Salah satu instrumen krusial dalam kurikulum merdeka adalah Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran. Kita sering mengenalnya dengan singkatan KKTP. KKTP kurikulum merdeka menjadi standar keberhasilan belajar yang jelas. Standar tersebut sangat vital bagi guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), untuk mengukur pemahaman murid secara holistik. Fokus kita kali ini adalah SKI kelas 12. Kelas 12 berada pada fase F. Fase F merupakan tahap akhir di jenjang Madrasah Aliyah (MA). Tahap ini menuntut kemampuan analisis dan evaluasi tinggi. Murid diharapkan mampu merefleksikan nilai-nilai peradaban Islam.

Selanjutnya, kita telaah komponen utama KKTP SKI kelas 12 MA fase F kurikulum merdeka. Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) terdiri dari beberapa aspek penilaian. Aspek pertama adalah pengetahuan atau kognitif. Selanjutnya, aspek kedua adalah keterampilan atau psikomotorik. Setelah itu, aspek ketiga adalah sikap atau afektif. Ketiga aspek tersebut saling terintegrasi secara utuh. Guru tidak boleh memisahkan ketiganya dalam penilaian. Penilaian kognitif mengukur pemahaman materi ajar. Pemahaman itu mencakup fakta, konsep, dan kronologi. Namun, KKTP kelas 12 fase F menuntut level lebih tinggi. Level yang dimaksud adalah menganalisis dan mengevaluasi. Murid harus mampu membandingkan dua peristiwa sejarah. Murid juga harus mampu menarik kesimpulan dari bukti sejarah. Misalnya, murid menganalisis faktor kemunduran Dinasti Abbasiyah. Analisis tersebut harus didukung argumen yang logis.
Kemudian, aspek keterampilan juga krusial dalam KKTP SKI kelas 12 MA fase F kurikulum merdeka. Keterampilan sejarah bukan hanya membaca teks. Keterampilan itu mencakup riset sederhana dan presentasi. Murid bisa melakukan wawancara dengan tokoh masyarakat. Murid mudah mengkaji naskah atau manuskrip kuno. Kemampuan itu kemudian dituangkan dalam laporan tertulis. Laporan tersebut dinilai keakuratan dan kedalamannya. KKTP kelas 12 memberikan kriteria penilaian yang terukur. Misalnya, kriteria kelengkapan sumber sejarah. Lalu, kriteria kejelasan analisis dalam laporan. Terakhir, kriteria kreativitas dalam menyajikan temuan. Semua kriteria itu dirumuskan secara operasional.
Sementara itu, aspek sikap tidak kalah pentingnya. Sikap adalah cerminan internalisasi nilai sejarah. Nilai itu seperti toleransi, moderasi, dan semangat belajar. Murid menunjukkan sikap menghargai perbedaan pendapat. Diskusi kelas menjadi ajang pengujian sikap tersebut. KKTP kurikulum merdeka mengamati sikap murid secara kontinu. Observasi dilakukan selama aktivitas pembelajaran berlangsung di Madrasah Aliyah. Guru mencatat partisipasi dan kesopanan murid. Guru juga mencatat ketertarikan murid terhadap materi. Sikap kritis yang sehat sangat diapresiasi. Sikap menghormati tokoh sejarah juga dinilai. Semua aspek tersebut harus tercantum dalam KKTP kelas 12.
Proses perumusan KKTP SKI kelas 12 MA fase F kurikulum merdeka memerlukan langkah sistematis. Pertama, guru mengidentifikasi tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran bersumber dari capaian pembelajaran. Kedua, guru menjabarkan indikator pencapaiannya. Indikator tersebut harus terukur dan spesifik. Ketiga, guru menentukan rentang nilai atau skala. Rentang nilai menunjukkan tingkat penguasaan murid. Misalnya, skala 1 hingga 4. Skala 1 untuk kategori belum berkembang. Skala 4 untuk kategori sangat mahir. Setiap skala mempunyai deskripsi perilaku yang jelas. Deskripsi itu membantu guru memberikan umpan balik. Umpan balik menjadi petunjuk perbaikan bagi murid. Murid jadi tahu posisi kemampuannya. Murid juga tahu target yang harus dicapai.