Dalam pembelajaran Prakarya Pengolahan kelas 7 SMP/MTs fase D, tidak hanya diajarkan keterampilan membuat atau mengolah makanan, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai seperti kemandirian, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan.

Konsep Deep Learning menjadi relevan di sini, karena tidak hanya fokus pada penguasaan materi, tetapi juga pada pemahaman yang mendalam yang menyatu dengan pengalaman dan nilai-nilai kehidupan. Deep Learning menggabungkan Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning, sehingga kegiatan belajar terasa utuh, bermanfaat, dan menyenangkan.
Penggabungan tiga pendekatan utama dalam pembelajaran yang berbasis Deep Learning, yaitu Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning, menjadi dasar dari desain modul ajar deep learning Prakarya Pengolahan kelas 7 kurikulum merdeka. Ketiganya saling berhubungan dan membantu menciptakan lingkungan belajar yang utuh, reflektif, dan menyenangkan.
Pendekatan Mindful Learning menegaskan pentingnya kesadaran penuh saat belajar. Dalam modul ajar deep learning Prakarya Pengolahan kelas 7 SMP/MTs fase D, pendekatan ini diterapkan melalui aktivitas yang meminta siswa untuk memahami arti dari setiap tindakan, dan bukan sekadar meniru atau menghafal langkah-langkah pengolahan bahan.
Misalnya, ketika siswa mempelajari “Pengolahan Bahan Pangan Lokal”, guru mengarahkan mereka untuk memperhatikan aspek keberlanjutan, etika konsumsi, dan dampak lingkungan dari pilihan bahan yang mereka gunakan. Guru bisa mendorong siswa untuk melakukan refleksi harian, seperti melalui jurnal memasak yang penuh kesadaran, di mana siswa mencatat pengalaman mereka saat mengolah bahan dan bagaimana perasaan mereka selama proses tersebut.
Tujuan akhirnya adalah membangun kesadaran bahwa setiap tindakan dalam pengolahan makanan mempunyai nilai, baik untuk diri sendiri, masyarakat, maupun alam. Dengan demikian, Mindful Learning membentuk kepekaan terhadap lingkungan, empati sosial, dan rasa tanggung jawab pribadi, yang sejalan dengan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dan dimensi profil lulusan.
Sebaliknya, Meaningful Learning bertujuan supaya pengetahuan yang diperoleh siswa tidak sekadar ringan atau terputus dari konteks kehidupan mereka. Dalam modul ajar deep learning Prakarya Pengolahan kelas 7 kurikulum merdeka, guru berupaya mengaitkan setiap kompetensi dengan pengalaman dan kebutuhan nyata siswa di sekitar mereka.
Sebagai contoh, ketika membahas “Teknik Dasar Pengolahan Makanan”, guru bisa mengaitkan pembelajaran dengan tradisi kuliner daerah, seperti pembuatan tempe, tape, atau makanan khas lokal lainnya. Dengan menyambungkan pembelajaran dengan budaya dan keseharian, siswa tidak hanya memahami teknik, tetapi juga menghargai nilai budaya dan ekonomi yang terkandung di dalamnya.
Kegiatan belajar bisa dilakukan melalui proyek berbasis masalah, seperti proyek “Inovasi Produk Olahan Daerah”. Dalam proyek tersebut, siswa diminta untuk merancang, membuat, dan mempresentasikan produk makanan yang mempunyai nilai jual dan relevansi di daerah mereka. Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar mengaitkan teori dengan praktik, pengetahuan dengan pengalaman, serta kreativitas dengan tanggung jawab sosial.
Pendekatan Meaningful Learning ini membuat pembelajaran terasa relevan dan berkesan, karena siswa merasakan bahwa apa yang mereka pelajari mempunyai nilai nyata dan bisa diterapkan dalam kehidupan.
Aspek ketiga, yakni Joyful Learning, mempunyai peranan vital dalam menjaga motivasi dan semangat belajar siswa. Pembelajaran Prakarya Pengolahan kelas 7 SMP/MTs fase D mempunyai potensi besar untuk menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan karena melibatkan aktivitas langsung, eksplorasi, dan kreativitas.
Dalam modul ajar deep learning Prakarya Pengolahan kelas 7 kurikulum merdeka, Joyful Learning bisa diterapkan melalui aktivitas interaktif seperti lomba “Kreasi Menu Sehat”, tantangan memasak, atau permainan edukatif yang melibatkan kerja sama. Peran guru adalah sebagai fasilitator yang menciptakan lingkungan belajar yang positif, di mana siswa merasa nyaman untuk berexpress dan berinovasi tanpa rasa takut akan kesalahan.
Lingkungan belajar yang menyenangkan tidak berarti mengabaikan disiplin, tetapi justru memupuk motivasi intrinsik, dorongan dari dalam diri siswa untuk belajar karena merasa senang dan tertantang. Oleh karena itu, Joyful Learning memperkuat aspek afektif siswa dan menjadi dasar yang penting untuk keterlibatan aktif dalam aktivitas belajar.
Ketika Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning dipadukan secara seimbang, pembelajaran Prakarya Pengolahan kelas 7 SMP/MTs fase D menjadi sebuah pengalaman yang kaya dan mendalam. Contohnya, dalam satu unit pembelajaran dengan tema “Pengolahan Makanan dari Bahan Nabati dan Hewani,” guru bisa merancang tahapan kegiatan seperti berikut:
Aktivitas tersebut tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai penting seperti kerjasama, empati, tanggung jawab, dan kemandirian. Pembelajaran menjadi menyeluruh, di mana aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik beroperasi secara seimbang.
Guru mempunyai posisi yang sangat penting dalam memastikan bahwa integrasi ketiga pendekatan ini berjalan dengan efektif. Dalam konteks Deep Learning, guru tidak lagi berfungsi sebagai sumber utama informasi, melainkan sebagai fasilitator, pendorong, dan reflektor. Sehingga guru perlu:
Guru juga bisa memanfaatkan teknologi digital pembelajaran untuk mendukung pengintegrasian pendekatan ini, misalnya melalui video tutorial tentang pengolahan makanan, simulasi dapur virtual, atau platform refleksi digital seperti Padlet dan Google Classroom Journal. Penggunaan teknologi ini membantu menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan relevan dengan zaman sekarang.
Supaya pengintegrasian ketiga pendekatan ini memberikan hasil yang maksimal, evaluasi tidak hanya menilai kualitas produk olahan siswa, tetapi juga proses berpikir dan refleksi yang mereka lakukan. Guru bisa menggunakan alat penilaian autentik seperti:
Refleksi menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran yang berkelanjutan. Setelah menyelesaikan satu siklus pembelajaran, siswa dan guru bersama-sama melakukan refleksi kelas untuk mendiskusikan:
Proses tersebut menciptakan budaya pembelajaran yang fleksibel, introspektif, dan fokus pada pengembangan kualitas individu.
Silahkan download modul ajar deep learning Prakarya Pengolahan kelas 7 kurikulum merdeka klik disini
Modul ajar deep learning Prakarya Pengolahan kelas 7 SMP/MTs fase D dalam kurikulum merdeka yang menggabungkan Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning adalah langkah yang cerdas untuk membangun aktivitas belajar yang menyeluruh dan berkelanjutan. Dengan cara tersebut, pembelajaran Prakarya tidak hanya menciptakan produk pangan, tetapi juga menciptakan individu yang peduli, mempunyai makna, serta merasa senang dalam belajar dan berkarya.