Program Semester atau Promes Bahasa Arab kelas 10 Madrasah Aliyah (MA) fase E kurikulum merdeka membantu pengajar dalam merencanakan pembelajaran selama satu semester. Dokumen tersenut mengorganisir tujuan, materi, kegiatan, serta waktu belajar secara terstruktur. Dengan demikian, pengajar mudah mengelola kegiatan belajar dengan tujuan yang lebih jelas.

Promes kurikulum merdeka juga membantu pengajar menjaga konsistensi antara tujuan pembelajaran dan penilaian. Dalam praktiknya, pengajar diharuskan untuk membuatnya berdasar pada dokumen kurikulum yang berlaku.
Promes Bahasa Arab kelas 10 MA fase E kurikulum merdeka terdiri dari beberapa komponen penting. Setiap komponen mempunyai peranan yang terkait dalam mengatur kegiatan belajar selama satu semester. Oleh karena itu, pengajar harus membuat masing-masing bagian secara sistematis dan mudah dimengerti. Program Semester tidak hanya harus mencantumkan daftar materi dan jumlah jam pelajaran. Dokumen ini juga harus menunjukkan hubungan antara tujuan pembelajaran, materi, kegiatan, alokasi waktu, serta asesmen. Dengan hubungan tersebut, pengajar mudah memantau jalannya pembelajaran dari awal sampai akhir semester.
Komponen pertama Promes kurikulum merdeka adalah identitas. Bagian ini berisi nama Madrasah Aliyah, mata pelajaran (Bahasa Arab), kelas (X), fase (E), semester (Ganjil/Genap), dan tahun ajaran. Identitas tersebut membantu pengajar memastikan dokumen mempunyai informasi yang komprehensif. Selanjutnya, pengajar harus mencantumkan capaian pembelajaran (CP) sebagai dasar dalam perencanaan. CP menyediakan petunjuk kemampuan yang harus dikuasai oleh murid di fase E. Pengajar kemudian bisa merinci CP menjadi beberapa tujuan pembelajaran yang lebih spesifik. Tujuan-tujuan ini menjadi dasar untuk menentukan materi dan kegiatan pembelajaran.
Komponen berikutnya dalam Program Semester adalah materi atau ruang lingkup pembelajaran. Pengajar perlu memilih materi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik murid. Materi Bahasa Arab kelas 10 MA bisa meliputi kosakata, ungkapan komunikatif, teks, serta struktur bahasa. Namun, pengajar sebaiknya menyajikan materi dalam konteks yang sesuai dengan kehidupan murid. Dengan demikian, murid tidak hanya menghafal kosakata tetapi juga bisa mengaplikasikan kosakata tersebut dalam komunikasi sehari-hari. Pendekatan ini membuat pembelajaran Bahasa Arab kelas 10 MA lebih praktis dan bermakna.
Komponen lain yang tak kalah penting dalam Promes Bahasa Arab kelas 10 fase E kurikulum merdeka adalah alokasi waktu. Pengajar perlu menentukan jumlah jam pelajaran berdasarkan minggu efektif di kalender pendidikan. Setelah itu, pengajar membagi waktu sesuai dengan tingkat kesulitan setiap materi. Materi yang memerlukan praktik berbicara tentu memerlukan waktu yang lebih banyak. Begitu juga dengan kegiatan membaca, mendengarkan, dan menulis yang memerlukan latihan secara terstruktur. Pengajar juga harus menyediakan waktu untuk penilaian, remedial, dan pengayaan. Oleh karena itu, pembagian waktu harus realistis dan tidak terlalu padat.
Selanjutnya, Promes Bahasa Arab kelas 10 MA fase E kurikulum merdeka perlu mencantumkan kegiatan pembelajaran yang mendukung pencapaian tujuan. Pengajar bisa menggunakan dialog, diskusi, permainan bahasa, praktik berbicara, membaca teks, dan tugas menulis. Pengajar juga bisa memanfaatkan media audio, gambar, video, atau sumber digital. Namun, setiap kegiatan harus mempunyai tujuan yang jelas. Media dan kegiatan yang tidak memberikan pengaruh terhadap kegiatan belajar tidak perlu banyak. Sebaliknya, kegiatan sederhana bisa sangat efektif jika digunakan dengan tepat oleh pengajar.
Komponen terakhir dalam Promes Bahasa Arab kelas 10 fase E kurikulum merdeka adalah asesmen dan tindak lanjut. Pengajar perlu menetapkan cara untuk mengevaluasi pencapaian tujuan pembelajaran. Asesmen bisa dilakukan melalui tes tertulis, praktik berbicara, tugas membaca, proyek (kokurikuler), atau produk tulisan. Pengajar kemudian bisa menggunakan hasil asesmen untuk menentukan kegiatan remedial atau pengayaan. Dengan cara tersebut, asesmen tidak hanya menghasilkan nilai tetapi juga memberikan informasi yang berguna untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran ke depannya.