BerandaKelas 10Promes Sosiologi Kelas 10 SMA/MA Fase E Kurikulum Merdeka
Promes Sosiologi Kelas 10 SMA/MA Fase E Kurikulum Merdeka
4 menit membaca
Share this:
Kurikulum merdeka memberikan keleluasaan dan otonomi bagi lembaga pendidikan untuk merancang aktivitas pembelajaran yang selaras dengan karakteristik siswa dan konteks lokal. Salah satu alat penting dalam merencanakan pembelajaran adalah Program Semester (Promes), yang berfungsi sebagai panduan untuk guru dalam melaksanakan pengajaran selama satu semester. Promes Sosiologi kelas 10 SMA/MA fase E dibuat khusus untuk memfasilitasi guru dalam mengatur materi, strategi, dan asesmen pembelajaran supaya sesuai dengan tujuan yang ditetapkan dalam kurikulum merdeka.
Capaian Pembelajaran (CP) Sosiologi
Di akhir semester, siswa Sosiologi kelas 10 SMA/MA fase E diharapkan bisa memenuhi kompetensi sebagai berikut:
Penguasaan Konsep Dasar Sosiologi
Siswa mampu menjelaskan arti dari sosiologi dan lingkupnya, serta memahami istilah-istilah penting seperti struktur sosial, norma, dan status sosial.
Siswa dapat mendeskripsikan teori-teori klasik (misalnya karya Auguste Comte, Émile Durkheim, dan Max Weber) dalam hubungannya dengan fenomena sosial yang ada saat ini.
Keterampilan Analisis Interaksi Sosial
Siswa mampu mengenali pola dan bentuk interaksi sosial dalam berbagai konteks (keluarga, sekolah, masyarakat).
Siswa dapat mengidentifikasi hambatan dalam komunikasi, konflik, dan solidaritas antara individu atau kelompok, serta menawarkan solusi dengan menggunakan pendekatan sosiologis.
Kemampuan Mengkaji Perubahan Sosial
Siswa dapat menjelaskan alasan-alasan yang menyebabkan perubahan sosial (seperti teknologi, ekonomi, dan budaya) serta dampaknya terhadap masyarakat.
Siswa mampu melakukan analisis perbandingan antara masyarakat tradisional dan modern, serta meramalkan tren perubahan sosial di masa depan.
Pengembangan Sikap Kritis dan Empati Sosial
Siswa menunjukkan kecenderungan berpikir kritis dengan mengajukan pertanyaan merenung tentang isu-isu sosial yang sedang berlangsung.
Siswa mengembangkan rasa empati sosial melalui diskusi tentang kasus nyata, seperti kemiskinan, kesenjangan, atau intoleransi budaya.
Penerapan Nilai Profil Pelajar Pancasila
Siswa menerapkan nilai kerjasama dalam kelompok, menunjukkan sikap saling menghormati perbedaan, dan memperkuat semangat keadilan sosial.
Siswa berinisiatif dalam merancang mini-proyek sosiologi dan berpikir kritis saat menyusun laporan serta mempresentasikan hasil penelitian sederhana.
Keterampilan Komunikasi dan Presentasi
Siswa mampu menyusun laporan hasil observasi atau survei sosial secara terstruktur menggunakan bahasa yang baku.
Siswa mampu mempresentasikan temuan kelompok dengan percaya diri dan teratur, serta menggunakan media bantuan (slide, poster, infografis).
Komponen Promes Sosiologi Kelas 10 Fase E Kurikulum Merdeka
Capaian Pembelajaran (CP) Fase E Sosiologi Kelas 10
Dikembangkan berdasarkan CP fase E Sosiologi kelas 10 SMA/MA kurikulum merdeka.
“Siswa menganalisis dinamika kelompok sosial, struktur sosial, masalah sosial, dan perubahan sosial dalam masyarakat guna meningkatkan kepedulian sosial serta mengusulkan solusi yang berlandaskan nilai kemanusiaan dan kearifan lokal.”
Merupakan turunan dari CP Sosiologi kelas 10 SMA/MA untuk setiap elemen atau materi. Contoh untuk semester 1:
Minggu Ke 1-2: Menganalisis definisi dasar sosiologi (tindakan sosial, realitas sosial, fakta sosial) melalui studi kasus kehidupan remaja.
Minggu Ke 3-4: Mengidentifikasi jenis-jenis kelompok sosial dalam masyarakat yang multikultural serta dinamikanya.
Minggu Ke 5-6: Menganalisis struktur sosial dan aspek stratifikasi sosial di Indonesia.
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
Urutan materi dan aktivitas pembelajaran per minggu:
Hakikat Sosiologi: Diskusi “Fenomena Tren Media Sosial sebagai Fakta Sosial”, kegiatan eksperimen simulasi interaksi (Alokasi Waktu 3 JP).
Kelompok Sosial: Observasi terhadap kelompok di lingkungan sekolah, presentasi hasil observasi (Alokasi Waktu 3 JP).
Struktur Sosial: Analisis video dokumenter mengenai stratifikasi sosial, studi kasus tentang mobilitas sosial (Alokasi Waktu 4 JP).
Asesmen (Penilaian)
Asesmen Diagnostik: Pre-test mengenai konsep dasar sosiologi (di awal semester).
Asesmen Formatif:
Kuis interaktif (platform digital)
Observasi partisipasi dalam diskusi
Jurnal refleksi mingguan
Asesmen Sumatif:
Proyek analisis isu sosial dalam masyarakat (laporan + presentasi)
Asesmen sumatif akhir semester berbasis studi kasus
Integrasi HOTS dan Profil Pelajar Pancasila
Strategi Pengembangan HOTS
Supaya bisa meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS), Promes Sosiologi kelas 10 SMA/MA fase E kurikulum merdeka harus menerapkan metode pembelajaran yang menantang siswa untuk melakukan analisis, evaluasi, dan kreasi. Beberapa cara yang bisa digunakan antara lain:
Pembelajaran Berbasis Masalah: Guru menghadirkan kasus sosial nyata, seperti isu kemiskinan di kota dan meminta siswa untuk merancang solusi berdasarkan teori sosiologi. Langkah ini bertujuan untuk mengasah kemampuan analisis dan sintesis di kalangan siswa.
Pertanyaan Tingkat Tinggi: Saat berdiskusi, guru menekankan pertanyaan pada tingkat analisis, evaluasi, dan ciptaan, seperti “Apa efek globalisasi terhadap struktur sosial di kampung Anda? ” atau “Buatlah program intervensi sosial untuk menyelesaikan konflik antargenerasi.”
Debat dan Simulasi: Dengan membagi siswa ke dalam kelompok yang mendukung dan menolak isu sosial tertentu, siswa diajarkan untuk mencari data, merumuskan argumen yang logis, dan menjawab kritik, sehingga kemampuan berpikir kritis dan reflektif mereka semakin terasah.