Program Semester (Promes) adalah dokumen yang digunakan untuk merencanakan pembelajaran jangka menengah yang mengandung tema, kompetensi, materi, metode, serta asesmen dalam satu kesatuan. Promes PAI dan Budi Pekerti kelas 1 fase A di kurikulum merdeka mempunyai peranan yang sangat penting, untuk memastikan siswa mencapai kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan dasar. Melalui Promes kurikulum merdeka, guru bisa mengelola ritme pembelajaran, memilih metode yang tepat, dan menggunakan berbagai media dalam aktivitas belajar supaya lebih efektif dan bermakna.

Penyusunan Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran dalam Promes PAI dan Budi Pekerti kelas 1 fase A kurikulum merdeka harus memenuhi kriteria spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan terikat waktu. Dengan menyusun tujuan pembelajaran, guru akan memiliki pedoman yang jelas untuk daya tarik aktivitas pembelajaran, mengevaluasi kemajuan siswa, serta melakukan refleksi dan perbaikan.
- Spesifik (Specific): Tujuan perlu dirumuskan secara jelas dan terfokus, contohnya “Siswa dapat mengucapkan salam ‘Assalamu’alaikum’ dengan intonasi yang tepat” lebih baik dibandingkan dengan “Siswa mengenali salam.”
- Terukur (Measurable): Pengukuran harus berbentuk jelas, misalnya “minimal 85% siswa mampu menyebutkan arti salam dalam Bahasa Indonesia.”
- Dapat Dicapai (Achievable): Sesuaikan dengan kemampuan dan karakter siswa kelas 1 fase A; jangan menargetkan hal yang tidak realistis untuk anak usia 6–7 tahun.
- Relevan (Relevant): Tujuan harus berkaitan langsung dengan tujuan pembelajaran PAI dan Budi Pekerti, contohnya menanamkan nilai menghormati orang tua setelah siswa mempelajari kisah Nabi Muhammad Saw.
- Terikat Waktu (Time-bound): Sebutkan batas waktu pencapaian, misalnya “Di akhir Subtema 1. 1, siswa dapat…”
Sebagai contoh, tujuan pembelajaran PAI dan Budi Pekerti kelas 1 fase A bisa dirumuskan sebagai berikut: “Pada akhir Subtema ‘Mengenal Diri sebagai Ciptaan Allah’, 90% siswa mampu menyebutkan tiga asmaulhusna yang artinya ‘Maha Pengasih’, ‘Maha Penyayang’, dan ‘Maha Pemelihara’ dengan lafal yang benar.”
Dengan tujuan dalam Promes kurikulum merdeka yang terstruktur dengan baik, guru bisa menyusun materi, memilih strategi, dan merancang asesmen baik formatif maupun sumatif dengan lebih terarah. Selain itu, siswa akan lebih termotivasi sebab mereka menyadari harapan yang ada dan memiliki tolok ukur keberhasilan yang jelas.
Komponen Utama Promes PAI dan Budi Pekerti Kelas 1 Fase A Kurikulum Merdeka
A. Capaian Pembelajaran (CP) Fase A
- Memahami kisah teladan Nabi Muhammad SAW serta Nabi lainnya.
- Mengenali huruf hijaiah, ayat-ayat pendek (Q. S. Al-Fatihah, Al-Ikhlas), serta doa harian.
- Meniru cara bersuci (wudhu), shalat, dan perilaku baik (jujur, disiplin, sopan).
- Menggambarkan kisah simbol dalam Islam (masjid, kaligrafi).
B. Alokasi Waktu
- Jumlah Minggu Efektif per Semester: 16–18 minggu.
- JP (Jam Pelajaran): 3–4 JP/minggu (total ± 54–72 JP/semester).
C. Materi Pembelajaran per Semester
Dikelompokkan berdasarkan elemen PAI: Al-Qur’an, Akidah, Akhlak, Fikih, Sejarah Islam:
Semester 1 Contoh Materi:
- Pengenalan huruf hijaiah.
- Kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW.
- Doa sehari-hari (doa sebelum makan, belajar).
- Praktik wudhu dan tata cara bersuci.
- Sikap jujur dan disiplin.
Semester 2 Contoh Materi:
- Menghafal Q. S. Al-Fatihah dan Al-Ikhlas.
- Mengenal Asmaulhusna
- Kisah Nabi Adam As.
- Shalat dan doa-doa sederhana.
- Akhlak baik terhadap orang tua dan teman.
D. Pembelajaran Berdiferensiasi
Aktivitas disesuaikan dengan kebutuhan belajar murid (misal: kartu huruf hijaiah interaktif bagi pelajar visual, lagu doa untuk pelajar auditori).
E. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)
Tema: “Berekspresi melalui Budaya Islam” (contoh: membuat kaligrafi nama sendiri, mementaskan kisah nabi).
F. Asesmen
- Asesmen Formatif: Mengamati perilaku, unjuk kerja wudhu, hafalan doa.
- Asesmen Sumatif: Koleksi gambar cerita nabi, kuis simbol-simbol Islam.
Strategi Pembelajaran PAI dan Budi Pekerti Kelas 1
Pendekatan pembelajaran untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti kelas 1 fase A kurikulum merdeka harus dirancang untuk memenuhi karakteristik anak berusia 6 hingga 7 tahun: memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, senang bermain, dan membutuhkan pengalaman yang nyata. Berikut adalah beberapa strategi utama dalam Promes kelas 1 yang bisa diterapkan:
Pendekatan Saintifik
- Observasi: Mendorong siswa untuk melihat contoh perilaku baik di lingkungan sekolah, seperti gotong royong saat membagikan alat tulis.
- Pertanyaan: Memberi kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan tentang arti doa atau nilai yang baru dipelajari, supaya mendorong siswa berpikir secara kritis.
- Eksperimen Sederhana: Melakukan praktik membaca doa bersama, lalu membandingkan cara pengucapan yang benar.
- Menalar: Membantu siswa menghubungkan nilai-nilai agama dengan tindakan nyata, seperti mengaitkan arti “syukur” dengan mengucapkan rasa terima kasih atas nikmat makanan.
- Mengkomunikasikan: Mengajak siswa untuk menceritakan atau mengekspresikan pemahaman mereka melalui gambar atau dramatization singkat.
Model Pembelajaran Kontekstual
- Memaknai Konteks Sehari-hari: Menghubungkan materi PAI dan budi pekerti dengan aktivitas sehari-hari, seperti mengucapkan salam saat bertemu teman dan guru.
- Pembelajaran Berbasis Masalah Sederhana: Guru memberikan situasi kecil, seperti boneka yang “lapar” meminta doa sebelum makan, kemudian meminta siswa untuk merespons dengan doa yang benar.
- Penilaian Autentik: Mengamati perilaku siswa dalam situasi nyata, seperti saat antri mengambil makanan di kantin atau berdoa sebelum bermain.