Pembelajaran Fikih kelas 2 di Madrasah Ibtidaiyah (MI), lebih dari sekedar transfer ilmu mengenai prinsip-prinsip Islam. Proses ini adalah upaya untuk menanamkan nilai-nilai, membiasakan sikap, dan membentuk karakter Islami sejak awal. Oleh karena itu, reformasi dalam penyusunan perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Fikih kelas 2 MI sangat dibutuhkan. Penyusunan perangkat ajar dengan pendekatan tradisional sering kali hanya fokus pada penghafalan dan penyelesaian materi, bukan pada pemahaman yang mendalam dan penghayatan nilai-nilai.

Kurikulum berbasis cinta (KBC) dan pendekatan deep learning (pembelajaran mendalam) muncul sebagai solusi untuk kebutuhan ini. Dalam kurikulum ini, siswa dianggap sebagai subjek pembelajaran secara keseluruhan, yang mempunyai emosi, potensi, dan pengalaman hidup. Dengan perangkat ajar KBC Fikih kelas 2 MI yang sesuai, dimulai dari capaian pembelajaran (CP), alur tujuan pembelajaran (ATP), modul ajar, program tahunan (Pota), program semester (Promes), hingga kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP), pembelajaran bisa menjadi pengalaman yang bermakna, menyenangkan, dan berkesan di hati para siswa.
Kurikulum berbasis cinta (KBC) adalah sebuah pendekatan yang mendasari pembelajaran pada Panca Cinta yang meliputi cinta Allah Swt dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama manusia, dan cinta tanah air. Dalam model kurikulum ini, guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendidik yang menghadirkan kehangatan dan teladan.
Prinsip utama dari kurikulum berbasis cinta mencakup penghormatan terhadap potensi individu, pembelajaran yang memanusiakan, serta penekanan pada proses dibandingkan hanya hasil. Dalam konteks pembelajaran Fikih kelas 2 MI, pendekatan ini diaplikasikan melalui komunikasi yang lembut, cara persuasif, serta kegiatan belajar yang menyenangkan dan mempunyai makna.
Deep learning dalam pendidikan bukan hanya sekadar istilah terkait teknologi, melainkan sebuah metode yang mendorong pemahaman yang dalam, refleksi, dan penerapan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Berbeda dari surface learning yang menekankan penghafalan, deep learning mendorong siswa untuk memahami arti di balik setiap materi yang dipelajari.
Dalam perangkat ajar KBC Fikih kelas 2 MI, pendekatan deep learning sangat relevan. Para siswa diharapkan tidak hanya mengetahui cara-cara beribadah, tetapi juga memahami mengapa ibadah itu penting dan cara melaksanakannya dengan kesadaran penuh (mindful). Dengan begitu, Fikih tidak hanya terhenti pada buku teks, tetapi mengalir dalam kehidupan sehari-hari siswa.
Perangkat ajar terdiri dari dokumen perencanaan pembelajaran yang dibuat secara sistematis untuk memandu guru dalam kegiatan pembelajaran. Dalam perangkat ajar KBC Fikih kelas 2 Madrasah Ibtidaiyah yang dipadukan dengan pendekatan deep learning, berfungsi sebagai peta jalan bagi pembelajaran.
Jenis perangkat ajar KBC kelas 2 mencakup capaian pembelajaran (CP), alur tujuan pembelajaran (ATP), modul ajar, program tahunan (Pota), program semester (Promes), hingga kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP). Semua perangkat ini harus dibuat dengan harmonis, integratif, dan fokus pada pembelajaran yang bermakna. Integrasi nilai-nilai panca cinta dan deep learning menjadi jalinan yang mengaitkan seluruh komponen perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Fikih kelas 2 MI.
Capaian pembelajaran adalah kompetensi yang diharapkan untuk dicapai siswa pada akhir fase atau jenjang tertentu. CP Fikih kelas 2 MI dibuat dengan cara yang sederhana, kontekstual, dan berfokus pada pembentukan sikap serta pemahaman dasar.
Dalam kurikulum berbasis cinta, CP tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada aspek afektif dan psikomotor. Siswa diharapkan bisa memahami dan mempraktikkan ajaran Fikih dengan penuh kesadaran dan cinta, bukan karena paksaan.
