas belajar Al-Qur’an Hadis kelas 4 MI, tantangan utama adalah menyusun materi yang tidak hanya dimengerti secara intelektual, tetapi juga menyentuh emosi dan meminta siswa untuk beraksi. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan pendekatan kurikulum yang menyeluruh, terintegrasi, dan berfokus pada siswa.

Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang berlandaskan Panca Cinta diselaraskan dengan metode Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) melalui perangkat ajar KBC Al-Qur’an Hadis kelas 4 MI yang menyeluruh, mencakup Prota, Promes, CP, ATP, Modul Ajar, hingga KKTP.
Kurikulum berbasis cinta (KBC) yang berlandaskan Panca Cinta menekankan nilai pendidikan yang didasari oleh cinta sebagai pendorong utama. Lima elemen Cinta yang ditekankan meliputi: Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, Cinta terhadap Ilmu, Cinta terhadap Sesama dan Lingkungan, Cinta kepada Tanah Air dan Budaya Islam, serta Cinta kepada Diri Sendiri. Kurikulum tersebut bertujuan membuat lingkungan belajar yang hangat dan aman, sehingga siswa siap baik secara emosional maupun spiritual.
Pendekatan deep learning dalam perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Al-Qur’an Hadis kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah mengajak siswa untuk lebih dari sekadar menghafal. Metode ini terbagi dalam tiga dimensi: Mindful Learning, yang mendorong siswa untuk hadir sepenuh hati; Meaningful Learning, yang mengaitkan ayat dengan kehidupan sehari-hari; dan Joyful Learning, yang membuat lingkungan belajar yang menyenangkan. Penggabungan Panca Cinta dan deep learning membentuk ekosistem pendidikan di mana siswa tidak hanya mengenal Al-Qur’an Hadis, tetapi juga mencintai dan mengamalkannya dengan penuh suka cita.
Aktivitas pembelajaran yang terintegrasi dalam perangkat ajar KBC Al-Qur’an Hadis kelas 4 MI dimulai dari perencanaan yang cermat pada level makro dan mikro.
Prota Al-Qur’an Hadis kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah dibuat dengan memperhatikan tema besar yang sejalan dengan Panca Cinta. Misalnya, pada semester ganjil, tema bisa berfokus pada “Cintaku pada Allah dan Rasul-Nya” (melalui Surah dan Hadis tentang Tauhid dan Akhlak), sementara semester genap bisa mengangkat tema “Cintaku pada Sesama dan Lingkungan” (melalui Surah dan Hadis tentang Silaturahmi dan Kebersihan). Prota memastikan aliran cinta itu terwujud secara terstruktur sepanjang tahun.
Promes menghimpun tema besar Prota menjadi bagian-bagian yang lebih rinci setiap semester. Di sini, guru akan menyesuaikan dengan kalender akademik, liburan, dan peristiwa keagamaan (seperti Maulid Nabi, Isra’ Mi’raj) untuk memperkaya makna. Promes berfungsi sebagai jadwal operasional untuk menanamkan benih Panca Cinta setiap minggunya.
CP fase B dalam mata pelajaran Al-Qur’an Hadis kelas 4 MI tidak hanya berisi elemen seperti membaca, menghafal, dan memahami makna secara sederhana. CP dalam konteks ini juga mencakup dimensi afektif dan psikomotorik spiritual.
Sebagai contoh, CP yang terintegrasi adalah: “Di akhir fase, siswa dapat membaca Surah Al-Fiil dengan tartil, menjelaskan maknanya secara sederhana, dan mengaitkannya dengan kekuasaan Allah, serta mencontohkan sikap tawakal dan kepedulian terhadap orang lain yang muncul dalam kisah pasukan gajah, yang bisa ditunjukkan melalui perilaku saling membantu di kelas”. CP semacam ini jelas berorientasi pada pembentukan karakter (Cinta Allah, Cinta Sesama) sekaligus penguasaan materi.
ATP adalah langkah-langkah yang menjelaskan metode untuk mencapai CP. ATP mengandalkan prinsip Deep Learning dan terdiri dari beberapa tahapan.
Modul ajar adalah pelaksanaan nyata dari ATP. Modul ajar KBC Al-Qur’an Hadis kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah yang terintegrasi ini mempunyai karakteristik sebagai berikut:
Pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) lebih dari sekadar pemindahan pengetahuan; ini menjadi dasar untuk pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai spiritual. Rasa cinta terhadap ilmu, terutama ilmu agama, juga sangat penting. Dalam mempelajari Al-Qur’an dan Hadis, tantangan terbesar adalah membuat materi yang tidak hanya bisa dipahami secara intelektual tetapi juga mampu menyentuh emosi dan mendorong siswa untuk beramal. Untuk menghadapi tantangan tersebut, dibutuhkan pendekatan kurikulum yang holistik, integratif, dan berfokus pada siswa.
Pelaksanaan perangkat ajar KBC Al-Qur’an Hadis kelas 4 MI tentunya mempunyai tantangan, seperti perlunya pelatihan bagi guru yang tidak hanya menguasai konten, tetapi juga bisa memfasilitasi nilai-nilai cinta, serta perancangan waktu dan sumber daya yang memadai. Kerja sama dengan orang tua juga sangat penting untuk menyelaraskan nilai-nilai yang ada di sekolah dan di rumah.
Silahkan download perangkat ajar KBC Al-Qur’an Hadis kelas 4 MI klik disini
Namun, harapan sangatlah tinggi. Dengan perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Al-Qur’an Hadis kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah yang dibuat dengan penuh perhatian, dimulai dari Prota-Promes yang inovatif, CP-ATP yang saling terintegrasi, modul ajar yang dinamis, hingga KKTP yang mempunyai makna, aktivitas pembelajaran bisa menjadi pengalaman yang mengubah hidup. Para siswa tidak hanya akan menjadi kelompok yang mengerti tentang agama, tetapi yang lebih penting, mereka akan menjadi generasi yang mencintai Allah, Rasul-Nya, ilmu pengetahuan, lingkungan sekitar, dan sesama, seraya menjalani kegiatan belajar dengan kesadaran, makna, dan sukacita. Inilah inti dari pendidikan Islam yang sejati: mengarahkan anak-anak dari sekadar mengetahui, menjadi mengerti, kemudian mencintai, dan akhirnya melaksanakan dengan penuh keikhlasan.