Pembelajaran Fikih kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah (MI) bukan sekadar soal pengajaran cara beribadah atau hukum halal dan haram. Lebih jauh dari itu, Fikih merupakan gerbang bagi siswa untuk memahami dan merasakan nilai-nilai serta kecintaan dalam melakssiswaan ajaran Islam. Di sinilah peran perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) menjadi sangat penting. Layaknya peta perjalanan, perangkat ajar kelas 3 membantu guru dan siswa untuk mengikuti jalur yang benar, terarah, dan bermakna.

Dalam kerangka kurikulum berbasis cinta (KBC) serta pendekatan deep learning (Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning), perangkat ajar KBC Fikih kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah perlu dibuat dengan cara yang penuh kesadaran, menyeluruh, dan relevan. Harus bersifat ramah, tidak menakutkan, serta menghadirkan suasana yang menyenangkan.
Kurikulum berbasis cinta (KBC) merupakan pendekatan pembelajaran yang menjadikan cinta sebagai dasar utama dalam kegiatan belajar. Cinta bukan hanya sekadar perasaan, melainkan merupakan kekuatan pendorong yang membuat kegiatan belajar menjadi bermakna.
Deep learning bukanlah tentang kecerdasan buatan, tetapi merupakan kegiatan belajar yang dalam yang menyentuh pikiran, perasaan, dan tindakan para siswa.
Perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Fikih kelas 3 di Madrasah Ibtidaiyah adalah komponen penting dalam mengatur pembelajaran pendidikan agama Islam yang terarah, sistematis, dan bermakna. Dalam pendidikan dasar, khususnya di Madrasah Ibtidaiyah, perangkat ajar KBC kelas 3 tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap administratif, tetapi juga sebagai panduan strategis bagi guru dalam membentuk pemahaman, sikap, dan kebiasaan keagamaan siswa sejak usia dini. Oleh karena itu, perangkat ajar KBC Fikih kelas 3 MI harus dipahami sebagai instrumen pengajaran yang dinamis dan hidup, bukan hanya sebagai dokumen yang statis.
Fikih sebagai mata pelajaran mempunyai karakter yang khas. Isinya berkaitan langsung dengan praktik ibadah dan perilaku sehari-hari siswa. Siswa-siswa kelas 3 MI, contohnya, mulai belajar secara sistematis mengenai cara bersuci, salat, adab, dan pengenalan nilai halal serta haram dalam kehidupan sehari-hari mereka. Pada tahap ini, perangkat ajar KBC kelas 3 sangat berperan dalam menghubungkan konsep syariat Islam yang abstrak dengan pengalaman nyata siswa. Tanpa perencanaan yang baik melalui perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC), pembelajaran Fikih kelas 3 MI berisiko menjadi sekadar hafalan prosedural yang tidak bermakna.
Dalam perkembangan kurikulum yang terus menerus, perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Fikih kelas 3 MI wajib dibuat sesuai dengan capaian pembelajaran yang dicapai dan karakter siswa. Siswa-siswa di usia Madrasah Ibtidaiyah mempunyai rasa ingin tahu yang cukup besar, emosi yang masih fluktuatif, serta cenderung belajar dari pengalaman langsung. Oleh sebab itu, perangkat ajar kelas 3 harus dibuat dengan memperhatikan perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang. Ini menjadikan perangkat ajar KBC kelas 3 sebagai sarana bagi guru untuk menyajikan pembelajaran Fikih yang bersahabat untuk siswa dan sesuai dengan realitas hidup mereka.
Perangkat ajar KBC Fikih kelas 3 MI mencakup sejumlah elemen penting, termasuk Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), modul ajar, Program Tahunan (Prota), Program Semester (Promes), serta Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Setiap elemen tersebut mempunyai peran yang saling mendukung satu sama lain. CP menjadi panduan utama untuk kompetensi yang ingin dicapai, ATP merinci langkah-langkah pembelajaran secara bertahap, modul ajar KBC Fikih kelas 3 MI menjabarkan kegiatan pembelajaran, Prota dan Promes mengatur penyampaian materi dalam jangka waktu satu tahun dan semester, sedangkan KKTP berfungsi sebagai dasar penilaian capaian pembelajaran siswa secara adil dan manusiawi.
