Modul Ajar Deep Learning Kelas 12 Kurikulum Merdeka
6 menit membaca
Share this:
Memasuki fase akhir sekolah menengah, siswa kelas 12 SMA/MA dihadapkan pada berbagai tantangan yang rumit. Mereka tidak hanya perlu menguasai pelajaran dengan mendalam sebagai persiapan untuk ujian dan perguruan tinggi, tetapi juga memerlukan kemampuan berpikir kritis, ketenangan jiwa, serta dorongan intrinsik yang kuat
Dalam situasi ini, kurikulum merdeka hadir dengan visi untuk memberikan kebebasan, sementara pendekatan Deep Learning menyediakan kerangka kerja untuk mewujudkannya. Modul ajar deep learning kelas 12 SMA/MA dalam kurikulum merdeka ini menggabungkan tiga pilar utama: Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning.
Menghidupkan Tiga Pilar Deep Learning
1. Mindful Learning: Belajar dengan Kesadaran Penuh dan Fokus
Pada kelas 12 SMA/MA, tekanan dari aspek akademik dan sosial seringkali memicu stres dan kecemasan. Mindful Learning hadir sebagai jawaban dengan mengedepankan praktik kesadaran penuh dalam aktivitas belajar. Tujuannya adalah untuk membuat keadaan psikologis yang tenang dan terkonsentrasi, sehingga siswa bisa lebih efisien dalam menyerap dan menganalisis informasi.
Implementasi dalam Pembelajaran:
Ritual Pembukaan yang Menenangkan: Modul ajar deep learning kelas 12 SMA/MA kurikulum merdeka bisa merancang awal sesi dengan aktivitas singkat (3-5 menit) seperti latihan pernapasan, mendengarkan musik instrumental, atau refleksi singkat mengenai perasaan dan tujuan belajar hari itu. Sebagai contoh dalam pelajaran Sejarah sebelum mendiskusikan Perang Dingin, guru bisa memimpin siswa untuk fokus pada pernapasan mereka agar pikiran lebih jernih.
Pengaturan Lingkungan Belajar yang Sadar: Modul ajar deep learning kurikulum merdeka juga bisa mengarahkan penataan ruang kelas yang minim distraksi, penggunaan teknologi yang berpikir (bukan sekadar hiburan), serta pembentukan norma di kelas yang menghargai perhatian penuh.
Refleksi Metakognitif: Siswa didorong untuk secara aktif merefleksikan cara berpikir mereka. Di akhir setiap tahap proyek Fisika, misalnya, modul ajar deep learning kelas 12 SMA/MA kurikulum merdeka bisa menambahkan pertanyaan seperti, “Strategi apa yang paling membantumu memahami konsep Hukum Termodinamika ini?” atau “Kapan kamu merasa kesulitan, dan bagaimana cara mengatasinya?”
Asesmen Formatif yang Memberi Ruang: Asesmen dibuat tidak hanya untuk menilai, tetapi juga untuk menjadi momen belajar. Umpan balik disampaikan dalam bahasa yang konstruktif, meminta siswa untuk merenungkan kesalahan mereka, dan memberi kesempatan untuk melakukan perbaikan.
2. Meaningful Learning: Menghubungkan Materi dengan Kehidupan dan Masa Depan
Salah satu keluhan umum siswa adalah, “Apa gunanya saya belajar ini?” Meaningful Learning menjawab pertanyaan itu dengan membangun koneksi yang jelas dan kuat antara materi pelajaran dan konteks kehidupan sehari-hari, minat pribadi, serta tantangan global. Pembelajaran menjadi lebih berharga ketika siswa menyadari relevansi dan nilai praktisnya.
Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) yang Kontekstual: Modul ajar deep learning kelas 12 SMA/MA kurikulum merdeka sebaiknya lebih banyak menggunakan pendekatan proyek. Contohnya, dalam pelajaran Ekonomi, pembelajaran bisa dibuat sebagai proyek pembuatan “Rencana Bisnis untuk Startup Sosial” yang menyelesaikan masalah di sekitar yang mereka alami. Dalam Kimia, juga bisa berupa proyek penyelidikan “Kualitas Air Sungai di Sekitar Sekolah” dan merancang proposal solusinya.
Essential Question (Pertanyaan Pemantik): Setiap pembelajaran sebaiknya memulai dengan pertanyaan besar yang menggugah dan terbuka. Alih-alih bertanya, “Apa saja ciri puisi kontemporer?”, pelajaran Bahasa Indonesia bisa mengangkat pertanyaan, “Bagaimana puisi bisa menjadi media untuk protes sosial di era digital?” Pertanyaan tersebut mendorong eksplorasi yang lebih dalam dan personal.
