Salah satu berkas paling penting dalam pelaksanaan kurikulum merdeka adalah Program Semester (Promes), yang berfungsi sebagai panduan bagi guru dalam menyusun, melaksanakan, dan menilai aktitas pembelajaran selama satu semester. Fase D, yang biasanya mencakup akhir semester kedua di kelas 9 SMP/MTs, adalah fase krusial sebelum siswa memasuki tingkat pendidikan menengah atas. Dengan demikian, pengembangan Promes kelas 9 yang tepat dan sesuai dengan prinsip kurikulum merdeka akan memberikan dasar yang solid untuk aktivitas pembelajaran Bahasa Inggris yang efektif, berarti, dan menantang.

Konsep Bahasa Inggris Kelas 9 Tahap D Kurikulum Merdeka
Filosofi dan Metode Pembelajaran Bahasa Inggris Kurikulum Merdeka
Falsafah belajar Bahasa Inggris yang diterapkan pada kurikulum merdeka menitikberatkan pada:
- Penerapan dalam Kehidupan Nyata: Isi pelajaran disesuaikan dengan pengalaman sehari-hari siswa, kekayaan budaya daerah, serta permasalahan yang mendunia.
- Peran Aktif Siswa: Siswa dijadikan tokoh utama dalam aktivitas belajar, tidak hanya menjadi pendengar yang pasif.
- Penggunaan Teknologi: Memanfaatkan berbagai sumber digital untuk meningkatkan kemampuan berbahasa, seperti video, aplikasi edukasi, serta platform daring.
- Pembelajaran Menyeluruh: Fokus pada peningkatan kemampuan mendengar (listening), berbicara (speaking), membaca (reading), menulis (writing), serta kemampuan berpikir secara mendalam (critical thinking) dan kesadaran akan keberagaman (multicultural awareness).
Kesiapan Siswa dalam Mengikuti Pembelajaran Bahasa Inggris Fase D
Di Fase D, diharapkan siswa telah memiliki fondasi kemampuan berbahasa Inggris tingkat menengah (intermediate). Beberapa indikator kesiapan mencakup:
- Penguasaan Perbendaharaan Kata dan Struktur Dasar: Siswa hendaknya memiliki lebih banyak kosakata (2000–3000 kata) dan memahami susunan kalimat yang lebih rumit.
- Kemahiran Berkomunikasi Secara Lisan dan Tertulis: Mampu bertukar pikiran tentang topik yang abstrak, membuat karangan narasi, penjelasan, serta deskripsi dengan alur yang jelas.
- Kemampuan Literasi Media: Siswa mulai menjelajahi sumber-sumber digital seperti artikel berita, video pembelajaran, dan buku elektronik.
Komponen Inti Promes Bahasa Inggris Kelas 9 Fase D Kurikulum Merdeka
Program Semester (Promes) adalah rancangan kegiatan belajar yang disusun untuk setiap semester guna mencapai capaian pembelajaran (CP) dalam kurikulum merdeka. Berikut adalah komponen Promes Bahasa Inggris kelas 9 SMP/MTs fase D:
Capaian Pembelajaran (CP) Fase D
Kemampuan akhir yang wajib dicapai di penghujung fase D kelas 9 SMP/MTs, contohnya:
- Kemampuan memahami isi teks informasi, narasi, serta prosedur yang kompleks.
- Kemampuan berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan dalam konteks pribadi, sosial, dan pendidikan.
- Penguasaan kosa kata dan susunan tata bahasa tingkat menengah (simple past future, conditional sentences, dan lain-lain).
Tujuan Pembelajaran (TP)
Rincian CP menjadi TP untuk setiap bagian materi, contoh:
- Siswa mampu mengidentifikasi teks narasi (legend, folktale) dengan susunan orientasi- complication-resolution.
- Siswa mampu menyusun teks prosedur (how to make/use something) dengan hubungan yang logis antar kalimat.
