Asesmen dalam kurikulum merdeka lebih fokus pada proses berpikir siswa, dengan asesmen formatif yang dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan observasi dari guru. Asesmen otentik menggunakan tugas yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Asesmen diagnostik berguna untuk mengidentifikasi kesulitan belajar, sedangkan asesmen sumatif diterapkan di akhir pembelajaran.
Kelas 3 SD/MI fase B terdiri dari siswa dengan beragam kemampuan, sehingga guru perlu melakukan diferensiasi dalam pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Ini mencakup:
Pengelolaan kelas yang efektif juga sangat penting untuk mendukung pelaksanaan ATP Matematika kelas 3 SD/MI fase B kurikulum merdeka. Kelas perlu diatur sedemikian rupa supaya siswa bisa dengan mudah mengakses berbagai alat belajar. Rutinitas belajar, seperti sesi latihan singkat di awal, berkontribusi pada peningkatan kemampuan dasar dalam numerasi. Di samping itu, guru juga harus membangun interaksi yang positif, mengajak siswa untuk berani bertanya dan berdiskusi dalam atmosfer yang aman dan nyaman.
Download ATP Matematika kelas 3 fase B kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
ATP Matematika kelas 3 SD/MI fase B dalam kurikulum merdeka adalah acuan yang sangat penting untuk membantu guru dalam merencanakan pembelajaran yang terstruktur dan relevan. Dengan ATP kurikulum merdeka yang baik, siswa akan mempunyai pola pikir yang sistematis sehingga bisa mengembangkan pemahaman konsep matematika dengan lebih baik.