Perangkat Ajar KBC Fikih Kelas 7 MTs

Pendidikan Agama Islam, khususnya Fikih kelas 7 di Madrasah Tsanawiyah (MTs), sering menghadapi kesulitan karena materi yang diajarkan terlalu kaku. Hal ini membuatnya terasa kurang relevan bagi siswa yang sedang dalam pencarian identitas. Kurikulum yang berorientasi pada hafalan bisa kehilangan arti pentingnya dalam membentuk individu yang tidak hanya patuh, tetapi juga mengerti dan tergerak secara spiritual.

Perangkat Ajar KBC Fikih Kelas 7

Oleh karena itu, ada ide “Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning” sebagai jalan keluar. Pendekatan ini mengubah metode pengajaran dan keseluruhan aktivitas belajar, dimulai dengan perencanaan yang menyeluruh. Pengintegrasian nilai “Panca Cinta” dan metode “Deep Learning” dalam pelajaran Fikih kelas 7 MTs bertujuan untuk melahirkan generasi yang memahami, menyebarkan kasih, serta mempunyai kemampuan berpikir kritis dan kreatif dalam menghadapi kehidupan.

Landasan Filosofis: Mengapa Cinta dan Deep Learning?

Cinta dalam Islam lebih dari sekadar emosi; ini adalah prinsip yang mendasari ibadah. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa iman yang sejati adalah mencintai Allah dan utusan-Nya. Pembelajaran Fikih kelas 7 Madrasah Tsanawiyah yang berlandaskan Panca Cinta memandang hukum sebagai wujud cinta kepada Allah Swt dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama manusia, serta cinta tanah air.

Deep Learning adalah metode pendidikan yang menekankan keterampilan seperti berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan karakter. Dalam pelajaran Fikih kelas 7 MTs, ini mengajak siswa untuk tidak sekadar menghafal, tetapi juga memahami alasan di balik hukum, konteks sejarah dan sosialnya, serta menghubungkannya dengan isu-isu masa kini.

Menggabungkan kedua konsep ini menjadikan perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Fikih kelas 7 MTs lebih bermakna. Siswa tidak hanya belajar cara berwudhu, tetapi juga memahami arti kesucian. Mereka tidak hanya mengingat nisab zakat, tetapi juga terlibat dalam proyek menganalisis kemiskinan di sekitar dan merancang solusi berbasis zakat, infak, dan sedekah dengan empati.

Transformasi Perangkat Ajar: Dari Dokumen Administratif ke Peta Perjalanan Spiritual-Intelektual

Pelaksanaan kurikulum tersebut memerlukan perubahan menyeluruh terhadap perangkat ajar KBC Fikih kelas 7 MTs. Setiap elemen harus dipenuhi dengan semangat cinta dan dibuat untuk mendukung Deep Learning.

1. Capaian Pembelajaran (CP): Dari Pengetahuan Menuju Berakhlak Mulia

CP Fikih kelas 7 MTs tidak boleh lagi hanya menyatakan “memahami ketentuan thaharah dan shalat”. CP perlu diubah menjadi pernyataan yang lebih holistik dan terintegrasi. Misalnya:

“Pada akhir fase D, siswa menunjukkan cinta terhadap kebersihan dan kesucian (lahir dan batin) yang tercermin dalam kesadaran untuk menjalankan thaharah dengan benar dan menjaga lingkungan. Mereka mampu menganalisis hikmah dan pentingnya shalat dalam kehidupan sehari-hari, serta aktif berkontribusi dalam membangun budaya disiplin waktu dan kerjasama (jamaah) yang harmonis di sekolah dan masyarakat, dengan mendasari pada nilai-nilai ketakwaan dan kepedulian.”

CP semacam ini jelas menggabungkan aspek sikap (cinta, disiplin, peduli), pengetahuan (ketentuan), dan keterampilan (analisis, kontribusi).

2. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP): Merancang Urutan Penemuan Bermakna

ATP menjadi struktur yang menghubungkan CP dengan pembelajaran sehari-hari. ATP dibuat sebagai jalur penemuan yang bertahap dan kontekstual.

  • Fase Awal dimulai dengan pertanyaan yang memicu rasa ingin tahu, seperti “Mengapa kita harus bersih sebelum shalat?” atau “Apa hubungan kebersihan toilet di sekolah dengan ibadah kita?”.
  • Fase Inti melibatkan siswa yang mendalami dalil, menganalisis jenis najis, serta cara penyucian melalui eksperimen kecil dan diskusi tentang kebersihan air.
  • Fase Puncak mendorong siswa untuk melakukan lebih dari sekadar demonstrasi wudhu, seperti merancang kampanye “Sekolahku Suci dan Nyaman” atau membuat video pendek tentang etika menggunakan toilet sesuai ajaran Islam.

3. Modul Ajar: Sarana Deep Learning dan Panca Cinta

Modul ajar merupakan perwujudan nyata dari ATP. Dalam modul ajar KBC Fikih kelas 7 ini, metode belajar yang berbasis proyek, kajian mendalam, dan diskusi menjadi elemen utama.

