Pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) berfokus pada pengembangan karakter dan iman, tidak hanya sekedar pengetahuan. Di kelas 1, cara mengajar hendaknya lembut dan bermakna. Kurikulum yang hanya mengutamakan hafalan tidak mencerminkan nilai-nilai Islam yang penuh kasih. Maka dari itu, perlu adanya penggabungan antara Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan pendekatan Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) dalam pelajaran Fikih kelas 1 MI.

Prinsip-prinsip tersebut diterapkan melalui serangkaian perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Fikih kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah yang menyeluruh, mulai dari Program Tahunan (Prota), Program Semester (Promes), Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), Modul Ajar, hingga Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP).
Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) menempatkan nilai-nilai Panca Cinta seperti cinta Allah Swt dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama manusia, dan cinta tanah air sebagai inti dari aktivitas belajar. Dalam konteks Fikih kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah, hal ini berarti memperkenalkan syariat Islam bukan sebagai daftar larangan yang menakutkan, melainkan sebagai petunjuk yang penuh kasih dari Allah SWT untuk menjalani hidup yang lebih teratur, nyaman, dan penuh kasih sayang-Nya. Guru bukan hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai sosok pengasuh yang mengerti dunia siswa usia 6-7 tahun.
Sedangkan, Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) adalah metode pembelajaran yang menekankan pada penguasaan kompetensi, pemahaman konsep, serta kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif, serta penerapan pengetahuan dalam situasi nyata. Dalam pelajaran Fikih kelas 1 MI, Deep Learning mengarahkan siswa untuk tidak hanya tahu bahwa wudhu itu wajib, namun juga memahami alasan di baliknya (untuk membersihkan diri dan mensyukuri anugerah anggota tubuh), cara melakukannya dengan benar, dan makna dari setiap gerakan.
Kombinasi dari keduanya menghasilkan perangkat ajar KBC Fikih kelas 1 MI yang joyful, meaningful, dan mindful. Siswa mencintai ibadah karena merasakan kedekatan dengan Allah, bukan karena takut akan hukuman.
Prota Fikih kelas 1 MI dibuat dengan mempertimbangkan peta besar kompetensi yang ingin dicapai dalam satu tahun. Tema-tema diatur dari yang paling dekat dengan kehidupan siswa menuju yang lebih luas. Contoh urutan tema selama setahun: “Aku dan Kebersihan Diri (Thaharah)”, “Aku Suka Berdoa”, “Bersikap Santun kepada Orang Tua dan Guru (Adab)”, “Mengenal Waktu Shalat”, “Bersyukur dengan Sedekah”. Prota dalam perangkat ajar KBC kelas 1 memastikan bahwa beban belajar tidak terlalu berat dan memperhatikan momen emosional siswa, seperti saat beradaptasi di semester pertama.
Promes merinci Prota menjadi rencana bulanan dan mingguan. Di sini, prinsip Deep Learning diterapkan dengan memberikan waktu yang cukup untuk setiap konsep. Sebagai contoh, tema thaharah tidak diselesaikan dalam 2 pertemuan, tetapi mungkin membutuhkan 6-8 pertemuan dengan berbagai aktivitas eksplorasi seperti bermain air, praktek mencuci tangan dan kaki yang benar, serta bercerita mengenai pentingnya kebersihan. Promes perangkat ajar KBC Fikih kelas 1 MI dalam juga mencakup kegiatan asesmen formatif yang bersifat diagnostik, untuk mengamati perkembangan pemahaman, bukan hanya melihat hasil akhir.
CP Fikih dalam perangkat ajar KBC kelas 1 ini tidak hanya berupa pengetahuan prosedural. CP dibuat untuk merefleksikan sikap, pemahaman, dan tindakan. Contoh CP pada elemen “Thaharah”:
“Siswa menunjukkan rasa syukur atas anugerah anggota tubuh dengan merawat dan menjaga kebersihannya. Mereka mampu melakukan tata cara bersuci dasar (mencuci tangan, kaki, muka, berkumur) dengan tertib dan penuh kesadaran sebagai persiapan untuk beribadah, serta bisa menceritakan kembali pentingnya kebersihan bagi seorang Muslim.”
CP semacam ini sudah menggabungkan elemen kasih (rasa syukur, mindful) dan deep learning (praktik, narasi ulang/meaningful).
ATP menjelaskan CP menjadi tujuan pembelajaran yang lebih kecil dan terstruktur dengan logis. ATP berfungsi sebagai tangga untuk mencapai kompetensi. Untuk mewujudkan CP di atas, ATP bisa dibuat sebagai berikut:
Setiap tujuan dibuat untuk mengembangkan pemahaman secara bertahap, mulai dari pengenalan, imitasi, praktik terarah, hingga refleksi.
Modul ajar KBC Fikih kelas 1 MI merupakan penerapan langsung dari ATP yang dipenuhi dengan aktivitas yang berdasarkan kurikulum berbasis cinta dan pembelajaran mendalam. Modul ajar KBC Fikih kelas 1 dengan tema “Aku Suka Berdoa” misalnya, bisa mencakup:
Modul ajar KBC Fikih kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah dibuat dengan beragam metode (cerita, lagu, permainan, praktik, diskusi) untuk memenuhi berbagai gaya belajar dan menghadirkan pengalaman belajar yang mengesankan (pengalaman mendalam).
KKTP dalam perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Fikih kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah ini beralih dari sekadar angka menjadi deskripsi kualitatif yang positif dan konstruktif. KKTP mengevaluasi sejauh mana tujuan dalam ATP telah tercapai, dengan menekankan proses dan pemahaman.
Asesmen ini bersifat formatif dan memberikan umpan balik yang spesifik untuk perkembangan siswa, bukan untuk memberi label. Guru menggunakan catatan anekdot, observasi, dan portofolio sederhana (hasil karya siswa) sebagai alat penilaian.
Silahkan download perangkat ajar KBC Fikih kelas 1 MI klik disini
Perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Fikih kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah yang dihubungkan dengan pendekatan deep learning (Pembelajaran Mendalam) merupakan sebuah usaha untuk menciptakan generasi muslim yang patuh dan mengerti tentang ibadah. Semua perangkat ajar KBC kelas 1 harus sejalan dengan prinsip ini. Tujuan dari pelajaran Fikih adalah untuk mengembangkan rasa cinta yang kuat terhadap agama, melalui pemahaman yang mendalam dan tindakan yang berlandaskan kasih sayang.