- Siswa mampu berdiskusi mengenai masalah lingkungan dengan menggunakan ungkapan setuju/tidak setuju.
Materi Pembelajaran
Dikelompokkan untuk setiap unit berdasarkan TP, contoh:
- Unit 1: Narrative Text (Legends, Folktales)
- Unit 2: Procedure Text (Manual, Recipe)
- Unit 3: Discussion Text (Environmental Issues)
- Unit 4: Functional Text (Formal Invitation, Announcement)
- Unit 5: Grammar Review (Past Perfect, Conditional Type 2)
Rencana Asesmen (Penilaian)
- Asesmen Formatif (Penilaian Selama Proses): Pengamatan, kuis singkat, tugas harian.
- Asesmen Sumatif (Penilaian Akhir): Ujian tengah semester (UTS), ujian akhir semester (UAS), proyek, serta portofolio.
- Tingkat penilaian disesuaikan dengan standar rubrik yang jelas.
Integrasi Nilai Profil Pelajar Pancasila dalam Promes Kurikulum Merdeka
Nilai-nilai penting Pelajar Pancasila yang dimasukkan ke dalam pembelajaran Bahasa Inggris kelas 9 SMP/MTs meliputi:
- Beriman dan Bertaqwa kepada Tuhan YME: Membangun sikap menghormati perbedaan budaya.
- Berkebhinekaan Global: Menghargai keragaman bahasa dan budaya dari berbagai negara.
- Gotong Royong dan Mandiri: Mendorong kegiatan kelompok serta kemampuan belajar secara individu.
- Berpikir Kritis dan Kreatif: Meningkatkan kemampuan menganalisis teks serta memecahkan masalah.
- Cinta Tanah Air: Memasukkan tema kebudayaan daerah dalam materi Bahasa Inggris kelas 9.
Teknik dan Strategi Pembelajaran Efektif
Pendekatan Tematik dan Kontekstual
Memilih topik yang dekat dengan keseharian siswa, contohnya:
- Masalah Lingkungan: Perubahan cuaca, mendaur ulang sampah, dan menjaga lingkungan.
- Teknologi dan Media Sosial: Menggunakan internet dengan baik, dunia digital.
- Kebudayaan dan Pariwisata: Kebudayaan daerah Indonesia, tempat liburan di berbagai negara.
Manfaat belajar dengan tema:
- Semangat Belajar Meningkat: Siswa merasa pelajaran berhubungan dengan hidup mereka.
- Kemampuan Berkembang Secara Utuh: Menggabungkan kemampuan berbahasa dan pemahaman tentang budaya.
Memanfaatkan Teknologi dan Sumber Belajar Digital
Di zaman sekarang, memakai teknologi jadi sangat penting:
- Tempat Belajar Online: Google Classroom, Edmodo, atau Microsoft Teams untuk membagikan materi, tugas, dan ulangan.
- Media yang Menarik: Video pelajaran, gambar bergerak, dan aplikasi permainan (quizizz, kahoot).
- Sumber Online: Artikel, tulisan ilmiah, dan buku elektronik berbahasa Inggris untuk bahan bacaan.
Model Pembelajaran Kolaboratif dan Kreatif
Beberapa cara yang bisa dipakai:
a. Think-Pair-Share
- Siswa berpikir sendiri, lalu berdiskusi dengan teman sebangku, kemudian menceritakan hasil diskusi di depan kelas.
- Melatih kemampuan berpikir mendalam dan berbicara.
b. Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)
- Siswa dibagi ke dalam kelompok kecil, setiap orang punya tugas masing-masing (penulis, pembicara, pencari informasi, pemeriksa).
- Meningkatkan kerja tim dan rasa tanggung jawab.
c. Bermain Peran dan Drama
- Siswa berakting seperti di kehidupan sehari-hari dalam Bahasa Inggris, contohnya percakapan di bandara atau saat wawancara kerja.
- Meningkatkan kemampuan berbicara dan percaya diri.