Kurikulum merdeka muncul sebagai penyegaran dalam dunia pendidikan tanah air. Dengan semangat belajar yang mandiri, kurikulum tersebut memberikan kebebasan yang lebih besar kepada para guru dalam membuat pengalaman pembelajaran yang bermakna, mendalam, dan sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik murid.

Salah satu elemen penting dalam penerapan perangkat ajar kurikulum merdeka adalah Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). ATP kurikulum merdeka bertindak sebagai arahan yang membantu guru mencapai Capaian Pembelajaran (CP) yang telah ditetapkan.
Capaian Pembelajaran Seni Rupa kelas 6 SD/MI di fase C terperinci dalam beberapa elemen yang saling terkait. Memahami elemen-elemen tersebut merupakan syarat utama sebelum membuat atau menganalisis ATP kelas 6. Elemen-elemen tersebut meliputi:
Elemen tersebut berkaitan dengan bagaimana murid mengamati, merasakan, dan mengalami secara langsung berbagai fenomena visual dan estetika. Murid diminta untuk menjelajahi lingkungan sekitar, mencermati karya seni, atau objek budaya guna mendapatkan inspirasi dan pemahaman yang lebih baik. Contohnya bisa berupa mengamati bentuk awan, tekstur kayu, atau mengunjungi pameran seni secara langsung atau virtual.
Ini adalah elemen inti di mana murid menuangkan ide dan pengalaman estetika mereka dalam bentuk karya. Proses penciptaan melibatkan pemilihan bahan, alat, teknik, dan langkah-langkah berkarya. Dalam fase C, murid diharapkan tidak hanya bisa membuat karya dua atau tiga dimensi, tetapi juga mulai merenungkan fungsi dan arti dari karya mereka. Mereka mulai bereksperimen dengan berbagai media, seperti cat air, cat akrilik, tanah liat, bahan daur ulang, atau media digital sederhana.
Elemen ini mendorong murid untuk berpikir kritis mengenai proses dan hasil karyanya, baik karya sendiri maupun karya orang lain. Murid diajarkan untuk menghargai, mengevaluasi, dan menyampaikan pengalaman estetika mereka. Mereka mulai mampu mengenali kelebihan dan kekurangan suatu karya serta menjelaskan alasan di balik pilihan artistik yang mereka ambil.
Elemen ini mencakup kemampuan metakognitif yang mengintegrasikan ketiga elemen sebelumnya. Murid belajar tentang cara kerja seniman, mulai dari eksplorasi ide, membuat sketsa, bereksperimen, hingga menyelesaikan karya dan mempresentasikannya. Mereka juga diperkenalkan pada istilah artistik dan cara untuk mengobrol mengenai karya seni. Elemen tersebut mengajak murid untuk mempunyai disiplin dan kebiasaan kerja layaknya seorang seniman.
Dalam membuat ATP kelas 6 SD/MI (sebagai tahap akhir fase C), perlu diingat bahwa ini adalah tahun terakhir di sekolah dasar. Oleh karena itu, alur tersebut harus dibuat untuk mencapai puncak kompetensi fase C sekaligus mempersiapkan murid untuk tahapan berikutnya.
Berikut adalah gambaran bagaimana ATP Seni Rupa kelas 6 fase C kurikulum merdeka bisa dibuat secara terstruktur selama satu tahun ajaran. Alur tersebut bersifat contoh dan bisa disesuaikan.