Membuat Program Tahunan (Prota) Bahasa Inggris kelas 9 SMP/MTs fase D dalam kurikulum merdeka adalah langkah krusial yang menentukan cara pengajaran selama setahun. Jika pembuatannya dilakukan secara terburu-buru, kegiatan belajar bisa menjadi tidak fokus dan tujuan yang diinginkan tidak tercapai. Namun, jika Prota kurikulum merdeka dibuat secara terencana, guru akan mempunyai pedoman yang jelas dan bisa menyesuaikan dengan kebutuhan murid.

Pada fase D, murid diharapkan mempunyai kemampuan berbahasa Inggris yang lebih baik. Mereka perlu memahami konteks dan tujuan komunikasi, serta mampu menghasilkan teks lisan dan tulisan dengan tingkat kompleksitas yang lebih tinggi. Penyusunan Prota kelas 9 SMP/MTs harus mempertimbangkan keseimbangan antara empat keterampilan utama yaitu listening, speaking, reading, dan writing.
Untuk memastikan arah yang tepat, berikut adalah langkah-langkah sistematis yang bisa diikuti dalam membuat Prota Bahasa Inggris kelas 9 SMP/MTs fase D kurikulum merdeka secara menyeluruh dan profesional.
Langkah pertama yang paling penting adalah membaca dan memahami dokumen Capaian Pembelajaran (CP) fase D secara menyeluruh. Jangan hanya sekadar melihat, tetapi dalami setiap aspek kompetensi yang harus dikuasai murid di akhir fase. Capaian pembelajaran menjadi dasar utama dalam penyusunan Prota Bahasa Inggris kelas 9 fase D kurikulum merdeka karena seluruh perencanaan tahunan harus terfokus pada pencapaian target tersebut.
Guru perlu mengidentifikasi capaian pembelajaran yang berkaitan dengan pemahaman teks lisan dan tertulis, produksi teks, serta penggunaan bahasa dalam konteks sosial dan budaya. Misalnya, di kelas 9 SMP/MTs, murid diharuskan memahami berbagai genre teks seperti narrative, report, procedure, dan descriptive dengan struktur dan unsur kebahasaan yang sesuai. Tanpa pemahaman yang jelas tentang capaian tersebut, pembagian materi dalam Program Tahunan (Prota) bisa menjadi tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Dalam pelaksanaannya, guru bisa membuat ringkasan capaian pembelajaran dan memetakan ke dalam unit materi yang relevan. Proses pemetaan tersebut akan membantu memastikan bahwa semua aspek CP tercakup dalam rencana tahunan. Analisis yang cermat pada tahap awal akan melindungi guru dari kesalahan distribusi materi yang berpotensi menumpuk di akhir semester.
Setelah memahami capaian pembelajaran, langkah selanjutnya adalah menghitung jumlah minggu efektif berdasarkan kalender pendidikan yang berlaku di sekolah atau daerah setempat. Perhitungan tersebut sangat penting karena akan mempengaruhi apakah rencana pembelajaran yang dibuat realistis atau tidak.
Guru harus mencatat jumlah minggu dalam satu tahun ajaran dan kemudian mengurangi hari libur nasional, cuti bersama, dan kegiatan sekolah seperti ujian, asesmen, atau peringatan hari besar. Hasil dari perhitungan tersebut akan menunjukkan total minggu efektif yang benar-benar bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran.
Sebagai contoh, jika terdapat 36 minggu efektif dalam satu tahun ajaran, maka guru perlu membagi seluruh capaian pembelajaran ke dalam 36 minggu tersebut secara proporsional. Hindari perencanaan yang terlalu ambisius sehingga materi tidak selesai, atau sebaliknya, terlalu longgar hingga waktu untuk belajar tidak dimanfaatkan dengan baik. Ketelitian dalam menghitung minggu efektif akan membuat Prota Bahasa Inggris kelas 9 SMP/MTs lebih realistis dan mudah dilaksanakan.
Langkah berikutnya adalah mengelompokkan materi pelajaran berdasarkan tingkat kesulitan dan pentingnya. Tidak semua materi mempunyai tingkat kompleksitas yang sama. Ada materi yang lebih mudah dipahami oleh murid dan ada pula yang membutuhkan lebih banyak waktu karena melibatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi.
Sebagai ilustrasi, teks descriptive mungkin bisa diselesaikan dalam waktu yang lebih cepat daripada teks laporan yang memerlukan pemahaman mengenai struktur informasi yang lebih rumit. Guru harus mempertimbangkan kesiapan murid, pengalaman belajar sebelumnya, serta hasil asesmen diagnostik untuk menentukan alokasi waktu pembelajaran setiap materi.
