(Deep Learning) Modul Ajar Seni Tari Kelas 8 SMP/MTs
6 menit membaca
Share this:
Modul ajar deep learning Seni Tari kelas 8 SMP/MTs fase D dalam kurikulum merdeka bukan sekadar kumpulan rencana pembelajaran, tetapi merupakan rancangan edukasi yang bisa diperkuat dengan pendekatan Deep Learning. Metode tersebut, yang mengedepankan Mindful Learning (Pembelajaran Penuh Kesadaran), Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna), dan Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan), bisa mengalihkan pembelajaran tari dari sekadar kegiatan fisik menjadi pengalaman belajar yang mendalam dan berarti.
Memahami Dasar Deep Learning
Deep Learning adalah sebuah kerangka yang bertujuan untuk menembus batasan pembelajaran yang dangkal. Pendekatan tersebut mengajak siswa supaya tidak hanya mengetahui “apa” namun juga “bagaimana” dan “mengapa” dari suatu materi. Tiga dasar utamanya adalah:
Mindful Learning (Pembelajaran Penuh Kesadaran): Siswa hadir sepenuhnya, berkonsentrasi, dan menyadari setiap pengalaman yang mereka jalani. Mereka memperhatikan setiap gerakan otot, munculnya emosi, serta keterkaitan antara tubuh, pikiran, dan musik.
Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna): Pembelajaran dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari, nilai-nilai budaya, serta pengetahuan lainnya. Siswa memahami konteks sejarah, filosofis, dan arti sosial dari sebuah tarian.
Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan): Lingkungan belajar diwarnai dengan kegembiraan, rasa ingin tahu, dan kepuasan. Proses penjelajahan dan penciptaan dianggap sebagai perjalanan yang menyenangkan, bukan sebagai beban.
Ketiga aspek ini saling berhubungan dan menguatkan satu sama lain. Kegembiraan (Joyful) hadir ketika siswa menemukan makna (Meaningful) dalam gerakan mereka, dan makna tersebut bisa ditemukan saat mereka sepenuhnya fokus (Mindful) pada apa yang sedang dipelajari.
Mendesain Modul Ajar Deep Learning Seni Tari Kelas 8
Modul ajar deep learning Seni Tari kelas 8 kurikulum merdeka biasanya mencakup elemen gerak, atribut tari, hingga ragam tarian daerah. Mari kita lihat bagaimana hal ini bisa diintegrasikan pada setiap tahap pembelajaran.
Fase 1: Pemodelan (Membangun Rasa Ingin Tahu – Joyful & Meaningful)
Daripada langsung menunjukkan gerakan, mulailah dengan pertanyaan yang bisa memicu rasa ingin tahu dan menghubungkan dengan pengalaman siswa.
Aktivitas: Tampilkan video pendek dari tarian daerah kontemporer atau cuplikan film yang menonjolkan tarian tradisional dengan cara yang menarik. Misalnya, tayangkan Tari Saman dengan kombinasi musik modern atau potongan Tari Legong dari Bali.
Pendekatan Deep Learning:
Joyful Learning: Ciptakan lingkungan belajar selayaknya menonton pertunjukan. Ajak siswa berdiskusi dengan pertanyaan terbuka, seperti “Apa yang kalian rasakan?” atau “Gerakan mana yang paling menarik perhatianmu?”
Meaningful Learning: Hubungkan tarian dengan kondisi saat ini. Contohnya, “Mengapa menurut kalian Tari Saman membutuhkan kekompakan yang tinggi? Bagaimana prinsip kekompakan ini bisa kita terapkan dalam kerja kelompok atau tim futsal kita?”
Fase 2: Eksplorasi Konsep dan Gerakan (Mindful & Joyful)
Pada tahap ini, siswa mulai bergerak dengan fokus pada proses, bukan hasil saja.
Aktivitas: Meneliti elemen gerak (tenaga, ruang, waktu) melalui permainan, bukan sekadar definisi.
Permainan “Rantai Gerak”: Siswa saling berdiri dalam lingkaran. Satu siswa membuat gerakan pendek dengan level tertentu (misalnya, rendah). Siswa berikutnya menirukan dan menambah gerakannya, dan terus berlanjut.
Eksplorasi Properti: Perkenalkan atribut tari seperti selendang atau kipas. Biarkan siswa bereksperimen dengan atribut tersebut. “Coba eksplorasi, berapa banyak cara berbeda yang bisa kalian lakukan dengan selendang ini?”
Pendekatan Deep Learning:
Mindful Learning: Selama proses eksplorasi, guru mengarahkan siswa untuk menjadi “mindful”. “Cobalah perhatikan, ketika kamu menggerakkan selendang dengan cepat, apa yang terjadi dengan napasmu?” atau “Perhatikan posisi kaki kanan dan kirimu saat melakukan gerakan memutar.”
Joyful Learning: Lingkungan bermain dan eksplorasi tanpa rasa takut akan kesalahan menciptakan lingkungan belajar yang ceria. Tawa dan ekspresi bahagia merupakan bagian dari aktivitass belajar.
Fase 3: Penciptaan dan Pemberian Konteks (Meaningful & Mindful)
Ini adalah bagian utama dari modul ajar deep learning Seni Tari kelas 8 kurikulum merdeka, di mana keterampilan dan pengetahuan diubah menjadi karya yang berarti.
