Perangkat Ajar KBC Akidah Akhlak Kelas 7 MTs

Pembelajaran Akidah Akhlak kelas 7 di Madrasah Tsanawiyah (MTs) tidak hanya berkaitan dengan pengajaran mengenai iman dan perilaku baik. Lebih dari itu, pelajaran tersebut merupakan inti dari pendidikan karakter dalam Islam. Namun, kenyataan di lapangan sering kali menunjukkan bahwa pembelajaran masih bersifat normatif, didasarkan pada teks, dan kurang menyentuh aspek emosional siswa. Di sinilah pentingnya adanya perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) dan pembelajaran mendalam (deep learning) menjadi sangat signifikan

Perangkat Ajar KBC Akidah Akhlak Kelas 7

Bayangkan kegiatan pembelajaran Akidah Akhlak seperti menanam pohon. Apabila hanya menaburkan benih tanpa disiram dengan kasih dan dirawat dengan pemahaman yang dalam, pohon tersebut mungkin akan tumbuh, tetapi lemah. Kurikulum berbasis cinta (KBC) berfungsi sebagai air untuk pohon tersebut, sedangkan pembelajaran mendalam berperan sebagai akar yang menjelajahi tanah yang dalam. Perangkat ajar KBC Akidah Akhlak kelas 7 Madrasah Tsanawiyah yang diintegrasikan dengan deep learning terdiri dari capaian pembelajaran (CP), alur tujuan pembelajaran (ATP), modul ajar, program tahunan (Prota), program semester (Promes), dan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP).

Konsep Dasar Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)

Kurikulum berbasis cinta (KBC) dimulai dari kesadaran bahwa tujuan pendidikan sesungguhnya adalah untuk memanusiakan manusia. Dalam sistem pendidikan Islam, cinta bukan hanya merupakan sebuah emosi, tetapi juga nilai spiritual yang berasal dari kasih sayang Tuhan. Pembelajaran yang didasari oleh cinta akan menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan saling menghargai.

Nilai-nilai penting dalam kurikulum berbasis cinta mencakup kasih sayang, empati, dan teladan. Kasih sayang tercermin dari sikap guru yang menerima siswa dengan segala keadaannya. Empati bisa dilihat ketika guru berusaha memahami latar belakang dan perasaan siswa. Keteladanan menjadi bukti bahwa nilai akhlak tidak hanya diajarkan, tetapi juga ditunjukkan melalui perilaku.

Memahami Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) dalam Pendidikan

Deep learning dalam konteks pendidikan tidak berhubungan dengan kecerdasan buatan, melainkan tentang pembelajaran yang mendalam. Ini adalah kegiatan belajar yang mengarahkan siswa untuk memahami makna, mengaitkan berbagai konsep, merenungkan nilai-nilai, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Berbeda dengan metode pembelajaran tradisional yang lebih fokus pada hafalan, deep learning mengharuskan keterlibatan secara menyeluruh, baik dari segi kognitif maupun emosional.

Dalam pelajaran Akidah Akhlak kelas 7 MTs, konsep deep learning sangat penting karena bertujuan untuk menginternalisasi nilai-nilai. Siswa tidak hanya akan mengetahui arti kejujuran, tetapi juga memahami mengapa kejujuran itu penting dan bagaimana cara mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Integrasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning

Penggabungan kurikulum berbasis cinta dan deep learning dalam perangkat ajar KBC Akidah Akhlak kelas 7 Madrasah Tsanawiyah adalah pendekatan yang strategis untuk membuat pembelajaran yang tidak hanya fokus pada penguasaan materi, tetapi juga pada pembentukan sikap, nilai, dan kesadaran spiritual siswa. Pengintegrasian ini menjadikan siswa sebagai subjek pembelajaran yang utuh, mempunyai pikiran, hati, dan perilaku yang perlu dikembangkan secara seimbang dan berkesinambungan.

Pendekatan berbasis cinta membuat lingkungan belajar yang lebih manusiawi, aman, dan penuh penghargaan, sedangkan pembelajaran mendalam memastikan bahwa kegiatan belajar berlangsung secara serius, berbobot, dan kontekstual. Ketika keduanya dipadukan, pembelajaran Akidah Akhlak kelas 7 MTs tidak lagi bersifat normatif dan verbal, tetapi menjadi proses internalisasi nilai yang hidup dan relevan dengan kehidupan nyata siswa.

Landasan Filosofis Integrasi

Dari segi filosofis, penggabungan kurikulum berbasis cinta (KBC) dan pembelajaran mendalam (deep learning) berlandaskan pada pandangan pendidikan holistik dalam Islam. Pendidikan tidak hanya dianggap sebagai transfer ilmu, tetapi juga sebagai proses penyucian jiwa (tazkiyatun nafs), penguatan keyakinan, dan pembentukan akhlak yang baik. Dalam konteks ini, cinta dipahami sebagai rahmah (kasih sayang) yang menjadi fondasi hubungan antara guru dan siswa, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dalam membimbing umatnya.

Deep learning sejalan dengan ide tafakkur dan tadabbur dalam Islam, yang mencakup kegiatan berpikir mendalam untuk memahami makna mendasar di balik setiap ajaran. Dengan cara ini, penggabungan tersebut ke dalam perangkat ajar KBC Akidah Akhlak kelas 7 MTs bisa menghubungkan nilai-nilai spiritual dengan metode pengajaran modern yang mengedepankan pemahaman, refleksi, dan penerapan praktis.

Landasan Pedagogis Integrasi

Dari sudut pandang pedagogis, penggabungan ini mengacu pada teori pembelajaran konstruktivis dan humanis. Siswa dianggap sebagai individu yang membuat pengetahuan mereka sendiri melalui pengalaman belajar yang berarti. Peran guru adalah sebagai pendamping yang memberikan bimbingan, bukan sebagai sumber informasi tunggal.

