Program Semester atau Promes mempunyai peran yang sangat krusial untuk pendidik. Promes Bahasa Arab kelas 6 fase C dalam kurikulum merdeka mengatur keseluruhan aktivitas pembelajaran. Dokumen tersebut mendukung guru dalam mencapai tujuan pembelajaran secara terstruktur.

Tanpa adanya Promes kurikulum merdeka, pengajaran Bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah (MI) akan kehilangan pedoman yang jelas. Guru memerlukannya sebagai petunjuk untuk rencana akademik di semester ganjil dan genap. Maka dari itu, pembuatannya harus dilakukan dengan langkah-langkah yang sistematis dan terencana.
Guru melakukan analisis terhadap Capaian Pembelajaran yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Capaian tersebut menjadi fondasi utama dalam pembuatan Promes Bahasa Arab kelas 6 MI fase C kurikulum merdeka. Selanjutnya, guru merinci capaian menjadi Alur Tujuan Pembelajaran atau ATP. ATP tersebut kemudian dijelaskan dengan detail dalam Program Semester.
Kurikulum merdeka memberikan keleluasaan dalam mengembangkan komponen Promes kelas 6. Namun, keleluasaan tersebut tetap harus mengikuti ciri-ciri fase C. Fase C mengharuskan murid untuk memahami teks Arab yang sederhana. Murid juga wajib dapat menyampaikan gagasan dasar secara lisan. Oleh karena itu, Promes kurikulum merdeka perlu memuat empat keterampilan berbahasa sekaligus. Keterampilan tersebut terdiri atas menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Guru memastikan bahwa ke empat aspek ini mendapatkan proporsi yang seimbang. Keseimbangan tersebut sangat penting untuk membangun kompetensi komunikasi yang menyeluruh.
Guru menetapkan alokasi waktu untuk setiap kompetensi keahlian. Alokasi tersebut mempertimbangkan jumlah minggu yang efektif dalam satu semester. Guru menghitung minggu efektif berdasarkan kalender akademik sekolah. Kemudian, guru mengurangi jumlah minggu efektif karena adanya hari libur nasional. Hari libur sering kali mengurangi jumlah jam belajar secara signifikan.
Setelah itu, guru mendistribusikan sisa waktu ke dalam berbagai tema utama. Tema utama disesuaikan dengan lingkungan dan minat murid kelas 6. Sebagai contoh, tema mengenai sekolah dan kehidupan sehari-hari sangat relevan. Tema tentang liburan dan keluarga juga menarik bagi murid. Guru memilih tema yang akrab dengan kehidupan sehari-hari anak-anak. Pemilihan tema yang sesuai akan meningkatkan motivasi belajar murid dengan signifikan. Murid cenderung lebih bersemangat ketika materi selaras dengan pengalaman mereka.
Guru merumuskan Tujuan Pembelajaran yang jelas dan terukur. Tujuan tersebut berfungsi sebagai indikator keberhasilan di setiap pertemuan di kelas. Guru menuliskan tujuan pembelajaran menggunakan kata kerja yang operasional dengan jelas. Kata kerja seperti mengidentifikasi, membedakan, dan memproduksi terbukti sangat efektif.
Promes Bahasa Arab kelas 6 MI fase C kurikulum merdeka mencakup tujuan pembelajaran untuk setiap minggu dalam urutan yang sistematis.
Susunan tersebut menjamin peningkatan kemampuan dengan cara yang bertahap dan sistematis. Guru tidak melompat materi supaya murid tidak kebingungan. Konsistensi urutan membantu pemahaman jangka panjang mereka.
Guru membuat kriteria dan alat penilaian dalam Promes Bahasa Arab kelas 6 fase C kurikulum merdeka. Penilaian meliputi aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara menyeluruh. Guru mendesain tes tertulis untuk mengevaluasi pemahaman tata bahasa. Pendidik juga menyediakan tes lisan untuk menilai kemampuan berbicara murid. Guru membuat rubrik penilaian proyek guna mengukur hasil karya murid.
Pengajar menetapkan waktu untuk remedial dan pengayaan secara seimbang. Remedial ditujukan bagi murid yang belum mencapai standar nilai. Sementara pengayaan dikhususkan untuk murid yang sudah melampaui batas minimum. Keduanya tercantum dalam Promes kurikulum merdeka sebagai aktivitas pembelajaran tambahan yang fleksibel. Guru membuat jadwal khusus di luar waktu pelajaran utama. Penjadwalan yang jelas mempermudah guru untuk memanggil murid yang membutuhkannya. Murid juga merasa diperhatikan secara pribadi melalui program ini.