Kurikulum merdeka menghadirkan berbagai perubahan signifikan. Perubahan tersebut berkaitan dengan cara merencanakan pembelajaran. Guru kini tidak lagi merujuk pada silabus yang lama. Sebagai gantinya, diperkenalkan istilah Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). ATP kurikulum merdeka berfungsi sebagai panduan utama untuk para guru.

ATP Fisika kelas 12 SMA/MA fase F kurikulum merdeka terdiri dari beberapa unsur penting. Pertama-tama, ada yang disebut Capaian Pembelajaran (CP). CP merupakan target akhir pada fase F. Kedua, dari CP, terdapat tujuan pembelajaran yang lebih spesifik dan mudah diukur. Ketiga, menghubungkan tujuan-tujuan pembelajaran. Hubungan tersebut menunjukkan perkembangan kognitif yang meningkat. Keempat, menyertakan indikator pencapaian. Indikator ini berfungsi mendukung penilaian harian. Kelima, alokasi waktu dilakukan secara fleksibel. Guru bisa menyesuaikan dengan kondisi di kelas.
Sebagai ilustrasi, mari kita lihat materi tentang gelombang. CP fase F menyatakan: “Murid dapat memahami karakteristik gelombang.” Beberapa tujuan yang bisa diturunakan adalah sebagai berikut.
Susunan tersebut dibuat dari yang paling mudah ke yang lebih kompleks. Perpindahan antar tujuan sangat jelas.
Membuat ATP Fisika kelas 12 SMA/MA fase F kurikulum merdeka memerlukan langkah-langkah yang teratur. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa diikuti oleh guru.
ATP Fisika kelas 12 fase F kurikulum merdeka memberikan berbagai keuntungan yang nyata. Bagi para guru, Alur Tujuan Pembelajaran berfungsi sebagai panduan yang jelas. Guru tidak perlu bingung dalam menentukan urutan materi. Mereka juga dapat mengukur perkembangan belajar dengan lebih mudah. Selain itu, mempermudah kerja sama antar guru. Guru Fisika kelas 12 bisa menyamakan alur dengan rekan-rekannya. Hal ini sangat penting untuk ujian bersama atau proyek lintas kelas.
Bagi para murid, ATP kelas 12 SMA/MA menjadikan tujuan pembelajaran lebih jelas. Mereka memahami apa yang perlu mereka capai setiap minggunya. Hal ini juga memungkinkan mereka untuk belajar dengan mandiri. Contohnya, jika seorang murid tertinggal pada tujuan ketiga, ia bisa meminta guru untuk menjelaskan ulang materi. Dengan adanya rencana tersebut, peta pembelajaran menjadi sangat terang. Murid merasa lebih termotivasi karena mereka bisa melihat kemajuan kecil setiap hari.
Selanjutnya, ATP kurikulum merdeka juga mempunyai manfaat untuk orang tua. Mereka bisa memantau kemajuan anak-anak mereka dengan mudah. Cukup dengan memeriksa daftar tujuan yang telah ditandai. Sekolah pun bisa melakukan pengawasan dengan lebih efisien. Kepala sekolah bisa memverifikasi kesesuaian ATP kelas 12 dengan CP Fisika fase F. Jadi, dokumen tersebut bukan hanya sekedar dokumen administratif, melainkan juga instrumen untuk transformasi pembelajaran.