BerandaKelas 11KKTP Pendidikan Pancasila Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
KKTP Pendidikan Pancasila Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
5 menit membaca
Share this:
KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran) adalah ukuran spesifik yang menunjukkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai siswa setelah mengikuti serangkaian kegiatan belajar. KKTP kurikulum merdeka berfungsi sebagai indikator keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Dengan adanya KKTP kelas 11 SMA/MA yang terdefinisi dengan baik, baik guru maupun siswa mempunyai pedoman bersama untuk menilai kemajuan belajar serta mempermudah evaluasi dan perbaikan dalam aktivitas pembelajaran.
Komponen KKTP Pendidikan Pancasila Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka
KKTP Pendidikan Pancasila kelas 11 SMA/MA fase F menekankan pengembangan pemahaman yang mendalam, analisis kritis, serta penerapan nilai-nilai Pancasila dalam konteks kehidupan yang lebih kompleks.
A. Tujuan Pembelajaran (TP)
Merupakan elemen dasar yang digunakan sebagai acuan untuk penilaian.
Contoh TP Pendidikan Pancasila kelas 11 SMA/MA fase F (berdasarkan Capaian Pembelajaran):
“Menganalisis bagaimana Pancasila diwujudkan sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi terbuka dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara yang modern.”
“Mengevaluasi peranan Pancasila dalam menghadapi isu global seperti intoleransi, radikalisme, disinformasi, dan krisis lingkungan, serta menawarkan solusi yang berdasarkan nilai Pancasila.”
“Menunjukkan keterampilan berpikir kritis dan berargumentasi dengan sopan dalam menghadapi perbedaan pendapat berdasarkan nilai-nilai Pancasila.”
“Mengambil nilai-nilai Pancasila (Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, Keadilan) ke dalam proyek kolaboratif atau aksi nyata yang memberikan kontribusi kepada masyarakat. “
B. Kriteria Ketercapaian
Pernyataan yang jelas menggambarkan tingkat kemampuan minimum yang diharapkan dari siswa terhadap sebuah TP.
Menjadi indikator utama bahwa TP sudah tercapai.
Berfokus pada aspek kognitif tinggi (analisis, evaluasi, kreasi) dan afektif (sikap, penerapan nilai).
“Siswa dapat mengidentifikasi setidaknya tiga contoh nyata perwujudan dan tantangan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam berbangsa dan bernegara saat ini.”
“Siswa bisa menerangkan hubungan antara nilai-nilai Pancasila dengan prinsip-prinsip demokrasi, HAM, serta keadilan sosial dalam konteks analisis yang dilakukan.”
Contoh: “Mengevaluasi peran Pancasila. . . “:
“Siswa dapat mengidentifikasi minimal dua tantangan global dan menjelaskan bagaimana nilai-nilai Pancasila relevan sebagai respon terhadap tantangan tersebut.”
“Siswa bisa mengusulkan solusi yang realistis dan berbasis nilai Pancasila untuk mengatasi salah satu tantangan global yang telah dipilih.”
“Siswa dapat menyampaikan pendapat yang didukung argumen logis dan bukti yang relevan dalam diskusi mengenai isu kontroversial.”
“Siswa bisa menanggapi pandangan yang berbeda dengan sopan, serta mengaitkan respons tersebut dengan nilai-nilai Pancasila (contohnya, nilai Kemanusiaan atau Kerakyatan).”
“Siswa dapat merancang dan mengimplementasikan proyek kolaboratif sederhana yang mencerminkan penerapan setidaknya satu nilai Pancasila untuk mengatasi masalah di lingkungan sekitar.”
“Siswa bisa merefleksikan aktivitas belajar dan pelaksanaan proyek, serta menjelaskan hubungannya dengan nilai Pancasila yang diambil dan dampaknya bagi diri sendiri serta lingkungan. “
C. Indikator Pencapaian (Opsional, tetapi sangat disarankan)
Merupakan paparan yang lebih terperinci dan terukur dari kriteria ketercapaian.
Memudahkan guru dalam memantau perkembangan siswa dengan lebih spesifik.
Biasanya disusun dengan kata kerja operasional yang dapat diamati (Contoh: mengidentifikasi, menjelaskan, membandingkan, menganalisis, mengevaluasi, mengusulkan, merancang, melaksanakan, merefleksikan, mendemonstrasikan, berpartisipasi aktif, merespons dengan sopan).
Contoh: “Siswa dapat mengusulkan solusi berbasis nilai Pancasila. . . “:
Mengidentifikasi akar masalah dari tantangan global yang telah dipilih.
Mengaitkan setidaknya dua nilai Pancasila yang relevan dengan solusi yang diajukan.
