(Deep Learning) Modul Ajar Kimia Kelas 12 Kurikulum Merdeka
6 menit membaca
Share this:
Kimia kelas 12 di SMA/MA fase F sering kali dianggap menakutkan. Banyaknya rumus, perhitungan stoikiometri yang rumit, serta konsep-konsep yang sulit dipahami seperti sel elektrokimia dan hidrokarbon tampak seperti penghalang besar yang sukar diatasi.
Namun, dalam kurikulum merdeka, tantangan tersebut bisa dijadikan peluang. Kurikulum ini memberikan kebebasan kepada guru untuk merancang pembelajaran yang signifikan, mendalam, dan relevan dengan kehidupan siswa. Kunci dari penerapannya terletak pada modul ajar deep learning Kimia kelas 12 SMA/MA fase F kurikulum merdeka yang tidak hanya merupakan kumpulan rencana pembelajaran, tetapi juga menjadi peta petualangan intelektual bagi para siswa. Pendekatan yang paling sesuai untuk mewujudkan hal ini adalah Deep Learning yang terdiri dari tiga pilar: Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.
Memahami Dasar Deep Learning dalam Kimia Kelas 12
Deep Learning adalah metode yang mengarahkan siswa untuk menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah ada, serta menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan. Dalam praktiknya, Deep Learning bisa dijalankan melalui:
Mindful Learning (Pembelajaran Penuh Kesadaran): Siswa terlibat secara mental dan emosional. Mereka menyadari proses berpikir mereka sendiri (metakognisi), fokus pada tugas, dan melakukan refleksi terhadap apa yang mereka pelajari.
Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna): Materi pelajaran dihubungkan langsung dengan pengalaman hidup, masalah nyata, dan minat siswa. Kimia bukan sekadar rumus yang kaku, melainkan cara untuk memahami alam semesta.
Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan): Lingkungan belajar yang dipenuhi rasa ingin tahu, eksplorasi, tantangan yang merangsang, dan momen pencapaian. Kesenangan tersebut berfungsi sebagai motivasi intrinsik untuk belajar lebih dalam.
Ketiga aspek tersebut saling terkait dalam modul ajar deep learning kurikulum merdeka. Pembelajaran yang bermakna akan memicu kesadaran, dan keduanya akan mendatangkan kesenangan dalam belajar.
Berikut adalah struktur dan contoh menyusun modul ajar deep learning Kimia kelas 12 kurikulum merdeka dengan mengintegrasikan ketiga elemen tersebut.
Contoh Topik: Elektrokimia – Sel Galvani dan Aplikasinya dalam Kehidupan
A. Tujuan Pembelajaran dan Pemahaman Bermakna (Meaningful Learning)
Tujuan Pembelajaran (Kognitif): Menganalisis cara kerja sel Galvani, menentukan potensial sel, dan menerapkan konsep sel elektrokimia dalam teknologi.
Pemahaman Bermakna: Siswa menyadari bahwa konsep redoks dan sel Galvani bukanlah sesuatu yang abstrak, tetapi prinsip yang mendasari cara kerja baterai ponsel mereka, menggerakkan mobil listrik, dan bahkan melindungi kapal laut dari korosi. Mereka belajar untuk menjelaskan dunia yang mengelilingi mereka.
B. Aktivitas Pembelajaran: Menghidupkan Tiga Pilar Deep Learning
Fase 1: Pemantik – Menghubungkan dengan Kehidupan (Meaningful & Joyful)
Aktivitas: Tampilkan video singkat mengenai sejarah baterai atau berita terbaru tentang perkembangan baterai lithium-ion. Setelah itu, ajukan pertanyaan menarik: “Apa yang akan terjadi di dunia jika tiba-tiba tidak ada baterai?” atau “Mengapa logam pada bodi kapal laut tidak mengalami korosi meskipun terus menerus terendam air laut?”
Strategi: Diskusi dalam kelompok kecil. Guru memfasilitasi siswa untuk berbagi pengetahuan awal dan rasa ingin tahu mereka.
Kaitan Deep Learning:
Meaningful: Menghubungkan topik langsung dengan teknologi yang sehari-hari digunakan siswa.
Joyful: Mendorong rasa penasaran dan keinginan untuk mengeksplorasi.
Mindful: Siswa mulai menyadari kekurangan dalam pemahaman mereka, sehingga muncul motivasi untuk mencari informasi lebih lanjut.
Fase 2: Eksplorasi Konsep – Dari Konkret ke Abstrak (Joyful & Mindful)
Aktivitas 1: Eksperimen Sederhana “Baterai Jeruk/Jenis Buah Lainnya”
Siswa bekerja sama dalam kelompok untuk merakit sel Galvani sederhana dengan menggunakan buah sebagai elektrolit, serta lempeng dari tembaga dan seng, kemudian mereka mengukur perbedaan potensial menggunakan voltmeter.
