Program tahunan (Prota) adalah salah satu dokumen yang sangat penting yang harus disusun oleh guru sebagai panduan untuk melaksanakan pembelajaran selama setahun. Dalam Prota kurikulum merdeka, memiliki peranan penting karena menghubungkan antara capaian pembelajaran (CP), alur tujuan pembelajaran (ATP), dan pelaksanaan pengajaran di kelas. Khususnya Prota IPA kelas 8 SMP/MTs fase D, membantu guru dalam mengatur alur pembelajaran supaya sesuai dengan jadwal pendidikan dan kebutuhan siswa.

Struktur Prota IPA kelas 8 SMP/MTs fase D dalam kurikulum merdeka disusun secara terencana supaya pembelajaran lebih fokus dan sejalan dengan capaian pembelajaran (CP) yang telah ditentukan. Dengan adanya struktur yang jelas, guru bisa memastikan pengaturan waktu, urutan materi, dan metode pembelajaran berlangsung secara teratur sepanjang tahun ajaran.
Capaian pembelajaran adalah tujuan utama yang perlu diraih oleh siswa di akhir fase. Pada fase D, khusus untuk CP IPA kelas 8 SMP/MTs mencakup pemahaman dasar tentang biologi, fisika, dan kimia, yaitu:
ATP kurikulum merdeka merupakan rincian dari CP yang disajikan dengan lebih mendetail menjadi tujuan pembelajaran untuk setiap topik atau unit. Dalam struktur Prota kurikulum merdeka, ATP berfungsi sebagai panduan dalam mengatur urutan materi, memastikan bahwa setiap tujuan bisa tercapai secara bertahap, dari yang sederhana menuju yang lebih kompleks.
Alokasi waktu dalam Prota IPA kelas 8 SMP/MTs ditetapkan mengacu pada kalender pendidikan tahunan. Guru harus memperhitungkan jumlah minggu efektif (yang biasanya berkisar antara 36-38 minggu per tahun) dan menyesuaikannya dengan:
Sebagai contoh, jika dalam setahun terdapat 36 minggu efektif, maka guru bisa membagi waktu menjadi 18 minggu per semester. Setiap topik akan mendapatkan alokasi waktu sesuai dengan tingkat kesulitan dan ruang lingkup materi.
Struktur Prota IPA kelas 8 SMP/MTs fase D kurikulum merdeka biasanya mencakup:
Dengan susunan seperti ini, Prota IPA kelas 8 SMP/MTs tidak hanya berfungsi sebagai dokumen administratif, tetapi juga sebagai panduan nyata bagi guru dalam mengimplementasikan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan.
Pelaksanaan Prota IPA kelas 8 SMP/MTs fase D dalam kurikulum merdeka memerlukan strategi yang baik supaya tidak hanya menjadi dokumen formal, tetapi juga mendukung aktivitas belajar yang aktif, bermakna, dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
Program Tahunan (Prota) berfungsi sebagai gambaran tahunan yang besar, sedangkan modul ajar adalah rencana rinci untuk setiap pertemuan. Guru perlu memastikan bahwa setiap modul ajar yang dibuat sesuai dengan pembagian waktu dan urutan materi yang terdapat dalam Prota kurikulum merdeka. Dengan cara ini, kesinambungan antara rencana jangka panjang dan praktik harian di kelas tetap terjaga.
Guru bisa memanfaatkan simulasi digital, video eksperimen, hingga aplikasi laboratorium virtual. Dengan dukungan teknologi, Prota kelas 8 bisa diterapkan dengan lebih fleksibel dan sesuai dengan gaya belajar generasi saat ini.
Setiap topik Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas 8 SMP/MTs bisa dihubungkan dengan literasi sains dan numerasi. Misalnya:
Strategi tersebut membuat pembelajaran IPA kelas 8 SMP/MTs lebih relevan dan juga melatih keterampilan berpikir kritis siswa.
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dalam kurikulum merdeka disusun dengan fokus pada integrasi antara pengetahuan dasar, keterampilan dalam sains, dan penguatan sikap ilmiah. Metode pembelajaran tersebut tidak hanya menargetkan penguasaan materi, tetapi juga mempersiapkan siswa supaya bisa berpikir kritis, kreatif, serta mempunyai rasa peduli terhadap lingkungan dan tanggung jawab sosial. Berikut adalah beberapa metode pembelajaran IPA dalam kurikulum merdeka:
Metode inkuiri mendorong keterlibatan aktif siswa dalam menemukan konsep melalui penelitian. Peran guru berfungsi sebagai pendukung yang membantu proses berpikir ilmiah, mulai dari merumuskan masalah, menyusun dugaan, menjalankan percobaan, hingga mencapai kesimpulan. Dengan cara tersebut, siswa belajar melalui pengalaman langsung, sehingga pemahaman mereka menjadi lebih mendalam.
Contoh penerapan: Siswa diminta untuk menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman dengan merancang percobaan sederhana.
Metode Project-Based Learning (PjBL) menuntun siswa untuk menyelesaikan proyek yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Melalui proyek, siswa mengaitkan berbagai konsep IPA dengan keterampilan abad ke-21 seperti kerja sama, komunikasi, dan pemecahan masalah.
Contoh penerapan: proyek membuat filter air sederhana untuk memahami konsep penyaringan, kapilaritas, dan pemanfaatan sumber daya alam.
Metode kontekstual menghubungkan materi IPA kelas 8 SMP/MTs fase D dengan pengalaman sehari-hari. Guru membantu siswa melihat hubungan antara ilmu pengetahuan dan isu di sekitar mereka, sehingga pembelajaran menjadi mempunyai makna yang lebih serta lebih mudah dipahami.
Contoh penerapan: membahas konsep kalor dengan mengamati proses memasak di rumah atau membandingkan kecepatan pendinginan air dalam wadah yang berbeda.
Pembelajaran experiental menekankan pada pengalaman praktis dalam aktivitas belajar. Siswa dilibatkan dalam observasi, eksperimen, dan eksplorasi lingkungan untuk memperoleh pengetahuan secara langsung.
Contoh penerapan: mengunjungi laboratorium atau ekowisata untuk mempelajari ekosistem dan keanekaragaman hayati.
Dalam kurikulum merdeka, pembelajaran IPA kelas 8 SMP/MTs menghargai kerja sama antara siswa. Selain itu, guru juga menerapkan pembeda untuk menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan, minat, dan cara belajar siswa. Ini selaras dengan prinsip merdeka belajar yang memberikan ruang untuk personalisasi untuk siswa.
Contoh penerapan: saat mendiskusikan sistem pernapasan, siswa dengan gaya belajar visual bisa membuat poster, sementara siswa dengan gaya belajar kinestetik bisa membuat model paru-paru dari balon.
Download Prota IPA kelas 8 fase D kurikulum merdeka selengkapnya disini
Prota IPA kelas 8 SMP/MTs fase D dalam kurikulum merdeka merupakan dasar yang penting dalam pengelolaan pembelajaran. Dengan keberadaan Prota kelas 8, guru mempunyai panduan yang jelas, sementara siswa memperoleh gambaran lengkap mengenai aktivitas pembelajaran sepanjang tahun. Prota kurikulum merdeka bukanlah dokumen yang kaku, melainkan merupakan peta yang fleksibel yang dapat disesuaikan dengan kondisi nyata, kebutuhan siswa, serta perubahan dalam jadwal pendidikan.