Mengembangkan langkah-langkah konkret yang logis untuk solusi.
Menyajikan usulan solusi dengan argumen yang didukung oleh fakta atau data.
D. Metode dan Jenis Penilaian
Unsur utama dalam KKTP kelas 11 SMA/MA adalah menentukan cara pencapaian TP dan kriteria ketercapaian akan diukur.
Di Pendidikan Pancasila kelas 11 fase F, penilaian harus mengedepankan kinerja dan sikap, selain dari pemahaman konsep.
Contoh Metode/Jenis Asesmen yang Sesuai:
Tugas Analisis: Menganalisis kasus nyata (pertanyaan sosial, politik, hukum, lingkungan) dengan sudut pandang nilai-nilai Pancasila. (Tulis/Lisan).
Diskusi dan Debat Terpimpin: Memantau kemampuan berpikir kritis, berargumen, menghargai perbedaan, dan menghubungkannya dengan nilai Pancasila.
Proyek Kolaboratif: Merancang dan melaksanakan tindakan nyata (kampanye sosial, program kecil, produk kreatif) berdasarkan nilai Pancasila. Dinilai melalui proses, hasil, dan presentasi.
Portofolio: Kumpulan karya siswa (analisis, refleksi, dokumentasi proyek, tulisan) yang menunjukkan perkembangan pemahaman dan penghayatan nilai.
Presentasi: Menyampaikan hasil analisis, riset kecil, atau proposal solusi.
Refleksi Diri/Jurnal Pembelajaran: Teks reflektif siswa mengenai aktivitas belajarnya, pemahaman nilai, tantangan, dan rencana implementasi.
Observasi: Guru mengamati sikap, partisipasi, kerja sama, dan perilaku siswa dalam aktivitas kelas dan proyek.
Ciri-Ciri KKTP Pendidikan Pancasila Kelas 11 Fase F
Berorientasi pada Pemahaman Mendalam dan Penerapan: Lebih dari sekadar menghafal, menekankan analisis, evaluasi, dan penciptaan solusi berbasis Pancasila.
Kontekstual: Menghubungkan nilai Pancasila dengan isu-isu terkini dan kompleks di tingkat lokal, nasional, serta global.
Mengembangkan Keterampilan Abad 21: Terutama berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi (4C).
Asesmen Autentik: Menggunakan tugas yang mencerminkan penerapan nyata nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Penghayatan Nilai: Kriteria dan penilaian harus mendorong serta mengukur sejauh mana nilai-nilai Pancasila mulai diinternalisasi dalam sikap dan tindakan siswa, tidak hanya sekadar diketahui.
Reflektif: Membangun kesadaran metakognitif siswa mengenai aktivitas belajar mereka sendiri serta kaitannya dengan nilai-nilai kehidupan.
Manfaat Penerapan KKTP Kurikulum Merdeka
Pelaksanaan KKTP Pendidikan Pancasila kelas 11 SMA/MA fase F kurikulum merdeka memberikan banyak manfaat penting. Berikut manfaatnya:
Manfaat untuk Guru
Perencanaan Pembelajaran yang Lebih Tertata: Dengan KKTP kurikulum merdeka yang jelas, guru bisa merancang modul ajar dengan lebih fokus, mengaitkan materi dengan indikator capaian tertentu.
Alat untuk Mengukur Keberhasilan Proses Belajar: KKTP kelas 11 SMA/MA mempermudah guru dalam menilai efektivitas pendekatan dan metode yang digunakan. Guru bisa memantau dengan sistematis aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap siswa.
Manfaat untuk Siswa
Kepastian Harapan Pembelajaran: Siswa mendapatkan pemahaman yang jelas mengenai apa yang harus dikuasai dan cara mengukurnya. Ini meningkatkan motivasi serta kepercayaan diri.
Pembelajaran yang Relevan: Melalui indikator yang berkaitan langsung dengan konteks kehidupan nyata dan nilai-nilai Pancasila, siswa merasakan kaitan materi dengan pengalaman sehari-hari.
Download KKTP Pendidikan Pancasila kelas 11 SMA/MA fase F kurikulum merdeka selengkapnya disini
KKTP Pendidikan Pancasila kelas 11 SMA/MA fase F dalam kurikulum merdeka merupakan langkah strategis untuk memastikan aktivitas belajar yang berkualitas dan terukur. Dengan KKTP kurikulum merdeka, diharapkan siswa tidak hanya memahami Pancasila secara teoritis, tetapi juga mampu menganalisis dinamika, mengevaluasi perannya dalam menghadapi tantangan kompleks, berkomunikasi dengan kritis dan sopan, serta mulai menghayati dan menerapkan nilai-nilai luhur dalam tindakan nyata.