Pembelajaran Seni Tari di zaman sekarang menghadapi tantangan besar. Kurikulum merdeka hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut. Program Tahunan (Prota) menjadi peta jalan utama pembelajaran. Guru memerlukan Prota kurikulum merdeka yang fleksibel dan bermakna.

Prota Seni Tari kelas 8 SMP/MTs fase D kurikulum merdeka sangat krusial. Fase D menandai penguatan kompetensi murid. Usia remaja membutuhkan ekspresi dan identitas diri. Seni tari menawarkan ruang aktualisasi yang tepat. Oleh karena itu, harus didesain secara sistematis.
Prota Seni Tari kelas 8 SMP/MTs fase D kurikulum merdeka memuat tiga komponen pembelajaran utama. Komponen pertama adalah tujuan pembelajaran atau TP. TP dijabarkan dari capaian pembelajaran (CP) fase D. Capaian tersebut memuat pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Ia merumuskan TP secara konkret dan terukur. TP menjadi acuan setiap aktivitas belajar mengajar. Selanjutnya, komponen kedua adalah alur tujuan pembelajaran atau ATP. ATP membuat urutan TP secara logis. Urutan ini memperhatikan tingkat kesulitan materi. ATP memastikan pembelajaran berjalan bertahap dan berkesinambungan.
Kemudian, komponen ketiga adalah materi pokok pembelajaran. Materi pokok memuat elemen seni tari. Elemen tersebut meliputi gerak, ruang, waktu, dan tenaga. Murid mempelajari unsur-unsur dasar tari. Sesudah itu, murid mempelajari ragam gerak tradisional. Materi juga memuat tari kreasi baru. Prota kurikulum merdeka mengalokasikan waktu untuk setiap elemen. Alokasi waktu memperhatikan jam pelajaran efektif. Jam efektif dihitung dari kalender pendidikan. Perhitungan tersebut penting untuk target kurikulum.
Prota Seni Tari kelas 8 fase D kurikulum merdeka harus memuat strategi pembelajaran inovatif. Selanjutnya, strategi tersebut memanfaatkan pendekatan berdiferensiasi. Setiap murid mempunyai gaya belajar berbeda. Kemudian, ia mengakomodasi kebutuhan visual, auditori, dan kinestetik. Pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) sangat relevan. TaRL menyesuaikan materi dengan kemampuan murid. Program Tahunan juga mengintegrasikan proyek (kokurikuler) penguatan dimensi profil lulusan. Tema kearifan lokal cocok untuk Seni Tari kelas 8 SMP/MTs. Menyelaraskan tema dengan kearifan daerah.
Model pembelajaran berbasis proyek menjadi unggulan. Murid menghasilkan karya tari pada akhir proyek. Prota kelas 8 SMP/MTs mendesain tahapan proyek dari awal. Tahapan dimulai dari observasi dan eksplorasi. Kemudian murid melakukan eksperimen gerak bersama. Selanjutnya murid membuat koreografi secara berkelompok. Terakhir murid mempertunjukkan hasil karyanya. Pertunjukan menjadi ajang evaluasi yang menyenangkan. Model tersebut mengasah semua kemampuan seni murid. Kemandirian dan tanggung jawab tumbuh melalui proyek.
Prota Seni Tari kelas 8 fase D kurikulum merdeka terikat pada waktu pembelajaran semester. Semester ganjil dan genap mempunyai durasi berbeda. Selanjutnya, guru menjabarkannya ke dalam program semester. Kemudian, program semester lebih rinci dan operasional. Setelah itu, alokasi waktu menghitung minggu efektif belajar. Serta, minggu efektif dikurangi libur dan ujian. Hasilnya, Seni Tari kelas 8 SMP/MTs mendapat jatah dua jam per minggu. Dua jam ini setara dengan satu pertemuan. Pertemuan bisa digabung dalam blok waktu. Blok waktu memungkinkan praktik tari lebih maksimal.
Prota kelas 8 SMP/MTs juga mengatur jadwal asesmen harian dan tugas. Asesmen harian mengukur pemahaman konsep tari. Tugas praktik dinilai dari proses dan hasil. Menjadwalkan asesmen tengah semester, serta asesmen akhir semester menjadi evaluasi puncak. Penjadwalan harus realistis dan tidak terburu-buru. Guru memberi jeda untuk latihan intensif. Latihan intensif meningkatkan kualitas penampilan murid. Ia mengantisipasi hari-hari efektif berkurang. Pengurangan tersebut karena aktivitas sekolah mendadak.
Prota Seni Tari kelas 8 SMP/MTs fase D kurikulum merdeka merumuskan teknik penilaian yang beragam. Penilaian memuat sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pertama, sikap dinilai dari kerjasama dan disiplin. Kedua, pengetahuan diuji melalui tes tertulis sederhana. Ketiga, keterampilan dinilai langsung saat murid menari. Selanjutnya, ia menekankan penilaian autentik atau nyata. Penilaian autentik merekam aktivitas belajar murid. Catatan anekdot membantu guru merekam perkembangan. Portofolio mengumpulkan karya terbaik murid. Hasilnya, portofolio menunjukkan pertumbuhan kemampuan tari.
Rubrik penilaian dibuat secara jelas dan transparan. Rubrik membantu murid memahami kriteria sukses. Kriteria sukses memuat penguasaan gerak dan ekspresi. Prota kelas 8 SMP/MTs memuat rubrik untuk setiap tugas besar. Guru juga melakukan refleksi akhir pembelajaran. Refleksi memperbaiki kualitas pembelajaran selanjutnya. Masukan murid sangat berarti untuk perbaikan. Ia bersifat dinamis dan mudah direvisi. Perubahan situasi memerlukan penyesuaian. Penyesuaian tetap menjaga capaian pembelajaran utama.