Program Tahunan atau Prota merupakan perangkat krusial dalam manajemen pembelajaran di sekolah. Para guru membuat Prota kurikulum merdeka untuk mendesain kegiatan belajar sepanjang tahun ajaran.

Prota kelas 4 untuk pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) fase B kurikulum merdeka berfungsi untuk membantu guru dalam merombak materi dengan cara yang teratur dan sistematis. Dengan adanya perangkat ini, guru bisa memanfaatkan waktu pembelajaran dengan lebih efisien. Selain itu, guru juga bisa memastikan semua tujuan pembelajaran tercapai sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Membuat Prota SKI kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah (MI) fase B kurikulum merdeka memerlukan persiapan yang cermat dan terencana. Guru tidak bisa sembarangan dalam membuatnya karena dokumen tersebut merupakan petunjuk inti selama satu tahun pengajaran.
Dalam kurikulum merdeka, pembuatan Program Tahunan harus selaras dengan capaian pembelajaran, karakter murid, dan kalender akademik sekolah. Oleh karena itu, guru harus memahami setiap tahap dalam membuatnya supaya hasilnya lebih efektif dan mudah diterapkan di dalam kelas.
Tahap pertama adalah dengan menganalisis kalender pendidikan. Guru harus memeriksa total minggu efektif dalam satu tahun ajaran. Kalender pendidikan memungkinkan guru untuk mengetahui waktu belajar yang tersedia selama semester ganjil dan genap. Di samping itu, guru juga bisa melihat jadwal libur nasional, kegiatan sekolah, dan ujian semester. Dengan informasi tersebut, guru bisa mendesain pembagian materi ajar dengan cara yang lebih realistis. Jika guru mengabaikan kalender pendidikan, kegiatan pembelajaran sering kali tidak sesuai dengan target yang diinginkan.
Setelah menganalisis kalender pendidikan, guru perlu mempelajari capaian pembelajaran atau CP. Dalam kurikulum merdeka, capaian pembelajaran menjadi petunjuk utama untuk menentukan tujuan pembelajaran murid. Guru SKI kelas 4 MI fase B harus mengetahui kompetensi yang perlu dicapai selama setahun. Sebagai contoh, murid diharapkan mampu memahami sejarah dakwah Nabi Muhammad SAW dan meneladani sikap para sahabat. Memahami CP membantu guru dalam memilih materi yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan murid.
Langkah selanjutnya adalah membuat Alur Tujuan Pembelajaran atau ATP. ATP membantu guru mengatur tujuan pembelajaran secara sistematis. Guru perlu mengatur materi Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dari yang paling sederhana hingga yang lebih kompleks. Pendekatan tersebut memudahkan murid untuk memahami keterkaitan antarperistiwa dalam sejarah Islam. Sebagai contoh, guru bisa memulai dengan pembahasan kondisi masyarakat Arab sebelum Islam, kemudian melanjutkan ke perjuangan dakwah Nabi Muhammad SAW. Rangkaian materi yang jelas membuat pembelajaran menjadi lebih terstruktur dan mudah dipahami.
Guru kemudian menetapkan materi pokok yang akan diajarkan selama setahun. Pada tahap ini, guru harus memilih materi yang benar-benar sesuai dengan capaian pembelajaran fase B. Materi SKI kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah umumnya mencakup dakwah Nabi Muhammad SAW, hijrah ke Habasyah, Isra Mi’raj, dan kehidupan masyarakat Yatsrib. Guru perlu memastikan setiap materi mempunyai hubungan yang logis. Jangan sampai materi terbuat secara acak karena hal tersebut bisa membingungkan murid.