Pendekatan yang didasarkan pada cinta mengharuskan guru untuk peka terhadap kebutuhan emosional dan sosial siswa, sedangkan deep learning mendorong guru untuk menciptakan pengalaman belajar yang menantang pikiran, meningkatkan kesadaran nilai, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dengan cara ini, pembelajaran Akidah Akhlak kelas 7 MTs menjadi proses interaktif yang melibatkan komunikasi, refleksi, dan tindakan nyata.

Prinsip-Prinsip Integrasi dalam Pembelajaran Akidah Akhlak Kelas 7

Integrasi kurikulum berbasis cinta dan deep learning pada perangkat ajar KBC Akidah Akhlak kelas 7 MTs harus berdasarkan beberapa prinsip utama sebagai berikut:

  1. Pembelajaran Berpusat pada Siswa: Siswa diberi kesempatan untuk bertanya, mengemukakan pendapat, dan merefleksikan pengalaman hidup mereka dalam kerangka nilai-nilai akidah dan akhlak.
  2. Hubungan Edukatif yang Humanis: Hubungan antara guru dan peserta didik dibangun atas dasar saling menghormati, saling percaya, dan kasih, sehingga menciptakan iklim belajar yang positif.
  3. Pemahaman Bermakna: Materi Akidah Akhlak tidak hanya diajarkan sebagai teori, tetapi juga dihubungkan dengan kenyataan kehidupan peserta didik agar memiliki arti pribadi.
  4. Refleksi Nilai: Setiap sesi pembelajaran diarahkan untuk melakukan kegiatan reflektif yang membantu siswa menyadari nilai-nilai keimanan dan akhlak dalam diri mereka.
  5. Aplikasi Nyata dalam Kehidupan: Pembelajaran mengarahkan siswa untuk menerapkan nilai akhlak baik dalam lingkungan madrasah, keluarga, dan masyarakat luas.

Bentuk Integrasi dalam Perangkat Ajar KBC Kelas 7

Integrasi kurikulum berbasis cinta dan deep learning bisa diterapkan dalam berbagai elemen perangkat ajar KBC Akidah Akhlak kelas 7 MTs, antara lain:

  • Tujuan Pembelajaran: Dibuat tidak hanya di ranah kognitif, tetapi juga di afektif dan psikomotorik, dengan penekanan pada pengembangan sikap dan karakter.
  • Kegiatan Pembelajaran: Didesain berdasarkan pengalaman, seperti diskusi reflektif, studi kasus, bermain peran, dan proyek nilai akhlak yang sesuai dengan kehidupan siswa.
  • Pertanyaan Pemantik: Menggunakan pertanyaan terbuka yang merangsang pemikiran mendalam, contohnya mengenai makna iman, kejujuran, atau tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
  • Asesmen Autentik: Menilai proses dan hasil pembelajaran secara menyeluruh melalui pengamatan sikap, jurnal refleksi, portofolio, dan tugas kontekstual.

Implikasi Integrasi bagi Kegiatan Pembelajaran

Integrasi kurikulum berbasis cinta (KBC) dan deep learning berdampak besar pada kegiatan pembelajaran Akidah Akhlak kelas 7. Pembelajaran menjadi lebih bermakna, interaktif, dan transformatif. Siswa tidak hanya memahami ajaran Islam dalam pengertian teoritis, tetapi juga merasakannya secara emosional dan menerapkannya secara langsung.

Selain itu, penggabungan ini membantu guru untuk menggeser cara mengajar dari sekadar menyampaikan materi menjadi mendampingi proses pembentukan karakter. Dengan demikian, Akidah Akhlak sesungguhnya berfungsi sebagai dasar pengembangan kepribadian muslim yang beriman, berakhlak baik, dan bertanggung jawab.

Secara keseluruhan, integrasi kurikulum berbasis cinta dan deep learning adalah kunci untuk mewujudkan perangkat ajar KBC Akidah Akhlak kelas 7 Madrasah Tsanawiyah yang relevan dengan tuntutan zaman, sambil tetap mempertahankan semangat dan nilai-nilai Islam yang menjadi esensinya.

Silahkan download perangkat ajar KBC Akidah Akhlak kelas 7 MTs klik disini

Penutup

Perangkat ajar kurikulum berbasis cinta (KBC) Akidah Akhlak kelas 7 Madrasah Tsanawiyah yang diintegrasikan dengan pendekatan deep learning (pembelajaran mendalam) merupakan solusi bagi tuntutan pembelajaran yang lebih bermakna dan berorientasi manusia. Melalui metode ini, pelajaran Akidah Akhlak tidak lagi terasa monoton, melainkan menjadi dinamis, menginspirasi emosi, dan meninggalkan kesan yang mendalam sepanjang hidup.

You might also like
Perangkat Ajar KBC SKI Kelas 3 MI

Perangkat Ajar KBC SKI Kelas 3 MI

Perangkat Ajar KBC Bahasa Arab Kelas 2 MI

Perangkat Ajar KBC Bahasa Arab Kelas 2 MI

Perangkat Ajar KBC Fikih Kelas 2 MI

Perangkat Ajar KBC Fikih Kelas 2 MI

Perangkat Ajar KBC Akidah Akhlak Kelas 2 MI

Perangkat Ajar KBC Akidah Akhlak Kelas 2 MI

Perangkat Ajar KBC Al-Qur’an Hadis Kelas 2 MI

Perangkat Ajar KBC Al-Qur’an Hadis Kelas 2 MI

Perangkat Ajar KBC Fikih Kelas 1 MI

Perangkat Ajar KBC Fikih Kelas 1 MI