Alur tujuan pembelajaran merupakan serangkaian tujuan pembelajaran yang dibuat dengan logis dan terintegrasi. ATP Fikih kelas 2 Madrasah Ibtidaiyah harus merefleksikan kemajuan berpikir siswa serta mendukung pengajaran yang mendalam.
Dalam pendekatan deep learning, ATP dibuat dari tujuan yang awalnya sederhana menuju yang lebih rumit. Setiap tujuan pembelajaran direncanakan untuk membangun pemahaman secara bertahap, melalui pengalaman belajar yang kontekstual dan reflektif.
Modul ajar adalah alat pengajaran yang paling praktis karena langsung diaplikasikan dalam kegiatan belajar di kelas. Modul ajar KBC Fikih kelas 2 MI sebaiknya dibuat dengan bahasa yang mudah dipahami anak, berisi beragam kegiatan belajar, serta penilaian yang bersifat humanis.
Susunan modul ajar KBC Fikih kelas 2 MI terdiri dari tujuan pembelajaran, pemahaman yang bermakna, pertanyaan pemantik, kegiatan belajar, dan penilaian. Dalam kurikulum berbasis cinta, modul ajar dibuat untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, aman, dan sarat makna.
Program tahunan adalah perencanaan pembelajaran yang ditetapkan untuk satu tahun ajaran. Prota Fikih kelas 2 Madrasah Ibtidaiyah disusun berdasarkan CP dan memperhatikan kalender akademik madrasah.
Dalam kurikulum yang mengutamakan cinta, Prota tidak hanya berfungsi untuk membagi materi, tetapi juga sebagai perencanaan nilai dan karakter yang akan ditanamkan sepanjang tahun. Sehingga, pembelajaran Fikih berlangsung secara terarah dan berkelanjutan.
Program semester merupakan rincian dari Prota dalam bentuk perencanaan pembelajaran setiap semester. Promes Fikih kelas 2 MI perlu bersifat fleksibel dan bisa menyesuaikan dengan kebutuhan siswa.
Promes yang berbasis pembelajaran mendalam memberi kesempatan bagi guru untuk mengembangkan metode pengajaran yang tidak terburu-buru, serta memberikan waktu yang cukup bagi siswa untuk memahami dan mengimplementasikan materi Fikih kelas 2 MI.
Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) adalah panduan yang digunakan untuk menilai pencapaian tujuan pembelajaran oleh siswa. Dalam kurikulum berbasis cinta, KKTP dibuat dengan pendekatan yang realistis, humanis, dan menghargai kegiatan belajar siswa.
KKTP Fikih kelas 2 Madrasah Ibtidaiyah tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi juga proses dan usaha yang dilakukan siswa. Hal ini membuat penilaian berfungsi sebagai media pembelajaran, bukan sebagai alat hukuman.
Keberhasilan perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Fikih kelas 2 MI sangat tergantung pada strategi penerapannya. Guru berperan sebagai fasilitator yang menghadirkan cinta, teladan, dan motivasi dalam kegiatan belajar.
Pembelajaran Fikih kelas 2 MI perlu dibuat dengan pendekatan aktif dan reflektif, membuat lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, dan mendukung perkembangan siswa secara holistik.
Perangkat ajar KBC Fikih kelas 2 MI yang berdasar pada panca cinta dan pembelajaran mendalam memberikan dampak positif yang signifikan. Siswa belajar dengan penuh keceriaan, memahami makna ibadah, serta berkembang menjadi individu yang berakhlak baik.
Bagi guru dan madrasah, perangkat ajar KBC kelas 2 ini membantu dalam membuat pembelajaran yang lebih bermakna, relevan, dan fokus pada pembentukan karakter Islami.
Silahkan download perangkat ajar KBC Fikih kelas 2 MI klik disini
Perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Fikih kelas 2 Madrasah Ibtidaiyah yang menadukan dengan pendekatan deep learning (pembelajaran mendalam) adalah sebuah inovasi strategis dalam pendidikan Islam dasar. Dengan perencanaan yang cermat melalui CP, ATP, modul ajar, Prota, Promes, dan KKTP, pembelajaran Fikih bisa berfungsi sebagai media penanaman nilai, pemahaman yang mendalam, serta pembentukan karakter sejak usia dini. Kurikulum tersebut tidak hanya mengajarkan aturan, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta dan kesadaran dalam beragama.