(Deep Learning) Modul Ajar PJOK Kelas 7 Kurikulum Merdeka
4 menit membaca
Share this:
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) sering kali dianggap remeh, hanya dilihat sebagai kegiatan fisik untuk menggerakkan tubuh. Kurikulum merdeka memberikan kesempatan yang luas bagi para guru untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang bermakna. Di sini, konsep Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) menjadi sangat penting. Pendekatan ini bisa diterapkan melalui tiga pilar utama: Pembelajaran Penuh Kesadaran (Mindful Learning), Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning), dan Pembelajaran yang Menyenangkan (Joyful Learning).
Memahami Trilogi Deep Learning dalam PJOK Kelas 7
Sebelum menyusun modul ajar kurikulum merdeka, sangat penting untuk memahami makna dari setiap pilar Deep Learning dan hubungannya dengan PJOK kelas 7 SMP/MTs fase D.
1. Pembelajaran Penuh Kesadaran (Mindful Learning)
Mindful Learning menekankan pada kesadaran siswa terhadap proses internal yang berlangsung. Dalam modul ajar deep learning PJOK kelas 7 kurikulum merdeka, hal ini mencakup:
Kesadaran Tubuh (Body Awareness): Siswa menyadari pergerakan tubuhnya, keterbatasan yang dimiliki, sensasi yang dirasakan (seperti detak jantung, napas, dan otot yang berkontraksi), serta menjaga postur yang benar.
Kesadaran Emosi (Emotional Awareness): Mengenali dan menangani emosi yang muncul saat berolahraga, seperti rasa frustrasi ketika mengalami kegagalan, kebahagiaan saat berhasil, atau rasa cemas sebelum bertanding.
Fokus pada Proses: Daripada hanya berorientasi pada hasil (misalnya, menang atau kalah), siswa diminta untuk menikmati setiap aspek latihan, memperbaiki teknik, dan belajar dari kesalahan.
2. Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning)
Pembelajaran bisa dikatakan bermakna ketika materi yang dipelajari terhubung kuat dengan kehidupan siswa. Dalam modul ajar deep learning PJOK kelas 7 SMP/MTs fase D, Pembelajaran bermakna bisa diwujudkan melalui:
Konteksualisasi: Mengaitkan materi olahraga dengan pengalaman sehari-hari. Contohnya, belajar teknik lari tidak hanya untuk kompetisi, tetapi juga untuk menyadari pentingnya kebugaran jantung dan paru-paru dalam kegiatan sehari-hari seperti mengejar bus atau menaiki tangga.
Pemecahan Masalah: Menyediakan tantangan yang mendorong siswa untuk berpikir kritis dan bekerja sama. Misalnya, merumuskan strategi permainan dalam sepak bola atau bola basket.
Nilai Hidup: Menggabungkan nilai-nilai seperti sportivitas, kerja sama, disiplin, kepemimpinan, dan daya tahan dalam semua kegiatan.
3. Pembelajaran yang Menyenangkan (Joyful Learning)
Kesenangan adalah motivator alami untuk belajar. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) seharusnya menjadi mata pelajaran yang dinanti-nanti, bukan ditakuti. Pembelajaran yang menyenangkan bisa diciptakan melalui:
Pendekatan Bermain: Menggunakan permainan sebagai cara utama untuk belajar, baik berupa permainan tradisional maupun yang sudah dimodifikasi.
Variasi Kegiatan: Menghindari kebosanan dengan menawarkan kegiatan yang beragam, menantang, dan sesuai dengan minat siswa.
Lingkungan Positif: Menciptakan lingkungan belajar supaya setiap siswa merasa aman untuk mencoba, gagal, dan mencoba kembali tanpa takut diejek. Memberikan pujian dan penghargaan terhadap usaha, bukan hanya hasil, sangat penting.
Blueprint Modul Ajar Deep Learning PJOK Kelas 7
Berikut adalah contoh rancangan modul ajar deep learning PJOK kelas 7 kurikulum merdeka untuk topik “Aktivitas Kebugaran Jasmani” yang mengintegrasikan ketiga pilar tersebut.
Materi: Menjadi Detektif Kebugaran Diri
Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu menganalisis dan melaksanakan berbagai bentuk latihan kebugaran jasmani (kekuatan, daya tahan, kelenturan) yang berkaitan dengan kesehatan.
Siswa menyadari perubahan yang terjadi dalam tubuh selama dan setelah melakukan kegiatan fisik (Mindful).
Siswa memahami manfaat langsung dari setiap latihan untuk kehidupan sehari-hari mereka (Meaningful).
Siswa menikmati perjalanan menemukan potensi dan batasan tubuh mereka melalui kegiatan yang mengasyikkan (Joyful).
Alur Kegiatan Pembelajaran
Fase 1: Pembukaan (Meaningful dan Joyful)
Guru memulai pelajaran dengan sebuah pertanyaan menarik: “Apakah kalian pernah merasa sesak napas saat menaiki tangga? Atau merasa pegal setelah membantu orang tua berdiri membersihkan rumah? Kegiatan apa saja yang membuat kalian merasakan kondisi ‘sehat’ dan ‘bugar’?”
Siswa berdiskusi dalam kelompok kecil mengenai pengalaman pribadi mereka. Ini dengan segera menghubungkan materi pelajaran dengan konteks kehidupan sehari-hari (Meaningful).
Pemanasan dilakukan melalui permainan “Simom Says” atau “Ikuti Pemimpin” dengan gerak yang energik, menciptakan suasana yang gembira (Joyful).
Fase 2: Kegiatan Inti (Integrasi Mindful, Meaningful, Joyful)
Stasiun Kebugaran (Learning Stations): Kelas dibagi menjadi berbagai stasiun:
Stasiun Daya Tahan Jantung: Berlari di tempat, lompat tali, atau “tantangan dance” dengan musik.
Stasiun Kekuatan Otot: Push-up, squat jump, atau plank dengan variasi yang berbeda.
Stasiun Fleksibilitas: Peregangan statis dan dinamis, yoga dasar.
Di setiap stasiun, siswa tidak hanya melakukan gerakan fisik. Mereka menerima “Lembar Observasi Diri” (Mindful). Pertanyaan yang diajukan antara lain: “Setelah satu menit berlari di tempat, bagaimana kondisi napasmu? Apa kabar detak jantungmu?” “Bagaimana perasaan otot pahamu saat melakukan squat?”, “Peregangan mana yang paling terasa bermanfaat untukmu?”.
Guru bergerak di seluruh area, memberikan dukungan, dan menghubungkan setiap latihan dengan kegiatan sehari-hari. Misalnya, “Latihan squat ini sangat membantumu saat perlu mengambil barang dari lantai dengan cara yang aman,” (Meaningful).
Rotasi antar stasiun dilakukan secara cepat dan diiringi musik, menjaga semangat dan keceriaan (Joyful).
Fase 3: Penutup (Mindful & Meaningful)
Pendinginan dilakukan dengan peregangan mendalam sambil mendorong siswa untuk fokus pada napas dan sensasi relaksasi di otot (Mindful).
Refleksi: Siswa berbagi pengalaman mengenai pelajaran yang mereka peroleh tentang tubuh mereka sendiri. Guru mengingatkan bahwa kebugaran bukan hanya soal menjadi seorang atlet, melainkan tentang mempunyai tubuh yang siap menjalani kehidupan secara maksimal (Meaningful).