Selain itu, perangkat ajar KBC Fikih kelas 3 di Madrasah Ibtidaiyah harus dibuat dengan pendekatan yang kontekstual dan penuh makna. Pembelajaran Fikih seharusnya selaras dengan nilai-nilai Islam yang menekankan kasih sayang, keteladanan, dan kebijaksanaan. Karena itu, penggabungan kurikulum berbasis cinta serta pendekatan deep learning menjadi sangat relevan. Perangkat ajar KBC kelas 3 yang dibuat melalui pendekatan tersebut akan membantu guru dalam menyajikan pembelajaran Fikih sebagai proses yang mindful, meaningful, dan joyful learning, sehingga siswa tidak hanya memahami peraturan, namun juga merasakan manfaat dan keindahan dalam pelaksanaannya.
Penggabungan kurikulum yang berbasis cinta (KBC) dengan pendekatan deep learning dalam pelajaran Fikih 3 MI bertujuan menghadirkan pendidikan agama Islam yang lebih dari sekadar penguasaan aturan. Di kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah, integrasi tersebut sangat penting mengingat siswa-siswa mulai membangun nilai, sikap, dan kebiasaan. Sehingga, Fikih perlu diajarkan sebagai pengalaman yang mengena pada hati dan pikiran, bukan sekadar kumpulan aturan.
Kurikulum berbasis cinta menempatkan nilai-nilai Panca Cinta pada inti pembelajaran, mendorong siswa memahami syariat Islam dengan cara yang menyenangkan. Pendekatan tersebut mengarahkan pada pemahaman tentang mengapa suatu amalan dilakukan sebagai ekspresi cinta kepada Allah, Rasul, diri sendiri, dan orang lain. Dengan adanya integrasi nilai ini, materi Fikih kelas 3 MI seperti bersuci dan shalat menjadi lebih relevan dengan kehidupan mereka.
Pendekatan pembelajaran mendalam semakin menguatkan hal ini dengan memberikan kegiatan belajar yang lebih menyeluruh. Siswa-siswa tidak hanya belajar tentang cara beribadah, tetapi juga makna dan manfaatnya. Rencana pembelajaran mencakup aspek kognitif, spiritual, dan sosial dengan langkah-langkah yang terstruktur dan sesuai dengan pengalaman sehari-hari mereka.
Pembelajaran diterapkan melalui pengalaman nyata, sehingga materi Fikih kelas 3 MI terasa relevan dengan kegiatan sehari-hari. Prinsip joyful learning membuat lingkungan belajar yang menyenangkan dengan metode pembelajaran yang interaktif. Peran guru sebagai fasilitator dan panutan sangat penting, membantu siswa menemukan makna di balik aturan Fikih.
Akhirnya, integrasi ini membentuk ekosistem pembelajaran yang fokus pada karakter, menjadikan Fikih sebagai pedoman hidup bagi siswa untuk berkembang menjadi individu muslim yang taat dan penuh cinta. Penggabungan ini membuat pembelajaran Fikih relevan dengan tujuan pendidikan Islam yang holistik dan berkelanjutan.
Silahkan download perangkat ajar KBC Fikih kelas 3 MI klik disini
Perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Fikih kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah yang digabungkan dengan pendektan deep learning lebih dari sekadar berkas administrasi. Ini adalah esensi pembelajaran, inti pendidikan, dan penghubung nilai. Dengan CP, ATP, modul ajar, Prota, Promes, dan KKTP yang dibuat dengan penuh cinta, pembelajaran Fikih akan berkembang menjadi pengalaman yang mindful, meaningful, dan joyful untuk setiap siswa.