Prota Pendidikan Pancasila Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka

Pendidikan Pancasila memiliki peran penting dalam membangun karakter, kewarganegaraan, dan kepribadian siswa di Indonesia. Sebagai dasar ideologi negara, nilai-nilai Pancasila harus ditanamkan secara menyeluruh, tidak hanya melalui ceramah atau teori, tetapi juga dengan perencanaan pembelajaran yang sistematis dan berkelanjutan. Dalam kurikulum merdeka, para guru diberikan lebih banyak kebebasan untuk merancang aktivitas pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan konteks lokal. Salah satu elemen kunci dalam perencanaan ini adalah Program Tahunan (Prota), yang berfungsi sebagai panduan untuk pembelajaran sepanjang tahun ajaran.

Prota Pendidikan Pancasila Kelas 7 SMP Fase D Kurikulum Merdeka

Pada tingkat SMP/MTs, terutama di kelas 7 fase D, siswa mengalami tahap perkembangan kognitif dan afektif yang kian rumit. Mereka mulai bisa berpikir kritis, bekerja sama dalam kelompok, serta menganalisis isu-isu sosial dengan cara yang lebih matang. Di sisi lain, ada tantangan seperti pemahaman rendah mengenai nilai kebangsaan dan kurangnya pengalaman dalam kegiatan sosial yang dapat menghalangi penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, penting untuk menyusun Prota Pendidikan Pancasila kelas 7 SMP/MTs yang benar-benar matang, fokus pada pencapaian kompetensi, dan sesuai dengan karakteristik siswa.

Komponen Prota Pendidikan Pancasila Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka

A. Identitas Prota Kelas 7

  • Nama Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila
  • Kelas/Semester: VII (Tujuh)/Ganjil dan Genap
  • Fase: D
  • Tahun Pelajaran: [Contoh: 20…/20…]
  • Satuan Pendidikan: [Nama Sekolah SMP/MTs]

B. Alokasi Waktu

  1. Jumlah Minggu Efektif: Sekitar 36 minggu (berdasarkan kalender akademik).
  2. Jam Pelajaran (JP) per Minggu: 2 JP (berdasarkan asumsi standar).
  3. Total JP Tahunan: 72 JP (masing-masing 40 menit).

C. Profil Pelajar Pancasila (PPP)

Elemen yang dikembangkan selama tahun ajaran:

  • Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia.
  • Berkebinekaan Global.
  • Bergotong Royong.
  • Mandiri.
  • Bernalar Kritis.
  • Kreatif.

D. Capaian Pembelajaran (CP) Fase D

  1. Siswa menganalisis nilai-nilai Pancasila dalam konteks kebangsaan.
  2. Menghargai kearifan lokal dan budaya sebagai wujud Bhinneka Tunggal Ika.
  3. Menginternalisasi sikap gotong royong dalam konteks kebangsaan.
  4. Menunjukkan perilaku yang selaras dengan nilai Pancasila dalam lingkungan digital.

E. Tujuan Pembelajaran (TP)

Turunan dari CP fase D Pendidikan Pancasila kelas 7 SMP/MTs:

  • Menganalisis hubungan antara Pancasila dan kehidupan sehari-hari.
  • Mengidentifikasi praktik gotong royong di masyarakat.
  • Menjelaskan peran Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup.
  • Memberikan contoh penerapan nilai-nilai Pancasila dalam keberagaman.

F. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)

Integrasi dalam Prota kurikulum merdeka:

  • Tema: Kearifan Lokal / Bhinneka Tunggal Ika / Membangun Jiwa dan Raga.
  • Kegiatan:
    • Mengadakan kampanye toleransi antaragama di sekolah (semester ganjil).
    • Projek kolaboratif “Gotong Royong Membangun Desa” (semester genap).
  • Alokasi Waktu: 20–30% dari total JP (fleksibel).

G. Asesmen

  • Bentuk:
    • Asesmen Formatif: Observasi sikap, diskusi, portofolio, refleksi.
    • Asesmen Sumatif: Projek, presentasi, ujian tertulis (esai/analisis kasus).
  • Fokus: Penguatan karakter (sikap) dan kemampuan analisis terhadap nilai Pancasila.

Kendala dan Solusi

Dalam pelaksanaan Prota Pendidikan Pancasila kelas 7 SMP/MTs fase D kurikulum merdeka, para guru dan sekolah sering menemui berbagai kendala, baik yang bersifat internal maupun eksternal. Berikut adalah penjelasan tentang kendala utama dan solusi praktis yang dapat diterapkan.

a. Kendala Internal

1. Keterbatasan Pemahaman Guru terhadap Metode Aktif

Banyak guru yang belum terbiasa menggunakan metode pembelajaran aktif, sering kali masih menggunakan metode ceramah tradisional dan kurang terampil dalam merancang pembelajaran berbasis proyek, diskusi, atau studi kasus yang mengharuskan keterlibatan aktif siswa. Solusinya:

  • Mengadakan pelatihan internal secara reguler tentang pedagogi aktif dengan mengundang narasumber atau fasilitator dari dinas pendidikan setempat.
  • Membentuk kelompok guru belajar untuk saling bertukar model modul ajar, praktik terbaik, dan refleksi dari pengalaman mengajar.