  • Contoh Modul Ajar “Thaharah untuk Kebaikan Bersama”: Modul ajar KBC Fikih Kelas 7 ini ditujukan untuk mencapai pembelajaran yang mendalam. Siswa diberikan masalah yang relevan: “Banyak teman kita yang masih malas merapikan sepatu di depan mushola dan membuang sampah sembarangan.”
    • Pemikiran Kritis dan Kreativitas: Mereka menggali sumber hukum tentang kebersihan, mewawancarai guru agama serta petugas kebersihan, dan membuat solusi kreatif (misalnya: merancang rak sepatu yang menarik, poster digital dengan kutipan hadits).
    • Kerjasama dan Komunikasi: Mereka bekerja secara berkelompok, membagi tugas, dan mempresentasikan rencana kampanye mereka di depan kelas atau bahkan di forum sekolah.
    • Karakter dan Kasih Sayang (Cinta): Seluruh proses diwarnai dengan refleksi: “Ini adalah bentuk kasih kita kepada Allah yang menyukai kebersihan, cinta kepada diri sendiri yang ingin beribadah dengan nyaman, dan cinta kepada teman-teman kita dengan membantu mereka berbuat baik.”

4. Program Tahunan (Prota) dan Program Semester (Promes): Pengaturan Waktu yang Manusiawi

Prota dan Promes dalam konteks ini bersifat luwes. Mereka bisa disesuaikan untuk mendukung proyek-proyek pembelajaran mendalam yang mungkin memerlukan durasi lebih lama. Misalnya, Promes bisa memberikan waktu sekitar 3-4 minggu untuk satu modul besar seperti “Merancang Buku Panduan Shalatku yang Bermakna”, di mana siswa mempelajari fiqih shalat, mengaitkannya dengan pengetahuan kesehatan (manfaat gerakan shalat), serta menulis refleksi pribadi mengenai makna kekhusyukan, yang semuanya disajikan dalam karya akhir.

Prota membuat gambaran besar tema-tema (Thaharah, Shalat, Puasa Ramadhan, Zakat Fitrah) secara seimbang, memastikan bahwa kedalaman dan luasnya tetap terjaga sepanjang tahun.

5. Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP): Mengukur Lebih dari Sekedar Benar-Salah

Inilah inti dari evaluasi dalam kurikulum ini. KKTP harus mampu menangkap perkembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan.

  • Aspek pengetahuan mencakup tes tertulis pilihan ganda tentang urutan wudhu dan esai singkat yang meminta penjelasan mengenai hubungan antara membuang sampah sembarangan dengan nilai-nilai thaharah.
  • Aspek keterampilan berkaitan dengan rubrik observasi untuk presentasi, kualitas karya kampanye, atau kemampuan berargumentasi dalam diskusi.
  • Aspek sikap menilai cinta dan karakter siswa melalui penilaian diri, jurnal refleksi spiritual, observasi guru mengenai perubahan perilaku, serta testimoni dari teman sejawat. Salah satu contoh sikap yang dinilai adalah menunjukkan rasa syukur atas ketersediaan air bersih dan penggunaan yang hemat saat berwudhu. Skala pencapaian untuk sikap ini berkisar dari “mulai berkembang” hingga “membudaya.”

Tantangan dan Harapan ke Depan

Penerapan perangkat ajar KBC Fikih kelas 7 Madrasah Tsanawiyah ini tentu menghadapi berbagai tantangan. Diperlukan guru yang tidak hanya mempunyai pemahaman mendalam tentang Fikih, tetapi juga kompetensi pedagogik yang tinggi, kreativitas, dan yang paling penting, menjadi contoh dalam mewujudkan nilai-nilai kasih. Pelatihan untuk guru, pengembangan budaya kolaborasi antara guru, serta dukungan dari kepala madrasah dan orang tua menjadi kunci keberhasilan.

Silahkan download perangkat ajar KBC Fikih kelas 7 MTs klik disini

Dengan merombak keseluruhan perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Fikih kelas 7 MTs seperti CP, ATP, Modul Ajar, Prota, Promes, dan KKTP berdasarkan prinsip Cinta dan Deep Learning, aktivitas belajar bisa mengalami perubahan yang mendalam. Dari suatu pelajaran yang dianggap “wajib” dan “kaku”, menjadi sebuah perjalanan yang membangkitkan semangat spiritual dan intelektual yang menyenangkan, menantang, dan relevan. Para siswa tidak lagi berperan sebagai penerima informasi yang pasif, tetapi bertransformasi menjadi pembelajar aktif yang memahami, mencintai, dan secara sadar mengamalkan nilai-nilai agama demi kebaikan pribadi, masyarakat, dan lingkungan. Pada akhirnya, inilah busur utama dari pelajaran Fikih kelas 7 Madrasah Tsanawiyah: membuat generasi yang mencintai Tuhannya, memahami ajaran-Nya, serta cerdas dalam menerapkannya di tengah tantangan zaman yang kompleks.

You might also like
Perangkat Ajar KBC SKI Kelas 3 MI

Perangkat Ajar KBC SKI Kelas 3 MI

Perangkat Ajar KBC Bahasa Arab Kelas 2 MI

Perangkat Ajar KBC Bahasa Arab Kelas 2 MI

Perangkat Ajar KBC Fikih Kelas 2 MI

Perangkat Ajar KBC Fikih Kelas 2 MI

Perangkat Ajar KBC Akidah Akhlak Kelas 2 MI

Perangkat Ajar KBC Akidah Akhlak Kelas 2 MI

Perangkat Ajar KBC Al-Qur’an Hadis Kelas 2 MI

Perangkat Ajar KBC Al-Qur’an Hadis Kelas 2 MI

Perangkat Ajar KBC Fikih Kelas 1 MI

Perangkat Ajar KBC Fikih Kelas 1 MI