(Deep Learning) Modul Ajar Seni Rupa Kelas 7 SMP/MTs

Dalam pelajaran Seni Rupa kelas 7 SMP/MTs fase D, kurikulum merdeka memberikan kesempatan besar untuk mengubah cara pandang dari sekadar menciptakan karya yang indah menjadi proses berpikir dan merasakan yang lebih dalam. Di sini, konsep Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) yang diwujudkan melalui pendekatan Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning berperan penting dalam mengembangkan potensi seni dan kemanusiaan siswa kelas 7 SMP/MTs fase D.

Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 7

Memahami Trilogi Deep Learning dalam Seni Rupa Kelas 7

Sebelum menyusun modul ajar deep learning Seni Rupa kelas 7 kurikulum merdeka , sangat penting untuk memahami asas yang mendasari pendekatan ini.

1. Mindful Learning

Dalam modul ajar deep learning Seni Rupa kelas 7 SMP/MTs fase D, mindful learning berarti mendorong siswa untuk sepenuhnya terlibat dalam kegiatan berkarya. Ini berhubungan dengan kesadaran panca indera, bagaimana mereka memperhatikan perbedaan warna, merasakan tekstur material, mengamati ukuran bentuk, dan mendengarkan intuisi pribadi. Siswa diminta untuk mencoba tanpa rasa takut akan kegagalan, merenungkan setiap keputusan artistik, dan menyadari perasaan atau ide yang muncul selama proses mencipta. Pendekatan tersebut melatih konsentrasi, kesabaran, dan kepekaan terhadap lingkungan sekitar.

2. Meaningful Learning

Seni Rupa kelas 7 SMP/MTs fase D seharusnya terhubung dengan kehidupan siswa. Meaningful learning terjadi ketika siswa menyadari hubungan antara pelajaran yang mereka terima di sekolah dengan identitas, lingkungan sosial, budaya, atau isu-isu yang dekat dengan pengalaman mereka. Sebagai contoh, modul ajar deep learning Seni Rupa kelas 7 kurikulum merdeka bisa mengaitkan tugas menggambar pemandangan dengan kekayaan budaya setempat, masalah lingkungan di sekitar sekolah, atau ungkapan identitas remaja. Dengan cara tersebut, karya seni tidak lagi sekadar tugas sekolah, tetapi menjadi sarana untuk mengekspresikan diri dan menyampaikan pesan.

3. Joyful Learning

Joyful learning bukan hanya tentang bersenang-senang tanpa tujuan. Kebahagiaan dalam kerangka Deep Learning datang dari rasa ingin tahu yang terpenuhi, tantangan yang berhasil dilalui, kebebasan dalam mengungkapkan diri, dan kebanggaan terhadap hasil karya yang diciptakan. Lingkungan kelas yang aman, positif, dan mendukung sangatlah penting. Guru bertindak sebagai fasilitator yang memicu rasa ingin tahu dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjelajahi ide-ide mereka dengan semangat.

Ketiga pendekatan tersebut saling berhubungan. Proses berkarya yang bermakna akan mendorong keterlibatan penuh, yang akhirnya menghasilkan pengalaman belajar yang menyenangkan.

Merancang Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 7

Berikut adalah contoh spesifik dari modul ajar deep learning Seni Rupa kelas 7 SMP/MTs fase D dengan fokus pada elemen Bentuk dan Bidang, serta Tekstur, yang mengintegrasikan pendekatan tersebut.

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran, siswa diharapkan mampu:

  1. Mengidentifikasi berbagai bentuk, bidang, dan tekstur dalam karya seni patung yang khas dari daerah mereka.
  2. Membuat patung mini dari bahan lunak (seperti tanah liat polimer, plastisin, atau adonan tepung) yang terinspirasi oleh bentuk-bentuk tradisional (misalnya: ukiran, topeng, atau mainan tradisional) dari daerah asal mereka.
  3. Menyampaikan presentasi singkat mengenai arti dan cerita di balik patung mini yang mereka buat, serta proses pembuatannya.

Penerapan Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 7 dalam Tahapan Pembelajaran

Pertemuan 1: Membangkitkan Rasa Ingin Tahu dan Menemukan Makna (Meaningful & Joyful Learning)

  1. Kegiatan Awal (15 menit):
    • Ice Breaker “Tebak Asal Budaya”: Guru menampilkan gambar-gambar singkat karya seni tradisional (topeng, patung, ukiran) dari berbagai daerah tanpa menyebutkan namanya. Siswa diminta untuk menebak asal daerahnya dan menuliskan pada selembar kertas. Kegiatan tersebut menghadirkan lingkungan joyful dan kompetisi yang sehat.
    • Pemantik Diskusi: Guru mengajak siswa untuk berpikir dengan pertanyaan: “Kenapa ya nenek moyang kita menciptakan seni seperti ini? Apa hubungannya dengan kepercayaan, alam, atau kehidupan sehari-hari mereka?” Diskusi ini menciptakan ikatan yang meaningful antara seni dan budaya asal.
  2. Kegiatan Inti (55 menit):
    • Eksplorasi Kontekstual (Meaningful Learning): Siswa dikelompokkan ke dalam tim kecil berdasarkan daerah asal atau minat. Setiap grup diberikan tugas untuk mempelajari satu jenis seni tradisional (contohnya, kelompok A menelusuri Topeng Malang, kelompok B meneliti Patung Ganesha dari Jawa Tengah, dan sebagainya). Mereka mencari informasi mengenai makna simbolik, cerita rakyat yang menginspirasinya, dan fungsi dari karya tersebut.
    • Pengamatan Cermat (Mindful Learning): Setelah mendapat informasi, siswa diajak untuk mengamati gambar karya seni tersebut dengan teliti. Guru mengarahkan mereka untuk memperhatikan detail: “Perhatikan bentuk matanya, apakah bulat atau lonjong? Bagaimana dengan teksturnya, apakah halus atau kasar? Bagian apa saja yang menyusun bentuk ini?” Kegiatan ini melatih kepekaan indra dan perhatian visual.
  3. Kegiatan Penutup (10 menit):
    • Siswa menyampaikan ringkasan temuan mereka. Guru menegaskan bahwa setiap bentuk dan tekstur dalam seni tradisional menyimpan cerita dan makna sendiri. Siswa diberikan tugas untuk memikirkan bentuk patung mini yang akan mereka buat, yang terinspirasi dari penelitian ini.

Pages: 1 2
You might also like
ATP Akidah Akhlak Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka

ATP Akidah Akhlak Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka

Promes Akidah Akhlak Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka

Promes Akidah Akhlak Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka

Prota SKI Kelas 7 MTs Fase D Kurikulum Merdeka

Prota SKI Kelas 7 MTs Fase D Kurikulum Merdeka

KKTP Fikih Kelas 7 MTs Fase D Kurikulum Merdeka

KKTP Fikih Kelas 7 MTs Fase D Kurikulum Merdeka

Promes SKI Kelas 7 MTs Fase D Kurikulum Merdeka

Promes SKI Kelas 7 MTs Fase D Kurikulum Merdeka

ATP Seni Musik Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka

ATP Seni Musik Kelas 7 Fase D Kurikulum Merdeka