Dalam proses transformasi pendidikan di Indonesia, kurikulum merdeka muncul sebagai alternatif baru yang menekankan pada pembelajaran yang relevan, mendalam, dan membebaskan siswa. Dalam konteks ini, untuk pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di kelas 4 SD/MI, sebuah perencanaan yang matang dan terstruktur sangat penting untuk mencapai keberhasilan. Di sinilah Program Semester (Promes) menjadi elemen yang sangat vital. Promes kurikulum merdeka bukan hanya dokumen administratif yang mengisi lemari guru, tetapi lebih sebagai peta strategis yang mengarahkan seluruh kegiatan pembelajaran selama satu semester agar capaian pembelajaran (CP) fase B bisa dicapai dengan cara yang bermakna dan menyenangkan bagi siswa.

Memahami Makna: Apa Itu Promes IPAS Kelas 4 dalam Kurikulum Merdeka?
Program Semester (Promes) adalah rencana waktu dan pembagian untuk mencapai tujuan pembelajaran dalam satu semester. Dalam rangka kurikulum merdeka, Promes IPAS kelas 4 SD/MI fase B mempunyai ciri-ciri khusus yang membedakannya dari kurikulum sebelumnya.
Pertama, Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) merupakan penggabungan dari dua bidang studi yang sebelumnya terpisah, yaitu IPA dan IPS. Penggabungan tersebut bukan sekadar penjumlahan, tetapi merupakan usaha untuk menunjukkan fenomena dunia secara menyeluruh kepada siswa. Siswa-siswi diminta untuk memahami bagaimana konsep-konsep alam dan sosial saling terkait dan mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Contohnya, saat belajar tentang siklus air, siswa tidak hanya mengetahui proses penguapan dan kondensasi (aspek alami), tetapi juga memahami bagaimana ketersediaan air berdampak pada kehidupan masyarakat (aspek sosial).
Kedua, kurikulum merdeka menekankan pentingnya pembelajaran yang berbeda sesuai kebutuhan. Promes kelas 4 yang baik harus dibuat dengan mempertimbangkan berbagai kebutuhan, minat, dan gaya belajar siswa. Ini berarti meskipun alur dan tujuan akhirnya sama, cara yang digunakan bisa berbeda-beda supaya semua siswa bisa mengikuti pembelajaran dengan baik.
Ketiga, pendekatan inquiry-based learning dan project-based learning menjadi inti dari pembelajaran IPAS kelas 4 SD/MI. Promes kurikulum merdeka harus dibuat supaya memberikan cukup ruang dan waktu bagi siswa untuk bertanya, mengeksplorasi, dan membuat suatu produk atau solusi berdasarkan pemahaman mereka.
Struktur dan Komponen Utama dalam Promes IPAS Kelas 4
Promes IPAS kelas 4 SD/MI fase B kurikulum merdeka yang lengkap minimal harus mencakup komponen-komponen berikut:
- Identitas: Nama sekolah, kelas, semester, mata pelajaran, dan tahun ajaran.
- Alokasi Waktu: Total jam pelajaran per minggu dan jumlah minggu efektif selama semester.
- Materi Pokok: Tema atau topik utama yang diambil dari pemetaan CP.
- Pembelajaran dan Asesmen: Ini adalah aspek penting dari Promes kurikulum merdeka. Bagian tersebut tidak hanya berisi “materi yang akan diajarkan”, tetapi juga aktivitas pembelajaran utama yang akan dilaksanakan.
- Contoh: Untuk topik “Siklus Air”, aktivitasnya bisa meliputi: “Proyek membuat model sederhana siklus air dengan menggunakan kantong plastik, air, dan sinar matahari”, “Diskusi mengenai pengaruh perilaku manusia terhadap kelestarian siklus air”, dan “Kunjungan ke taman atau area terbuka untuk mengamati proses penguapan.”
- Tujuan Pembelajaran (TP): Turunan langsung dari CP IPAS kelas 4 fase B yang lebih operasional dan bisa diukur. TP inilah yang menjadi sasaran pencapaian dalam setiap unit pembelajaran.
- Asesmen: Menjelaskan jenis asesmen yang akan digunakan, baik asesmen formatif (kuis, observasi, catatan anekdot, hasil diskusi) maupun asesmen sumatif (proyek akhir, presentasi, tes tertulis). Asesmen dibuat untuk mengukur pencapaian TP.
- Sumber Belajar: Buku teks, LKPD kelas 4, video, lingkungan sekitar, narasumber, atau platform digital yang akan digunakan.
Contoh Pelaksanaan Promes IPAS Kelas 4 Fase B
Mari kita tinjau bagaimana Promes IPAS kelas 4 SD/MI fase B kurikulum merdeka diterapkan dalam suatu topik selama 3 minggu.
Minggu 1-3: Topik “Tipe-Tipe Sumber Daya Alam dan Penggunaannya”
- Tujuan Pembelajaran: Siswa diharapkan mampu mengenali dan mengklasifikasikan sumber daya alam yang ada di sekitar mereka menjadi yang dapat diperbarui dan tidak dapat diperbarui, serta menyampaikan ide-ide sederhana untuk upaya penghematannya.
- Aktivitas Pembelajaran:
- Eksplorasi Awal (Minggu 1): Siswa diminta untuk melakukan “penjelajahan lingkungan” di area sekolah guna mengamati dan mencatat benda-benda yang berasal dari alam. Mereka berdiskusi: “Benda ini datang dari mana?”.
- Investigasi Konsep (Minggu 2): Dengan kegiatan tanya jawab dan melihat gambar/video, siswa diperkenalkan dengan konsep sumber daya alam yang bisa diperbarui (air, angin, sinar matahari, tanaman) dan yang tidak bisa diperbarui (minyak bumi, batubara, gas alam). Mereka juga melakukan permainan kartu untuk mengkategorikan gambar-gambar sumber daya alam.
- Proyek Kecil dan Refleksi (Minggu 3): Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok. Salah satu tugas mereka adalah menciptakan poster kampanye “Menghemat Air dan Listrik” atau merancang produk daur ulang sederhana dari botol plastik bekas. Mereka akan mempresentasikan karya mereka dan merefleksikan pentingnya melestarikan sumber daya alam.
- Asesmen:
- Asesmen Formatif: Mengamati partisipasi saat menjelajah lingkungan, hasil diskusi kelompok, dan keterlibatan dalam permainan kartu.
- Asesmen Sumatif: Poster kampanye dan presentasi proyek daur ulang dinilai dengan menggunakan rubrik yang telah disepakati bersama siswa.