Pengintegrasian Isu Terkini: Modul ajar deep learning kurikulum merdeka perlu dengan cepat menyerap isu-isu terbaru seperti keberlanjutan, keadilan sosial, perkembangan teknologi (AI), serta kewarganegaraan global. Dalam mata pelajaran Sosiologi, teori struktur sosial bisa dihubungkan dengan analisis mengenai ketidaksetaraan digital yang muncul selama pandemi.
Pemberian Pilihan (Voice and Choice): Kurikulum merdeka menyediakan peluang untuk hal ini. Dalam suatu pembelajaran, siswa bisa diberikan kebebasan memilih topik, produk akhir yang ingin mereka buat (seperti: video dokumenter, podcast, artikel populer), atau cara penyampaian. Ini menjadikan aktivitas belajar lebih pribadi dan bermakna bagi mereka.
3. Joyful Learning: Menemukan Keceriaan dalam Proses Belajar
“Joyful Learning” sering kali disalahpahami sebagai hanya sekadar bersenang-senang atau belajar tanpa tekanan. Intinya adalah membuat lingkungan belajar di mana rasa ingin tahu, kreativitas, dan kebahagiaan yang muncul dari penemuan hal baru bisa berkembang. Di tengah tantangan kelas 12 SMA/MA, kebahagiaan ini menjadi sumber motivasi.
Pelaksanaan dalam Pembelajaran:
Rancangan Pembelajaran Interaktif dan Berbasis Permainan: Modul ajar deep learning kelas 12 SMA/MA kurikulum merdeka bisa mengintegrasikan aspek permainan seperti kuis menggunakan platform Kahoot! atau Quizizz untuk mengulas konsep, simulasi peran (contoh: simulasi sidang PBB dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila), atau escape room edukatif untuk memecahkan masalah Biologi.
Penggunaan Teknologi Secara Kreatif: Siswa kelas 12 SMA/MA merupakan generasi digital. Modul ajar deep learning kurikulum merdeka bisa memanfaatkan hal ini dengan meminta mereka menciptakan konten edukatif di TikTok atau Instagram Reels, mendiskusikan podcast, menulis blog, atau merancang infografis dengan Canva. Aktivitas tersebut tidak hanya menarik tetapi juga mengembangkan keterampilan abad 21.
Pembelajaran yang Mengintegrasikan Seni dan Kreativitas: Mencampurkan seni bisa menambah kegembiraan. Saat mempelajari karya sastra, siswa bisa menciptakan komik digital, memparodikan adegan, atau menciptakan musikalisasi puisi. Dalam pelajaran Matematika, konsep fungsi bisa divisualisasikan melalui seni digital.
Celebration of Learning: Modul ajar deep learning kelas 12 SMA/MA kurikulum merdeka seharusnya tidak hanya berakhir dengan ujian, tetapi diakhiri dengan sebuah “event”. Presentasi produk proyek di depan audiens yang lebih luas (seperti orang tua, adik kelas, dan komunitas), pameran karya, atau festival inovasi bisa menjadi momen di mana usaha siswa diakui dan dirayakan, membuat kenangan positif dalam aktivitas belajar.
Download Modul ajar Deep Learning Kelas 12 SMA/MA
Berikut modul ajar deep learning kelas 12 SMA/MA kurikulum merdeka yang sesuai dengan mata pelajaran, silahkan download!
Mengimplementasikan modul ajar deep learning kelas 12 SMA/MA kurikulum merdeka pastinya menghadapi berbagai tantangan. Diperlukan waktu ekstra bagi guru untuk mendesain, sumber daya yang mencukupi, serta komitmen untuk beralih dari paradigma “pengajar” menjadi “fasilitator” dalam pembelajaran.
Namun, hasil yang didapat tentu sepadan. Modul ajar deep learning kelas 12 SMA/MA kurikulum merdeka yang dibuat dengan menggabungkan Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning tidak hanya akan menghasilkan lulusan yang cerdas secara akademis, tetapi juga individu yang kuat, penuh rasa ingin tahu, kreatif, dan siap menghadapi kompleksitas dunia dengan kesadaran penuh.
Pada akhirnya, inilah tujuan sejati pendidikan: mengembangkan nilai kemanusiaan dan mempersiapkan mereka untuk kehidupan yang utuh dan berarti. Dengan modul ajar deep learning kurikulum merdeka yang bersifat transformatif, kita bisa membantu siswa kelas 12 SMA/MA menjalani fase kelulusan mereka bukan dengan beban, melainkan dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan kenangan indah tentang aktivitas belajar yang memberdayakan.