2. Kendala Waktu dan Tugas Administratif

Pembuatan Prota, Prosem, dan modul ajar kurikulum merdeka serta format asesmen memerlukan waktu yang cukup besar, sedangkan guru juga harus merencanakan dan mengevaluasi kegiatan belajar rutin. Solusinya:

  • Menerapkan template Prota kurikulum merdeka yang terintegrasi yang telah mencakup daftar CP-TP, indikator, dan komponen asesmen, sehingga hanya perlu disesuaikan dengan situasi di sekolah.
  • Melaksanakan kolaborasi antartim guru, misalnya dengan membagi tugas dalam penyusunan dokumen perencanaan, agar beban kerja menjadi lebih ringan.

3. Keterbatasan Media dan Sumber Belajar

Beberapa sekolah mengalami akses yang kurang terhadap buku teks Pendidikan Pancasila kelas 7 terbaru, perangkat multimedia, atau koneksi internet yang kurang memadai untuk kegiatan daring. Solusinya:

  • Membuat bahan ajar mandiri seperti pocket book dan modul cetak yang berisi ringkasan nilai-nilai Pancasila, studi kasus lokal, dan lembar kerja peserta didik (LKPD).
  • Menggunakan media sederhana, seperti poster, peta konsep di papan tulis interaktif, serta materi audiovisual offline (flashdisk/video DVD) agar pembelajaran tetap bervariasi.

b. Kendala Eksternal

1. Perbedaan Kebijakan dan Standar Antar Sekolah

Kadang-kadang, standar waktu dan format dokumen Prota kelas 7 SMP/MTs fase D berbeda antara kabupaten/kota sehingga guru menerima instruksi yang berbeda-beda. Solusinya:

  • Melakukan sinkronisasi kebijakan dalam forum MGMP Pendidikan Pancasila di tingkat kabupaten/kota untuk menyetujui template dan pedoman yang sama.
  • Melibatkan Kepala Sekolah dan Pengawas untuk memastikan arahan instruksional lebih konsisten di semua level.

2. Pengaruh Geografis dan Sosial Ekonomi

Sekolah di daerah terpencil atau dengan latar belakang sosial ekonomi yang rendah kesulitan untuk mengakses program pelatihan guru, perangkat teknologi, ataupun kemitraan dengan komunitas. Solusinya:

  • Membangun kemitraan dengan pihak ketiga seperti LSM, perguruan tinggi, atau perusahaan untuk mendukung penyediaan sarana dan pelatihan.
  • Mengimplementasikan model berbagi sumber daya (loan program) antara sekolah terdekat, contohnya dengan meminjam laptop atau proyektor dari sekolah yang lebih besar.

c. Saran Umum

  1. Peningkatan Kapasitas Guru: Menyediakan pelatihan yang berkelanjutan dan terstruktur, sesuai dengan kurikulum merdeka.
  2. Pemanfaatan Teknologi yang Sesuai: Menjalankan platform LMS yang sederhana dan aplikasi mobile offline untuk membantu distribusi materi dan penilaian tanpa ketergantungan penuh pada internet.
  3. Kolaborasi Multi-Pihak: Menggaet pemerintah daerah, sektor usaha, dan masyarakat sebagai mitra strategis untuk memperkaya sumber pembelajaran, mendukung kegiatan luar kelas, dan memperluas jangkauan program Pancasila.

Dengan mengidentifikasi serta mengatasi berbagai kendala secara sistematis, keberhasilan pelaksanaan Prota Pendidikan Pancasila kelas 7 SMP/MTs fase D kurikulum merdeka akan semakin meningkat, sehingga pembentukan karakter kebangsaan siswa bisa berjalan dengan efektif dan berkelanjutan.

Download Prota Pendidikan Pancasila kelas 7 SMP/MTs fase D kurikulum merdeka selengkapnya disini

Kesimpulan

Penyusunan Program Tahunan (Prota) Pendidikan Pancasila kelas 7 SMP/MTs fase D dari kurikulum merdeka terbukti menjadi alat strategis dalam merencanakan keseluruhan aktivitas pembelajaran selama satu tahun ajaran. Prota kurikulum merdeka ini berfungsi sebagai peta jalan untuk menguraikan CP fase D menjadi tujuan pembelajaran tahunan yang terukur. Dalam pelaksanaan sehari-hari, guru menyusunnya menjadi modul ajar atau RPP+ kurikulum merdeka.

You might also like
Prota Bahasa Indonesia Kelas 3 Fase B Kurikulum Merdeka

Prota Bahasa Indonesia Kelas 3 Fase B Kurikulum Merdeka

Prota Antropologi Kelas 11 SMA/MA Fase F Kurikulum Merdeka

Prota Antropologi Kelas 11 SMA/MA Fase F Kurikulum Merdeka

Prota Matematika Kelas 8 SMP/MTs Fase D Kurikulum Merdeka

Prota Matematika Kelas 8 SMP/MTs Fase D Kurikulum Merdeka

Promes Bahasa Indonesia Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka

Promes Bahasa Indonesia Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka

KKTP SKI Kelas 7 MTs Fase D Kurikulum Merdeka

KKTP SKI Kelas 7 MTs Fase D Kurikulum Merdeka

Prota Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A Kurikulum Merdeka

Prota Bahasa Indonesia Kelas 1 Fase A Kurikulum Merdeka