Aktivitas: Proyek Kerja Sama Menciptakan Tarian Kelompok. Misalnya, memberikan tugas kepada tiap kelompok untuk membuat potongan tarian singkat berdasarkan tema yang relevan dengan kehidupan mereka, seperti “Persahabatan,” “Melestarikan Lingkungan,” atau “Menghargai Perbedaan,” dengan memasukkan gerakan dari tarian daerah tertentu (misalnya, Tari Piring dari Sumatra Barat atau Tari Gambyong dari Jawa Tengah).
Pendekatan Deep Learning:
Meaningful Learning: Siswa tidak sekadar meniru gerakan. Mereka harus melakukan riset kecil tentang filosofi Tari Piring (sebagai ungkapan rasa syukur) atau Tari Gambyong (yang lembut dan melambangkan keselarasan). Mereka kemudian menghubungkan filosofi tersebut dengan tema yang telah mereka pilih. “Bagaimana gerakan dalam Tari Piring bisa diubah untuk mencerminkan semangat ‘Melestarikan Lingkungan’?”
Mindful Learning: Selama tahap kreatif ini, siswa diajak untuk menyadari pilihan gerakan mereka. “Mengapa kalian memilih gerakan ini untuk melambangkan ‘persahabatan’? Apa arti gerakan ini bagi kalian?” Refleksi tersebut membuat setiap gerakan mempunyai tujuan dan makna.
Joyful Learning: Kegembiraan yang dirasakan adalah kebahagiaan karena “berhasil menciptakan”. Kebanggaan muncul atas hasil kerja tim, memecahkan tantangan kreatif, dan melihat karya siswa lainnya.
Fase 4: Refleksi dan Penghargaan (Mindful & Meaningful)
Aktivitas pembelajaran tidak berakhir setelah pertunjukan. Fase refleksi adalah waktu untuk merangkum pengalaman.
Aktivitas: Sesi Penghargaan dan Jurnal Reflektif. Setiap kelompok menampilkan karya mereka, dan kelompok lain memberikan pujian dengan sopan. Siswa kemudian menuliskan jurnal refleksi.
Pendekatan Deep Learning:
Mindful Learning: Dalam jurnal, siswa merefleksikan proses yang mereka jalani. “Apa tantangan tersulit yang kalian hadapi dalam kelompok? Bagaimana perasaanmu saat pertama kali mencoba gerakan tersebut? Apa yang kamu pelajari tentang dirimu sendiri selama proses ini?”
Meaningful Learning: Refleksi ini mengaitkan pengalaman menari dengan pengembangan karakter Pelajar Pancasila. “Nilai Pancasila mana yang paling terasa selama bekerja dalam tim? (Gotong Royong). Bagaimana pengalaman ini mengubah pemahamanmu terhadap tari tradisional?”
Contoh Penerapan Modul Ajar Deep Learning Seni Tari Kelas 8
Berikut contoh modul ajar deep learning Seni Tari kelas 8 SMP/MTs fase D yang menggabungkan ketiga dasar tersebut:
Tujuan Pembelajaran: Siswa dapat menganalisis elemen-elemen gerakan Tari Piring dan membuat segmen tari kelompok dengan tema “Rasa Syukur atas Kemajuan Teknologi” dengan memodifikasi gerakan dasar Tari Piring.
Pemodelan (Joyful/Meaningful): Menonton video Tari Piring yang tradisional dan modern. Diskusi: “Apa hubungan piring dengan rasa syukur?” dan “Teknologi apa yang paling kalian syukuri?”
Eksplorasi (Mindful/Joyful): Siswa mencoba gerakan dasar Tari Piring (langkah dan permainan tingkat). Mereka juga bereksperimen dengan pengganti piring (seperti piring plastik atau nampan). Guru membimbing: “Sadari keseimbangan tubuhmu saat membawa ‘piring’.”
Penciptaan (Mindful/Meaningful): Dalam kelompok, siswa merancang tarian. Mereka harus mempertimbangkan bagaimana gerakan menumpuk piring dapat diartikan sebagai “menumpuk pengetahuan”, atau gerakan mengayun piring melambangkan “menyebarkan informasi”. Setiap gerakan mempunyai alasan filosofis.
Refleksi (Sadar/Bermakna): Para siswa mempresentasikan hasil karya mereka dan mencatat pengalaman kreatif dalam jurnal, mengaitkan tradisi (Tari Piring) dengan era modern (teknologi).
Silahkan download modul ajar deep learning Seni Tari kelas 8 kurikulum merdeka disini
Modul ajar deep learning Seni Tari kelas 8 SMP/MTs fase D dalam kurikulum merdeka mempunyai kemampuan yang luar biasa untuk tidak hanya melahirkan penari yang mahir, tetapi juga untuk membentuk generasi yang mempunyai karakter, kreatif, dan mencintai budaya mereka. Dengan menerapkan cara Deep Learning, menghubungkan Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning, aktivitas belajar tari bisa mengalami perubahan yang signifikan. Ini adalah inti sebenarnya dari “Merdeka Belajar” ketika para siswa merasakan kebahagiaan dan makna di setiap langkah pembelajaran mereka, termasuk dalam setiap gerakan tari yang mereka buat.