Kurikulum merdeka dibuat untuk memperbaiki sistem pendidikan. Kurikulum tersebut memberikan kebebasan untuk guru serta siswa. Salah satu dokumen pentingnya adalah Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). ATP kurikulum merdeka adalah pedoman untuk guru dalam menjalankan aktivitas pembelajaran. Pedoman ini sangat penting untuk pelajaran Fikih kelas 6 di Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Fikih mengajarkan hukum Islam yang diterapkan dalam keseharian. Kelas 6 termasuk di fase C. Fase C mencakup kelas 5 dan 6 di sekolah dasar. Karenanya, ATP Fikih kelas 6 MI fase C kurikulum merdeka mempunyai fokus yang spesifik.
Kita perlu mengenal karakteristik khusus dari fase ini. Fase C ditujukan untuk siswa berusia 11 hingga 12 tahun. Dalam usia tersebut, anak-anak mulai berpikir secara logis. Mereka juga mulai memahami konsep yang lebih abstrak. Fikih kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah bukan sekadar tentang menghafal doa. Lebih dari itu, siswa diarahkan untuk memahami dalil-dalil yang sederhana.
Materi Fikih kelas 6 MI mencakup ibadah mahdah dan ghairu mahdah. Contohnya meliputi shalat, puasa, zakat, dan muamalah. Selain itu, karakteristik ATP kurikulum merdeka harus sesuai dengan kehidupan sehari-hari siswa. Misalnya, cara berwudhu yang benar atau aturan mengenai shalat berjamaah di madrasah.
Selain itu, dokumen ini juga harus memfasilitasi perbedaan kemampuan. Setiap siswa mempunyai laju belajar yang berbeda. Oleh karena itu, guru perlu mengadaptasi strategi untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dengan demikian, ATP Fikih kelas 6 fase C kurikulum merdeka yang baik bersifat fleksibel sekaligus terukur.
Mari kita jelaskan komponen dari ATP Fikih kelas 6 MI fase C kurikulum merdeka secara rinci. Komponen pertama adalah Capaian Pembelajaran (CP). CP adalah kompetensi yang ingin dicapai di akhir fase. Guru tidak boleh mengabaikan CP tersebut. Kedua ialah Tujuan Pembelajaran (TP). TP adalah penjelasan dari CP. Satu CP bisa mempunyai beberapa TP. Ketiga adalah indikator pencapaian tujuan. Indikator tersebut harus lebih spesifik dan bisa diukur.
Selanjutnya, keempat adalah materi utama. Materi utama sesuai dengan topik Fikih kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah. Kelima adalah estimasi waktu atau jam pelajaran. Guru harus mencantumkan jumlah jam yang diperlukan untuk setiap TP. Terakhir, keenam adalah dimensi profil lulusan. Profil tersebut harus diintegrasikan dalam setiap sesi pembelajaran. Jadi, dokumen ini bukan sekadar daftar tujuan yang kaku. ATP kelas 6 adalah dokumen komprehensif yang selalu berjalan.
Dalam membuat ATP kurikulum merdeka, guru harus mengikuti langkah-langkah berikut ini. Pertama, analisis CP fase C Fikih kelas 6 MI dengan seksama. Bacalah dan pahami setiap aspek dari CP tersebut. Pastikan tidak ada yang terlewat. Kedua, identifikasi kata kunci dari CP. Kata kunci seperti “menjelaskan”, “mempraktikkan”, atau “menganalisis”. Kata kerja operasional ini krusial untuk membuat TP. Ketiga, catat semua TP yang mungkin. Jangan batasi ide-ide Anda di awal. Kemudian, langkah keempat, urutkan TP dari yang paling sederhana. Lanjutkan ke TP yang lebih sulit. Terapkan prinsip spiral dan berkelanjutan.
Selanjutnya, kelima tetapkan alokasi waktu yang realistis. Perhatikan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam seminggu. Umumnya, sekolah memperuntukkan 2 jam untuk Fikih di Madrasah Ibtidaiyah dalam seminggu. Keenam, masukkan nilai-nilai dari dimensi profil lulusan. Misalnya, nilai kolaborasi dalam praktik shalat berjamaah. Ketujuh, lakukan tinjauan atau revisi. Ajak rekan guru untuk memberikan masukan. Dengan langkah-langkah tersebut, ATP kelas 6 yang Anda buat akan menjadi berkualitas.