Program Semester, atau yang biasa disingkat Promes, merupakan peta jalan penting bagi guru dalam membuat pelaksanaan pembelajaran secara terstruktur. Guru dituntut untuk mendesain pembelajaran yang sistematis dan terukur. Pembelajaran Akidah Akhlak kelas 4 di Madrasah Ibtidaiyah (MI) menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter murid.

Tanpa adanya Promes Akidah Akhlak kelas 4 fase B kurikulum merdeka, aktivitas pembelajaran akan kehilangan arah yang jelas. Dokumen tersebut menjamin pencapaian target kompetensi nasional, dengan sasaran utama untuk melahirkan generasi yang berakhlak mulia, serta mempunyai iman yang kokoh dan kuat.
Capaian pembelajaran (CP) merupakan acuan pokok dalam pembuatan Promes Akidah Akhlak kelas 4 fase B kurikulum merdeka. Guru harus menjabarkan CP tersebut menjadi tujuan pembelajaran yang konkret. Pada fase B, terdapat tiga elemen utama dalam Akidah Akhlak kelas 4 Madrasah Ibtidaiyah.
Ketiga elemen tersebut saling terkait dan tidak bisa dipisahkan. Guru harus mengurutkan tujuan pembelajaran dari yang paling dasar, dengan mempertimbangkan tingkat kesulitan dan keterkaitan antarmateri. Sebagai contoh, guru mengajarkan rukun iman terlebih dahulu, diikuti dengan penerapan iman dalam tindakan nyata, lalu dilanjutkan dengan materi tentang adab bergaul.
Pola pengajaran tersebut mencerminkan pendekatan bertahap dan sistematis, yang menghormati tahap perkembangan kognitif murid. Pada usia 9-10 tahun, murid memerlukan penguatan melalui contoh konkret, sehingga guru tidak memulai dengan konsep abstrak yang sulit. Pendekatan bertahap ini memastikan pemahaman murid menjadi lebih mendalam.
Waktu merupakan sumber daya yang sangat terbatas. Oleh karena itu, guru perlu menghitung jumlah minggu efektif dalam satu semester. Umumnya, satu semester berlangsung selama kurang lebih 18 minggu. Dari total tersebut, perlu dikurangi minggu libur dan ujian sekolah, sehingga diperoleh sekitar 16 minggu untuk pembelajaran aktif. Setiap minggu, materi Akidah Akhlak kelas 4 MI mendapatkan porsi dua jam pelajaran, sehingga total jam yang tersedia mencapai sekitar 32 jam pelajaran per semester. Jumlah tersebut cukup untuk mengajarkan delapan tema besar.
Tema tentang Asmaul Husna mendapatkan porsi 4 jam pelajaran, sedangkan tema beriman kepada malaikat dialokasikan 6 jam. Alokasi waktu disesuaikan dengan tingkat kesulitan setiap materi. Guru juga menyisipkan jeda khusus untuk ulangan harian, yang berfungsi sebagai evaluasi pemahaman murid. Selain itu, guru menyesuaikan materi dengan kalender Islam; misalnya, materi puasa diajarkan menjelang bulan Ramadhan dan materi zakat menjelang Idul Fitri.
Penyesuaian tersebut membuat pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna. Dengan demikian, Promes Akidah Akhlak kelas 4 fase B kurikulum merdeka mencerminkan kebutuhan riil murid.
Promes Akidah Akhlak kelas 4 MI fase B kurikulum merdeka harus mencakup strategi dan metode pengajaran yang jelas. Guru perlu memilih metode yang bisa mengaktifkan seluruh murid, sedangkan metode ceramah hanya digunakan secara terbatas. Dalam praktiknya, guru lebih sering menggunakan diskusi kelompok kecil di dalam kelas. Diskusi tersebut melatih murid untuk menyampaikan pendapat dengan cara yang sopan. Selain itu, guru juga menerapkan metode bermain peran atau simulasi, yang bertujuan untuk menanamkan empati kepada murid. Melalui bermain peran, murid mudah merasakan menjadi seseorang dengan karakter yang berbeda. Mereka juga diajarkan untuk menyelesaikan konflik dengan cara yang damai dan bijaksana.
Di samping itu, guru menggunakan metode storytelling atau bercerita. Kisah Nabi Muhammad SAW mengandung banyak nilai-nilai moral yang luhur. Guru mengaitkan kisah tersebut dengan kehidupan sehari-hari murid, dan menggunakan media visual seperti gambar serta video untuk mendukung proses ini. Media tersebut membantu dalam menjelaskan konsep-konsep yang bersifat abstrak. Guru juga mendesain proyek kelompok demi penguatan karakter murid. Proyek membuat komik tentang kejujuran sangat menarik untuk anak-anak. Semua strategi pengajaran tersebut dicantumkan secara rinci dalam kolom pada Promes kurikulum merdeka, yang membantu guru dalam menyiapkan alat peraga. Persiapan yang matang ini bisa mengurangi hambatan saat proses pengajaran berlangsung.