Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) adalah struktur yang membantu guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran. ATP kurikulum merdeka membolehkan guru untuk memecah tujuan utama menjadi indikator yang dapat diukur. Untuk kelas 7 Madrasah Tsanawiyah fase D dalam kurikulum merdeka, ATP Al-Qur’an Hadis menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai keagamaan, karakter, serta pengembangan kemampuan literasi dan numerasi bagi siswa.

Berikut adalah komponen-komponen dalam ATP Al-Qur’an Hadis kelas 7 MTs Fase D yang disusun berdasarkan kerangka umum ATP kurikulum merdeka dan ciri-ciri pembelajaran Pendidikan Agama Islam:
Target akhir keterampilan untuk siswa kelas 7 hingga 9 di MTs, mencakup:
Contoh dari TP Al-Qur’an Hadis kelas 7 MTs semester 1:
Contoh materi Al-Qur’an Hadis kelas 7 Madrasah Tsanawiyah yang diajarkan:
Setiap pertemuan (2 JP/minggu), contohnya:
Dalam fase D ATP Al-Qur’an Hadis kelas 7 Madrasah Tsanawiyah, penggabungan nilai karakter dan keagamaan menjadi dasar utama untuk memastikan bahwa pembelajaran tidak hanya melibatkan transfer ilmu, tetapi juga membentuk kepribadian yang baik. Melalui penjelajahan makna ayat dan hadis, siswa diberi kesempatan untuk menginternalisasi nilai-nilai universal seperti kejujuran, keadilan, kesabaran, serta memperdalam dimensi spiritual yang menjadi dasar etika beragama.
Tafsir Al-Qur’an kelas 7 tidak hanya fokus pada penjelasan arti lafaz dan konteks turunannya, tetapi juga menelusuri akhlak baik yang terkandung di dalamnya. Sebagai contoh, surat Al-Hujurat ayat 13 menekankan kesetaraan derajat manusia dan pentingnya saling mengenal, yang berhubungan dengan nilai toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan.
Guru mendorong siswa untuk mengaitkan kisah-kisah dalam Al-Qur’an dengan pengalaman sehari-hari, misalnya menghubungkan kisah Nabi Yusuf dengan teladan dalam menghadapi fitnah. Dengan cara ini, nilai kejujuran dan kesabaran dapat dirasakan relevansinya oleh siswa dalam kehidupan mereka.
Siswa diberikan tugas untuk menulis jurnal atau menciptakan poster visual yang menggambarkan penerapan akhlak Qurani dalam kegiatan sehari-hari, seperti kejujuran saat menyelesaikan tugas atau menghormati orang tua. Dalam diskusi kelas, pengalaman para siswa akan dibagikan sebagai bahan refleksi bersama.
Hadis yang dipilih berkaitan dengan perkembangan emosional dan sosial siswa, contohnya tentang kasih sayang dan kelemahlembutan (tirmidzi). Guru menekankan bahwa spiritualitas bukan sekadar ritual, tetapi lebih pada bagaimana menjalin hubungan antar manusia yang berlandaskan kasih sayang.
Siswa didorong untuk merasakan “momen spiritual” dengan membaca dan merenungkan hadis sebelum menjalani kegiatan utama. Metode ceramah singkat diikuti dengan sejenak hening guna memfasilitasi internalisasi nilai spiritual, seperti rasa syukur dan ketenangan jiwa.
Melalui proyek mini, seperti menyusun “diary spiritual” yang berisi catatan amalan baik berdasar hadis, siswa didorong untuk secara aktif menerapkan nilai-nilai spiritual. Guru kemudian mengadakan sesi berbagi untuk mengevaluasi dan menghargai kemajuan spiritual masing-masing siswa.
Dengan pengintegrasian nilai karakter dan agama yang terencana, ATP Al-Qur’an Hadis kelas 7 MTs fase D kurikulum merdeka membantu membentuk siswa supaya tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara moral dan spiritual.