Mereka mendokumentasikan pengamatan, membuat gambar skema sel, dan menuliskan reaksi yang terjadi di anode serta katode.
Aktivitas 2: Simulasi Interaktif
Manfaatkan simulasi digital (contohnya dari PhET Interactive Simulations) untuk membuat sel Galvani virtual dengan berbagai variasi elektroda dan elektrolit.
Kaitan Deep Learning:
Joyful: Aktivitas langsung ini seru dan penuh tantangan. Ada “keajaiban” ketika melihat jarum voltmeter bergerak.
Mindful: Siswa perlu berkonsentrasi untuk mengamati, menganalisis hubungan sebab-akibat, dan secara sadar menghubungkan tindakan fisik (merakit) dengan konsep kimia (aliran elektron, reaksi redoks).
Meaningful: Mereka mendapatkan bukti nyata dari konsep yang bersifat abstrak.
Fase 3: Elaborasi dan Aplikasi – Berpikir Tingkat Tinggi (Mindful and Meaningful)
Aktivitas: Proyek “Desain Baterai Masa Depan”
Ajak siswa dalam kelompok untuk merancang proposal baterai untuk tujuan tertentu (misalnya: baterai ramah lingkungan untuk smartwatch, atau baterai cadangan untuk daerah yang terisolasi).
Proposal tersebut harus mencakup: Pemilihan bahan elektroda dan elektrolit (dengan penjelasan berdasarkan deret volta), perkiraan potensial sel, serta kelebihan dan kekurangan dari desain mereka.
Kaitan Deep Learning:
Mindful: Ini adalah puncak dari metakognisi. Siswa perlu merencanakan dengan sadar, memilih informasi yang relevan, menilai pilihan, dan merenungkan kelemahan desain mereka.
Meaningful: Proyek tersebut mempunya konteks dunia nyata yang kuat dan memberi kesempatan kepada siswa untuk berperan sebagai ilmuwan atau insinyur.
Joyful: Ada rasa bangga dan kepuasan mendalam saat berhasil membuat ide yang orisinal dan mempresentasikannya.
Fase 4: Refleksi – Mengkonsolidasi Pembelajaran (Mindful)
Aktivitas: Siswa membuat jurnal pembelajaran singkat dengan panduan:
Apa konsepsi paling sulit yang kamu hadapi hari ini?
Bagaimana kamu menyelesaikan tantangan itu?
Berikan satu contoh lain dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan sel Galvani yang belum dibahas di kelas.
Kaitan Deep Learning: Ini merupakan aktivitas Mindful Learning yang murni, mengajak siswa untuk menyadari dan memahami aktivitas belajar mereka sendiri.
C. Asesmen yang Mendukung Deep Learning
Modul ajar deep learning Kimia kelas 12 SMA/MA fase F harus mencakup penilaian yang sejalan dengan prinsip kurikulum merdeka.
Asesmen Diagnostik: Kuis singkat di awal untuk mengevaluasi pengetahuan awal (sebelum Fase 1).
Asesmen Formatif:
Pengamatan selama diskusi serta praktikum (menilai keterampilan proses dan kolaborasi).
Laporan Praktikum yang lebih menekankan pada analisis dan kesimpulan, bukan hanya langkah-langkah prosedur.
Catatan Jurnal Reflektif (sebagaimana dijelaskan di Fase 4).
Asesmen Sumatif:
Proyek “Desain Baterai Masa Depan” (menilai kreativitas, pemahaman konsep, dan kemampuan komunikasi).
Tes Tertulis yang tidak sekadar meminta hafalan, tetapi juga menyajikan soal cerita kontekstual yang memerlukan analisis serta evaluasi.
Silahkan download modul ajar deep learning Kimia kelas 12 kurikulum merdeka disini
Kesimpulan
Modul ajar deep learning Kimia kelas 12 SMA/MA fase F dalam kurikulum merdeka lebih dari sekadar dokumen resmi. Ini merupakan inti dari aktivitas pembelajaran. Dengan merancangnya melalui pendekatan Deep Learning yang menggabungkan Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning, para guru bisa merubah cara pandang terhadap pembelajaran Kimia. Kimia tidak lagi dipandang sebagai mata pelajaran yang menakutkan, melainkan sebuah perjalanan yang menarik untuk memahami unsur-unsur, karakteristik, dan transformasi materi di alam semesta. Para siswa tidak hanya menghafal rumus-rumus, tetapi mengembangkan pemahaman yang mendalam dan tahan lama, yang akan mempersiapkan mereka untuk menjadi pemecah masalah yang kreatif dan kritis di masa depan. Pada akhirnya, modul ajar deep learning kelas 12 semacam ini tidak hanya melahirkan siswa yang mahir dalam Kimia, tetapi juga individu yang senantiasa belajar sepanjang hayat.