Kurikulum merdeka membawa perubahan yang positif untuk dunia pendidikan. Kami menyaksikan adanya pergeseran besar dalam metode evaluasi murid. Para guru tidak lagi hanya terfokus pada nilai semata. Saat ini, pemahaman yang mendalam tentang aktivitas belajar menjadi aspek yang paling penting. Salah satu alat utama dalam penilaian ini adalah Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran, yang disingkat KKTP.

Sebelum membuat KKTP kurikulum merdeka, guru perlu memahami elemen-elemennya terlebih dahulu. Yang pertama adalah Tujuan Pembelajaran (TP) itu sendiri. TP adalah standar yang ingin dicapai oleh murid. Yang kedua, kita perlu menetapkan indikator pencapaian. Indikator tersebut berupa perilaku atau hasil yang bisa diamati. Contohnya, “murid dapat mencampurkan warna primer untuk menghasilkan warna sekunder”. Yang ketiga, kita harus menentukan skala nilai atau deskripsi kriteria. Skala tersebut bisa berupa nilai 1-4 atau deskripsi mulai dari “Belum Berkembang” hingga “Sangat Berkembang”.
Semua elemen tersebut saling berhubungan satu sama lain. Guru harus merencanakannya dengan sistematis sebelum aktivitas pembelajaran dimulai. Dengan perencanaan yang baik, penilaian akan berjalan dengan lancar.
Kurikulum merdeka membagi jenjang sekolah dasar ke dalam beberapa fase. Kelas 3 dan 4 termasuk dalam fase B. Pada fase tersebut, anak-anak mengalami transisi dalam perkembangan mereka. Mereka mulai berpikir dengan cara yang lebih logis dan teratur. Keterampilan motorik halus mereka juga semakin berkembang. Dalam pelajaran Seni Rupa kelas 3 SD/MI fase B, materi mulai dibahas dengan lebih mendalam. Mereka tidak hanya bereksperimen dengan warna. Murid mulai memahami elemen-elemen seni rupa seperti garis, bidang, dan tekstur. Mereka juga mulai belajar tentang seni rupa lokal.
Memahami fase tersebut sangat penting dalam membuat KKTP Seni Rupa kelas 3 SD/MI fase B kurikulum merdeka. Guru perlu menyesuaikan kompleksitas kriteria dengan usia murid. Hindari membuat kriteria yang terlalu sulit atau mudah.
Mari kita lihat contoh konkret dalam membuat TP Seni Rupa kelas 3 SD/MI fase B. TP perlu dibuat dengan menggunakan kalimat yang jelas dan bisa diukur. Berikut beberapa contohnya:
Setiap TP tersebut akan menjadi dasar dalam pembuatan KKTP kelas 3 SD/MI. Setelah itu, guru perlu mempertimbangkan, “Bukti seperti apa yang bisa ditunjukkan?”. Bukti tersebut akan dijabarkan dalam kriteria ketercapaian.
Setelah TP dibuat, langkah selanjutnya adalah mengubahnya menjadi kriteria. Kriteria tersebut harus bisa dilihat dan diukur oleh guru. Sebagai contoh, kita ambil TP nomor 3: Menceritakan makna karya seni rupa daerah.
Kita bisa membuat kriterianya sebagai berikut:
Kriteria-kriteria tersebut dibuat mulai dari yang sederhana hingga yang lebih kompleks. Guru bisa mencatat kriteria-kriteria mana yang telah terpenuhi oleh murid. Semakin banyak kriteria yang dipenuhi, semakin tinggi tingkat pencapaian murid.
KKTP Seni Rupa kelas 3 fase B kurikulum merdeka memerlukan berbagai metode penilaian. Tidak hanya bergantung pada ujian tertulis. Untuk Seni Rupa kelas 3 SD/MI, penilaian bisa dilakukan melalui berbagai pendekatan.
Setelah kriteria dan metode penilaian disiapkan, guru harus menetapkan interval nilai. Dalam kurikulum merdeka, kita sering menggunakan istilah penilaian. Istilah ini bisa sangat sederhana. Contohnya: Belum Berkembang (BB), Mulai Berkembang (MB), Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan Sangat Berkembang (SB). Setiap istilah harus disertai dengan penjelasan yang jelas.
Sebagai contoh untuk teknik pencampuran warna.
Penjelasan tersebut membantu guru serta orang tua untuk memahami posisi murid. Penjelasan ini juga memudahkan perencanaan tindak lanjut.