Membuat Program Semester (Promes) Al-Qur’an Hadis kelas 9 fase D kurikulum merdeka memerlukan perencanaan yang teratur dan realistis. Pengajar harus mengaitkan tujuan pembelajaran dengan waktu, serta menyelaraskan isi Promes kurikulum merdeka dengan karakter murid, kalender pendidikan, dan kondisi Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Setelah mengetahui kurikulum, pengajar harus menganalisis Capaian Pembelajaran (CP). CP menggambarkan kompetensi yang harus diraih murid pada akhir fase. Oleh karena itu, pengajar harus membaca CP secara menyeluruh. Pengajar sebaiknya tidak langsung membagi CP menjadi materi tanpa memahami kompetensi yang ingin dicapai.
Analisis CP membantu pengajar mengenali kemampuan utama murid. Kemampuan tersebut bisa berhubungan dengan membaca, memahami, menghafal, menganalisis, dan mengaplikasikan kandungan Al-Qur’an dan Hadis. Selanjutnya, pengajar bisa menghubungkan kemampuan tersebut dengan materi pembelajaran. Proses tersebut membuat Promes kurikulum merdeka lebih berfokus pada kompetensi.
Pengajar juga harus memperhatikan ciri khas mata pelajaran Al-Qur’an Hadis kelas 9 MTs. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada pemahaman teks. Murid juga perlu mengembangkan kemampuan memahami pesan dan nilai yang ada. Oleh karena itu, pengajar perlu menyediakan ruang untuk kegiatan membaca, menghafal, berdiskusi, menganalisis, dan merefleksikan.
Analisis CP juga membantu pengajar dalam menentukan prioritas pembelajaran. Tidak semua materi membutuhkan waktu yang sama. Materi yang lebih sulit mudah diberikan waktu yang lebih banyak, sedangkan materi yang lebih mudah bisa dialokasikan waktu yang lebih efisien.
Setelah menganalisis CP, pengajar harus menetapkan Tujuan Pembelajaran (TP). TP menggambarkan kemampuan yang harus dicapai murid setelah mengikuti kegiatan belajar. Oleh karena itu, TP harus mempunyai rumusan yang jelas dan terukur. Pengajar kemudian bisa memakai TP sebagai landasan untuk memetakan materi dalam Promes Al-Qur’an Hadis kelas 9 fase D kurikulum merdeka.
Tujuan pembelajaran sebaiknya menggunakan kata kerja yang mencerminkan kemampuan murid. Misalnya, guru bisa memakai kata kerja seperti menjelaskan, mengidentifikasi, membaca, menghafal, menganalisis, menyimpulkan, atau mempraktikkan. Dengan cara tersebut, guru bisa menentukan kemampuan yang harus muncul setelah kegiatan pembelajaran.
Guru juga perlu memastikan bahwa TP terhubung dengan CP. Setiap tujuan harus berkontribusi terhadap pencapaian kompetensi fase. Jika hubungan tersebut jelas, guru mudah membuat urutan pembelajaran secara lebih sistematis. Selanjutnya, guru bisa menambahkan tujuan tersebut ke dalam Promes Al-Qur’an Hadis kelas 9 fase D kurikulum merdeka.
Pada tahap ini, guru sebaiknya tidak menetapkan terlalu banyak tujuan pembelajaran. Jumlah tujuan harus disesuaikan dengan waktu dan kemampuan murid. Guru juga perlu mempertimbangkan kedalaman materi. Terlalu banyak tujuan bisa membuat kegiatan pembelajaran menjadi tergesa-gesa.
Tahap selanjutnya adalah menelaah Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). ATP membantu guru melihat urutan tujuan pembelajaran dari awal hingga akhir. Karena itu, guru bisa menggunakan ATP sebagai petunjuk untuk menentukan urutan materi dalam Promes Al-Qur’an Hadis kelas 9 fase D kurikulum merdeka. Dengan cara itu, kegiatan pembelajaran bisa berlangsung tahap demi tahap.
Guru perlu memperhatikan hubungan antara satu tujuan dengan tujuan yang lain. Beberapa kemampuan mungkin menjadi dasar bagi kemampuan yang lebih rumit. Misalnya, murid perlu memahami konsep tertentu sebelum melakukan analisis. Oleh karena itu, guru perlu menjaga urutan pembelajaran supaya tetap logis.
ATP juga membantu guru menentukan posisi setiap materi dalam semester. Guru mudah mengelompokkan tujuan berdasarkan tema atau kompetensi. Selanjutnya, guru bisa membagi tujuan tersebut ke dalam semester ganjil dan genap. Pembagian tersebut harus mengikuti struktur pembelajaran yang diterapkan di Madrasah Tsanawiyah.
Guru seharusnya tidak sembarangan mengubah urutan ATP. Jika ada alasan yang mendesak untuk melakukan perubahan, guru harus mempertimbangkan keterkaitan antara tujuan yang ada. Dengan cara tersebut, perubahan yang dilakukan akan tetap menjaga kelangsungan dalam kegiatan belajar. Hasil akhirnya adalah Promes kelas 9 yang lebih realistis dan mudah untuk diterapkan.