Program Semester (Promes) merupakan dokumen penting dalam kurikulum merdeka. Dokumen tersebut menjadi acuan bagi guru untuk mengarahkan pembelajaran selama satu semester. Untuk pelajaran Bahasa Indonesia kelas 2 SD/MI fase A, disusun dengan cara yang sesuai untuk siswa berusia 7–8 tahun, yang berfokus pada pengembangan kemampuan dasar berbahasa secara menyeluruh.

Promes kurikulum merdeka bukan sekadar daftar materi, tetapi juga mencakup strategi pembelajaran, penilaian, serta integrasi nilai yang tercantum dalam Profil Pelajar Pancasila. Dengan adanya Promes kelas 2, diharapkan guru dapat merancang aktivitas yang relevan, menarik, dan dapat meningkatkan minat belajar siswa sejak awal.
Berdasarkan CP Bahasa Indonesia kelas 2 fase A kurikulum merdeka yang mencakup:
Merupakan rincian dari CP yang ditentukan per semester atau per minggu, contohnya:
Disesuaikan dengan tema dan TP Bahasa Indonesia kelas 2 SD/MI, contohnya:
Supaya Promes Bahasa Indonesia kelas 2 SD/MI fase A dalam kurikulum merdeka bisa berjalan dengan efektif dan menarik, guru harus menerapkan strategi pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berpusat pada siswa. Berikut adalah dua pendekatan utama beserta langkah-langkah praktisnya:
Sebelum memulai materi baru, guru memotivasi siswa dengan menghubungkan topik pembelajaran dengan pengalaman sehari-hari. Misalnya, saat tema “Keluarga”, guru bisa bertanya, “Apa yang biasanya dilakukan Ayah dan Ibu di rumah pada akhir pekan? ” Ini membantu siswa membangun kerangka berpikir yang relevan.
Guru menunjukkan cara membaca teks dengan intonasi dan ekspresi yang tepat. Misalnya, dengan membaca dialog singkat antara kakak dan adik. Metode ini memberi contoh nyata bagi siswa tentang membaca dengan baik.
Siswa dibagi menjadi kelompok kecil untuk menyelesaikan tugas: menyusun urutan kata menjadi kalimat yang benar berdasarkan gambar cerita yang disediakan. Kelompok tersebut akan berdiskusi dan mempresentasikan hasilnya di depan kelas, sehingga terjadi pertukaran ide dan pembelajaran antar teman.
Setelah aktivitas utama, guru membimbing siswa untuk mencatat dua kalimat singkat di jurnal mereka: satu hal yang telah mereka pelajari dan satu hal yang ingin mereka ketahui lebih lanjut. Hal ini berfungsi untuk melatih metakognisi serta memberikan umpan balik kepada guru mengenai pemahaman siswa.
Guru memberikan tugas rumah yang berjudul “Menulis Kartu Pos untuk Keluarga” berdasarkan gambar yang tersedia. Tugas tersebut mengajak siswa untuk menggunakan keterampilan menulis dalam situasi nyata, sekaligus memperkuat penerapan pembelajaran bermakna.