Pemilihan urutan materi juga perlu dilakukan secara logis dan konsisten. Materi dasar sebaiknya diberikan di awal semester untuk membangun pondasi, sedangkan materi yang lebih rumit bisa diserahkan setelah murid sudah paham dengan baik. Pendekatan tersebut akan menjadikan alur pembelajaran lebih natural dan tidak membebani murid secara berlebihan.
Setelah materi direncanakan, guru perlu menetapkan waktu untuk setiap unit pembelajaran. Penetapan waktu harus memperhatikan empat keterampilan berbahasa dengan proporsional. Hindari Prota Bahasa Inggris kelas 9 SMP/MTs yang terlalu menitikberatkan pada reading dan writing, sementara listening dan speaking diabaikan.
Setiap unit materi seharusnya mencakup kegiatan yang mengkombinasikan keempat keterampilan tersebut. Contohnya, saat belajar tentang narrative text, murid bisa mendengarkan cerita (listening), mendiskusikannya (speaking), membaca teks sejenis (reading), dan menulis cerita sederhana (writing). Dengan cara integratif tersebut, pembelajaran menjadi lebih bermakna dan sesuai konteks.
Alokasi waktu juga harus menyertakan sesi untuk asesmen formatif dan sumatif. Jangan letakkan asesmen mendadak di akhir semester tanpa cukup waktu persiapan. Dengan merencanakan jadwal asesmen dalam Prota kelas 9 sejak awal, guru bisa mengatur ritme pembelajaran dengan lebih sistematis.
Prota kurikulum merdeka mencakup satu tahun ajaran penuh, sehingga pembagian antara semester ganjil dan genap harus dipikirkan secara seimbang. Guru harus memastikan bahwa distribusi materi tidak berat sebelah, misalnya terlalu banyak di semester pertama dan terlalu sedikit di semester kedua.
Salah satu strategi yang bisa diterapkan adalah menempatkan materi dasar pada semester ganjil untuk memperkuat kompetensi. Sedangkan semester genap bisa difokuskan pada materi lanjut yang memerlukan keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Dengan pola tersebut, pembelajaran akan berkembang secara bertahap dan sistematis.
Pembagian semester juga perlu memperhatikan waktu asesmen akhir sekolah atau ujian praktik. Pastikan materi penting tidak diletakkan terlalu dekat dengan periode ujian sehingga murid mempunyai waktu yang cukup untuk mendalami materi.
Dalam kurikulum merdeka, kegiatan pembelajaran menekankan pada penguasaan materi dan penguatan karakter melalui proyek/kokurikuler penguatan dimensi profil lulusan. Prota Bahasa Inggris kelas 9 SMP/MTs fase D harus memasukkan proyek atau kegiatan kolaboratif yang sesuai.
Para guru bisa membuat proyek/kokurikuler yang berbasis teks, seperti melakukan kampanye lingkungan dalam bahasa Inggris atau membuat laporan pengamatan yang sederhana. Kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa tetapi juga membantu perkembangan karakter, kreativitas, dan kolaborasi.
Asesmen juga harus bervariasi, mencakup asesmen formatif, sumatif, serta asesmen proyek. Dengan menambahkan jadwal asesmen dalam Prota kelas 9, guru bisa memantau kemajuan belajar murid dengan lebih terus-menerus dan tidak hanya bergantung pada asesmen di akhir semester.
Langkah terakhir adalah membuat hasil perencanaan dalam format tabel yang teratur dan sistematis. Tabel Prota kurikulum merdeka umumnya memuat kolom semester, materi pokok, alokasi waktu, serta keterangan tambahan. Format yang jelas akan memudahkan guru dalam meninjau dan mengevaluasi rencana tahunan.
Dokumen Prota Bahasa Inggris kelas 9 sebaiknya disimpan dan diperbarui secara berkala. Setelah satu semester, guru bisa mengadakan refleksi untuk mengevaluasi apakah alokasi waktu sudah tepat atau perlu disesuaikan. Fleksibilitas menjadi sangat penting dalam kurikulum merdeka, sehingga Prota kelas 9 SMP/MTs tidak bersifat kaku, tetapi bisa direvisi sesuai dengan kebutuhan nyata di kelas.
Download Prota Bahasa Inggris kelas 9 fase D kurikulum merdeka selengkapnya klik disini
Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut secara sistematis, pembuatan Prota Bahasa Inggris kelas 9 SMP/MTs fase D dalam kurikulum merdeka akan berlangsung terarah, realistis, dan profesional. Prota kurikulum merdeka lebih dari sekadar dokumen administratif; ini adalah strategi pembelajaran jangka panjang yang berpengaruh terhadap kualitas kegiatan belajar mengajar sepanjang satu tahun ajaran.