Program Semester atau yang sering disingkat Promes, mempunyai peranan yang sangat penting untuk guru. Mari kita fokus pada Promes Akidah Akhlak kelas 1 di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Kita akan membahas untuk fase yang diterapkan adalah fase A.

Promes kurikulum merdeka membolehkan guru untuk membuat pembelajaran dengan lebih teratur. Tanpa adanya dokumen ini, aktivitas pembelajaran bisa menjadi tidak terarah. Oleh karena itu, mari kita ulas lebih mendalam.
Program semester merupakan rencana belajar untuk setengah tahun. Pembuatannya dilakukan oleh guru sebelum tahun ajaran dimulai. Ia mencakup pembagian waktu untuk tiap kompetensi yang ada. Dokumen tersebut juga menyertakan rencana pelaksanaan.
Secara khusus, Promes Akidah Akhlak kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah fase A kurikulum merdeka mempunyai ciri yang berbeda. Pelajaran ini mengajarkan konsep-konsep dasar tentang iman. Untuk kelas 1 fase A, diperlukan pendekatan yang spesifik. Anak usia 6-7 tahun cenderung lebih bermain. Oleh karena itu, dokumen tersebut harus dibuat supaya responsif dan menyenangkan.
Dalam sebuah Promes Akidah Akhlak kelas 1 fase A kurikulum merdeka, terdapat beberapa komponen penting. Pertama, terdapat identitas sekolah (Madrasah Ibtidaiyah) dan mata pelajaran/kelas (Akidah Akhlak kelas 1 MI). Kedua, ada capaian pembelajaran dan tujuan pembelajaran. Ketiga, alokasi waktu per minggu. Keempat, menentukan tema atau pokok materi. Kelima, mengatur jadwal pelaksanaan setiap kompetensi. Terakhir, mencantumkan informasi tambahan seperti penilaian. Semua komponen tersebut saling berkaitan. Guru tidak boleh mengesampingkan satu pun. Semua komponen harus dibuat dengan jelas.
Capaian Pembelajaran (CP) menjadi acuan utama dalam Promes kelas 1. CP fase A Akidah Akhlak kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah telah ditetapkan. CP tersebut mencakup tiga aspek utama. Aspek pertama adalah akidah atau keyakinan kepada Tuhan. Anak belajar mengenali Tuhan melalui ciptaan-Nya. Aspek kedua adalah akhlak yang baik. Anak diajarkan untuk jujur, sopan, dan bersyukur. Aspek ketiga adalah adab sehari-hari, seperti adab saat makan, tidur, dan berkunjung. Dari CP inilah, guru merumuskan tujuan pembelajaran. Tujuan tersebut kemudian diatur dalam dokumen tersebut.
Proses pembuatan Promes Akidah Akhlak kelas 1 MI fase A kurikulum merdeka cukup sederhana. Lakukan langkah-langkah berikut secara berurutan. Pertama, analisis CP fase A. Kedua, tentukan jumlah minggu yang efektif dalam satu semester. Jumlah tersebut dikurangi dengan waktu libur dan ujian. Ketiga, distribusikan tujuan pembelajaran ke dalam minggu-minggu. Keempat, alokasikan jam pelajaran. Satu sesi pelajaran biasanya berlangsung sekitar 35 menit. Untuk kelas 1, alokasikan 2-3 jam pelajaran per minggu. Kelima, buat tabel jadwal yang teratur. Terakhir, lakukan validasi dengan rekan sejawat. Validasi tersebut penting untuk memastikan bahwa dokumen ini bisa digunakan dengan baik.
Kurikulum merdeka memberikan lebih banyak kebebasan dalam pembuatan. Promes kelas 1 tidak lagi seketat seperti pada kurikulum yang lama. Guru bisa melakukan penyesuaian sesuai dengan kebutuhan murid. Selain itu, guru juga bisa menerapkan pendekatan berbasis proyek. Contohnya, proyek (kokurikuler) “Kebersihan Sebagian dari Iman”. Proyek tersebut bisa berlangsung selama dua minggu. Ia mencatat semua penyesuaian tersebut. Keunggulan lain adalah integrasi nilai-nilai dalam dimensi profil lulusan. Profil ini mencakup karakter keimanan, penalaran kritis, dan kemandirian. Semua karakter tersebut terintegrasi dalam dokumen ini.
Meski mempunyai banyak keunggulan, pelaksanaan Promes kelas 1 tidak selalu berjalan lancar. Pertama, waktu efektif seringkali tidak mencukupi. Terkadang muncul libur mendadak atau acara resmi. Kedua, tingkat kemampuan murid di kelas 1 bervariasi. Ada yang cepat memahami, namun ada juga yang lambat. Ketiga, media pembelajaran mungkin tidak cukup tersedia. Keempat, guru mungkin masih dalam proses adaptasi terhadap kurikulum merdeka. Meskipun demikian, semua tantangan tersebut bisa diatasi. Guru bisa melakukan revisi di tengah perjalanan semester. Revisi ini adalah hal yang wajar dan diterima. Yang terpenting adalah capaian minimal bisa dipenuhi.
Mari kita lihat contoh spesifik dari Promes Akidah Akhlak kelas 1 fase A kurikulum merdeka. Semester pertama untuk kelas 1 berlangsung selama 18 minggu. Dari jumlah itu, sekitar 16 minggu adalah minggu efektif. Terdapat empat minggu yang dikhususkan untuk asesmen sumatif tengah semester. Dua minggu disiapkan untuk asesmen sumatif akhir semester. Sepuluh minggu dialokasikan untuk pembelajaran rutin.
Materi awal adalah “Allah sebagai Pencipta”. Materi Akidah Akhlak kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah ini diajarkan selama tiga minggu. Selanjutnya adalah materi “Bersyukur atas Karunia Allah”. Dua minggu cukup untuk materi ini. Kemudian ada materi “Akhlak Jujur dan Amanah”. Tiga minggu dialokasikan untuk penguatan karakter. Selanjutnya adalah materi “Adab Makan dan Minum”. Dua minggu terakhir digunakan untuk review dan ujian. Rencana pembelajaran seharusnya adaptif terhadap kondisi yang ada.
Kepala Madrasah Ibtidaiyah bertanggung jawab untuk memvalidasi Promes kelas 1. Proses validasi berlangsung sebelum semester dimulai. Kepala madrasah memeriksa kelengkapan elemen yang ada. Ia juga menilai apakah materi selaras dengan CP. Jika terdapat kekurangan, kepala madrasah memberikan masukan. Selanjutnya, guru perlu memperbaiki dokumen tersebut. Proses validasi ini sangat krusial. Validasi memastikan kualitas pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah. Tanpa adanya validasi, dokumen tersebut berpotensi kurang serius.