Kurikulum merdeka menghadirkan transformasi yang konstruktif dalam sistem pendidikan di Indonesia. Dengan pendekatan yang lebih adaptif, kurikulum tersebut menekankan pada peningkatan kompetensi dan karakter yang sesuai dengan dimensi profil lulusan. Ini memerlukan perubahan dalam metode pembelajaran serta asesmen.

Salah satu perubahan yang paling signifikan adalah penggantian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Perubahan tersebut bukan sekedar berganti nama, melainkan juga mencerminkan suatu filosofi yang baru. KKM menitikberatkan pada angka batas minimal yang sama untuk setiap murid, sedangkan KKTP kurikulum merdeka mencakup beragam kompetensi yang lebih luas dan merinci pemahaman serta keterampilan yang perlu dikuasai murid setelah menyelesaikan suatu tujuan pembelajaran.
Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) adalah sekumpulan kriteria atau indikator yang digunakan untuk mengevaluasi apakah seseorang murid telah mencapai pemahaman atau kompetensi yang diinginkan pada sebuah tujuan pembelajaran. KKTP kurikulum merdeka mempunyai sifat yang lebih deskriptif dan bersifat formatif, artinya tidak hanya menunjukkan “lulus” atau “tidak lulus”, tetapi memberikan gambaran mengenai posisi murid dalam proses pencapaian kompetensi.
Dalam KKTP kurikulum merdeka, guru tidak lagi hanya mengejar angka, tetapi lebih tertuju pada proses dan perkembangan pembelajaran murid. Ini sejalan dengan tujuan penilaian dalam kurikulum merdeka yang berfungsi sebagai umpan balik bagi guru dan murid untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran.
Sebelum membuat KKTP kurikulum merdeka, penting untuk mengenali karakteristik dari mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti kelas 3 SD fase B. Pada fase ini, murid berada dalam tahap konkret operasional. Mereka belajar dengan paling efektif melalui pengalaman langsung, pengamatan, dan interaksi dengan lingkungan mereka.
Mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti kelas 3 tidak hanya menyampaikan pengetahuan (kognitif) tentang Islam, namun yang lebih penting adalah membentuk sikap (afektif) dan keterampilan (psikomotorik) yang mencerminkan nilai-nilai ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari. Capaian Pembelajaran (CP) untuk Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti di fase B meliputi kemampuan murid dalam:
Kompleksitas inilah yang membuat pembuatan KKTP PAI dan Budi Pekerti kelas 3 fase B kurikulum merdeka sangat penting. KKTP kelas 3 harus mencakup ketiga aspek tersebut dengan proporsional dan terintegrasi.
Membuat KKTP PAI dan Budi Pekerti kelas 3 fase B kurikulum merdeka bukanlah tugas yang mudah. Terdapat beberapa komponen dan prinsip yang perlu diperhatikan oleh guru:
Kurikulum merdeka memberikan kebebasan kepada guru untuk memilih cara pembuatan KKTP PAI dan Budi Pekerti kelas 3 SD fase B yang paling relevan. Berikut beberapa metode yang bisa digunakan: