Program Tahunan atau Prota adalah dukumen penting dalam rencana pembelajaran. Ini berfungsi sebagai panduan untuk pembelajaran sepanjang tahun. Tanpa dokumen tersebut, aktivitas pembelajaran akan tanpa tujuan.

Pendidikan Pancasila kelas 2 SD/MI fase A memerlukan tujuan yang jelas. Tujuan tersebut membentuk karakter murid sejak dini. Kurikulum merdeka menawarkan kebebasan yang bermakna. Namun, kebebasan tersebut tetap memerlukan kerangka yang solid. Prota kurikulum merdeka hadir sebagai kerangka awal yang kuat.
Pembuatan Prota kurikulum merdeka memerlukan prosedur yang berurutan. Pertama, guru mengevaluasi capaian pembelajaran (CP) yang harus dicapai. Capaian pembelajaran (CP) Pendidikan Pancasila kelas 2 SD/MI fase A terdiri dari empat elemen meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Guru memahami setiap elemen dengan mendalam. Ia kemudian menguraikan menjadi tujuan pembelajaran. Tujuan-tujuan tersebut diatur secara berurutan.
Selanjutnya, guru membuat rangkaian tujuan pembelajaran. Rangkaian tersebut menjadi dasar untuk Prota kelas 2 SD/MI. Kemudian, dokumen tersebut merencanakan waktu untuk rangkaian tersebut. Guru membagi rangkaian ke dalam dua semester. Semester ganjil dan genap mempunyai proporsi yang seimbang. Guru memastikan tidak ada materi yang terlewatkan. Ia juga menjamin beban belajar tetap wajar. Setiap materi mendapatkan waktu yang cukup. Waktu yang cukup memungkinkan eksplorasi konsep secara menyeluruh. Murid tidak hanya sekadar menghafal tetapi juga memahami nilai-nilai Pancasila.
Pendidikan Pancasila kelas 2 SD/MI mempunyai karakter yang unik. Anak-anak di fase A masih dalam tahap berpikir konkret. Mereka belajar melalui pengalaman langsung. Prota Pendidikan Pancasila kelas 2 fase A kurikulum merdeka harus mencerminkan pendekatan ini. Guru membuat pembelajaran yang berbasis aktivitas. Aktivitas itu bisa berupa bercerita, bermain peran, dan menggambar.
Prota Pendidikan Pancasila kelas 2 membuat jadwal untuk aktivitas-aktivitas ini secara sistematis. Setiap aktivitas memiliki tujuan moral yang jelas. Anak-anak belajar tentang gotong royong melalui permainan kelompok. Mereka belajar mengenai keadilan dari pembagian tugas kelas.
Prota kelas 2 SD/MI juga menyertakan proyek (kokurikuler) untuk memperkuat dimensi profil lulusan. Kurikulum merdeka menyediakan alokasi khusus untuk proyek ini. Dokumen ini menentukan waktu untuk pelaksanaan proyek. Proyek bisa dilaksanakan selama satu minggu. Atau bisa juga dilakukan dalam beberapa pertemuan. Tema proyek disesuaikan dengan latar belakang sekolah. Misalnya, tema kearifan lokal sangat relevan. Anak-anak bisa mengenali budaya daerah mereka sendiri. Mereka merasa bangga terhadap identitas mereka. Prota kurikulum merdeka menjamin bahwa proyek ini tidak mengganggu pencapaian kurikulum. Sebaliknya, proyek justru memperkuat pemahaman murid.
Guru aktif dalam membuat Program Tahunan (Prota) sebelum tahun ajaran dimulai. Ia mengumpulkan semua dokumen yang diperlukan. Dokumen tersebut mencakup kalender pendidikan dan analisis waktu. Ia mencatat hari-hari libur baik nasional maupun dari sekolah. Ia juga mencatat aktivitas sekolah yang sudah terjadwal. Semua informasi ini menjadi bahan pertimbangan. Guru kemudian membuat tabel Prota Pendidikan Pancasila kelas 2 SD/MI fase A kurikulum merdeka yang sederhana. Tabel tersebut mencakup kolom untuk semester dan materi pokok. Ia mengisi kolom tersebut dengan alokasi waktu yang realistis.
Proses pembuatan tersebut melibatkan kerja sama. Guru kelas 2 SD/MI berdialog dengan kolega mereka. Mereka bertukar pengalaman dari tahun sebelumnya. Mereka juga berkomunikasi dengan guru kelas 1. Dialog ini menjaga kesinambungan dalam pembelajaran. Murid tidak mengalami perubahan materi yang tiba-tiba. Kegiatan belajar berjalan dengan bertahap dan stabil. Kerja sama ini juga menghasilkan pemikiran kreatif. Guru menemukan cara baru dalam mengajar. Cara tersebut kemudian dituangkan dalam rencana pembelajaran.