Dalam lingkungan pendidikan dasar, khususnya di Madrasah Ibtidaiyah (MI), pengembangan karakter serta pemahaman nilai-nilai keagamaan harus sejalan dengan peningkatan kemampuan kognitif. Kurikulum yang diterapkan tidak hanya sekadar menjadi dokumen formal, tetapi merupakan petunjuk yang dinamis untuk membentuk individu yang beriman dan bermoral baik.

Inilah inti dari pengembangan perangkat ajar KBC Fikih kelas 4 MI yang menyeluruh meliputi Prota, Promes, CP, ATP, Modul Ajar, dan KKTP yang dilandasi oleh filosofi Kurikulum Berbasis Cinta yang berlandaskan Panca Cinta serta pendekatan Deep Learning melalui prinsip Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning.
Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang sesuai dengan prinsip Panca Cinta adalah suatu pendekatan yang menjadikan cinta sebagai nilai utama dalam aktivitas pembelajaran. Panca Cinta biasanya merujuk pada lima aspek cinta: Cinta kepada Allah SWT, Cinta kepada Rasulullah SAW, Cinta kepada Lingkungan, Cinta kepada Sesama Manusia, dan Cinta kepada Tanah Air. Pengintegrasian Panca Cinta dalam perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Fikih kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah mengalihkan pembelajaran dari sekadar menghafal hukum (fiqh) menjadi pemahaman nilai (adab dan akhlaq). Fikih tidak lagi diajarkan sebagai peraturan yang kaku, melainkan sebagai ungkapan cinta dan penyerahan kepada Sang Pencipta serta rasa peduli terhadap sesama dan lingkungan.
Pendekatan Deep Learning dalam perangkat ajar KBC Fikih kelas 4 MI menunjukkan pembelajaran yang mendalam yang menghubungkan konsep dengan kenyataan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Ada tiga komponen utama:
Berikut adalah gambaran tentang bagaimana Panca Cinta dan Deep Learning diintegrasikan dalam setiap komponen perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Fikih kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah.
Prota menjelaskan distribusi materi Fikih kelas 4 MI seperti Thaharah, Shalat, Puasa Ramadan, Zakat Fitrah, dan Makanan Halal-Haram yang berlangsung selama setahun. Guru mengatur materi-materi tersebut sesuai dengan waktu tertentu, contohnya Puasa dan Zakat Fitrah yang dijadwalkan mendekati Ramadan. Panca Cinta berpengaruh pada pemilihan materi dan fokusnya. Thaharah tidak hanya mengajak pada kebersihan, tetapi juga menekankan Cinta kepada Allah dan Cinta kepada Alam dengan penggunaan air yang bijaksana.
Promes memecah Prota menjadi rencana yang lebih rinci per semester. Di sini prinsip Joyful Learning mulai diterapkan dengan merencanakan metode dan media yang beragam setiap minggu, seperti pemanfaatan video animasi, kuis interaktif, atau praktik lapangan.
CP fase B Fikih kelas 4 MI tidak sekadar memuat kemampuan kognitif (mengetahui cara), tetapi juga aspek afektif (menghayati makna) dan psikomotor (melaksanakan dengan baik). Integrasi Panca Cinta dan Deep Learning menghasilkan CP yang dirumuskan dengan lebih bermanfaat.
ATP merupakan rangkaian tujuan pembelajaran yang dibuat secara sistematis dari yang sederhana ke yang lebih kompleks, dari yang nyata ke yang konseptual, untuk mencapai CP. Dalam pelajaran Fikih kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah berbasis Panca Cinta, ATP direncanakan sebagai sebuah proses untuk menginternalisasi nilai-nilai.
Modul ajar merupakan implementasi dari semua rencana di atas. Modul ajar KBC Fikih kelas 4 MI dibuat dengan kegiatan yang mencerminkan trilogi Deep Learning.
KKTP berfungsi sebagai alat ukur yang lebih komprehensif, mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Contoh tujuan pembelajaran “Menyadari makna zakat” melibatkan tiga kriteria: Bisa menyebutkan satu hikmah zakat dengan bantuan guru, menyampaikan 2-3 hikmah zakat dengan kata-katanya sendiri, dan menjelaskan hikmah zakat secara terstruktur serta menunjukkan sikap empati. Penilaian dilakukan melalui pengamatan, portofolio, dan penilaian diri.
Silahkan download perangkat ajar KBC Fikih kelas 4 MI klik disini
Menggabungkan metode Deep Learning (Mindful, Meaningful, Joyful Learning) yang berlandaskan Panca Cinta ke dalam perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Fikih kelas 4 MI bukanlah sekadar tambahan, tetapi sebuah kebutuhan supaya pendidikan agama Islam menjadi lebih relevan, menyentuh hati, dan berdampak nyata dalam tindakan. Melalui perangkat ajar KBC kelas 4 (Prota, Promes, CP, ATP, Modul Ajar, dan KKTP) yang dibuat dengan penuh perhatian, pengajaran Fikih akan beralih dari hanya sekedar penyampaian informasi menjadi proses penanaman nilai, pembentukan karakter, dan pengalaman spiritual yang sadar, bermakna, dan menyenangkan. Pada akhirnya, diharapkan bisa lahir generasi muda yang tidak hanya memahami hukum, tetapi juga dekat dengan Tuhan, penuh cinta, dan mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap kehidupan. Inilah inti sesungguhnya dari Pendidikan Agama Islam di Madrasah Ibtidaiyah.