Seni Musik kelas 10 SMA/MA semester dua fokus pada harmoni dan kreativitas. Guru mengajarkan akor mayor dan minor, yang merupakan gabungan tiga nada atau lebih. Sesudah itu, murid mempraktikkan akor C, F, dan G dengan keyboard atau gitar. Lalu memainkan progresi akor dasar I-IV-V-I sebagai dasar harmonisasi. Selanjutnya, mereka menggabungkan melodi dengan akor untuk membuat lagu pendek bertema alam. Kemudian, guru meminta murid menulis partitur sederhana menggunakan notasi yang dipelajari. Setiap kelompok, terdiri dari tiga hingga empat orang, berlatih dengan peran berbeda. Pada akhir semester, murid tampil bergiliran dan penampilan dinilai oleh guru. Selain itu, murid dikenalkan pada teknologi musik digital seperti BandLab atau GarageBand untuk eksplorasi lebih lanjut.
Implementasi ATP Seni Musik kelas 10 SMA/MA fase E kurikulum merdeka di lapangan sering mengalami kendala, terutama dalam alat musik. Banyak sekolah hanya mempunyai sedikit rekorder, jadi guru menggunakan benda sehari-hari sebagai pengganti, misalnya botol plastik dan kaleng bekas. Kreativitas guru muncul untuk mengatasi kekurangan tersebut. Sedangkan, alokasi waktu pembelajaran Seni Musik kelas 10 SMA/MA sangat terbatas, hanya dua jam per minggu.
Dalam menghadapi situasi tersebut, guru fokus pada tujuan dasar bermusik, tidak memaksakan semua indikator capaian pembelajaran. Motivasi murid rendah, karena beberapa menganggap musik tidak penting, sehingga guru mengaitkan materi dengan lagu populer untuk meningkatkan minat belajar. Mereka membagi kelas menjadi kelompok kecil supaya bisa memberikan perhatian individu. Selain itu, kurangnya pelatihan untuk guru diatasi dengan workshop yang membahas strategi ATP kurikulum merdeka terbaru.
Guru berperan sebagai arsitek pembelajaran aktif. Arsitek mendesain setiap langkah dengan cermat. Langkah awal, guru memulai dengan asesmen diagnostik di awal. Asesmen tersebut mengukur kemampuan awal murid. Hasilnya menentukan titik awal ATP Seni Musik kelas 10 fase E kurikulum merdeka secara tepat. Jika murid lemah ritme, maka guru perbanyak latihan. Jika murid kuat melodi, maka guru berikan tantangan. Selanjutnya, guru melakukan asesmen formatif setiap minggu. Formatif berupa pengamatan selama proses latihan. Selanjutnya, guru mencatat kemajuan dalam jurnal harian. Jurnal itu menjadi bukti perkembangan otentik.
Kemudian, guru juga memberikan kuis sederhana tentang teori. Kuis berisi identifikasi notasi dan dinamika. Hasil kuis memandu revisi metode mengajar. Pada akhir bab, guru mengadakan asesmen sumatif. Sumatif berupa proyek pertunjukan musik langsung. Proyek tersebut menilai tiga ranah utama. Pertama, ranah kognitif melalui tes tertulis singkat. Kedua, ranah afektif melalui sikap kerja sama. Ketiga, ranah psikomotor melalui keterampilan memainkan alat.
Guru Seni Musik kelas 10 SMA/MA membuat rubrik penilaian yang jelas. Selanjutnya, guru membagikan rubrik itu kepada murid sejak awal. Murid memahami kriteria keberhasilan dengan baik. Transparansi tersebut meningkatkan motivasi belajar murid. Murid berusaha mencapai semua kriteria yang diberikan. Setelah penilaian, guru memberikan umpan balik. Umpan balik berisi pujian dan saran perbaikan. Umpan balik tersebut bersifat konstruktif dan spesifik.
Download ATP Seni Musik kelas 10 fase E kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
Kurikulum merdeka mencapai tujuannya melalui ATP Seni Musik kelas 10 SMA/MA fase E. Tujuan utamanya adalah generasi berkarakter dan berbudaya. Seni musik mengajarkan keindahan dan kedisiplinan. Disiplin itu bermanfaat untuk kehidupan nyata. Ke depan, ATP kurikulum merdeka akan terus disempurnakan. Guru berperan dalam proses penyempurnaan itu. Masukan dari lapangan sangat berharga. Dengan kolaborasi, pendidikan musik semakin maju. Maju dalam kualitas dan relevansi zaman. Mari kita wujudkan pembelajaran musik yang merdeka. Merdeka belajar, berkreasi, dan berekspresi.