(Deep Learning) Modul Ajar PJOK Kelas 5 Kurikulum Merdeka
4 menit membaca
Share this:
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) memiliki peranan penting dalam pertumbuhan siswa di Sekolah Dasar (SD/MI). Oleh karena itu, Modul ajar PJOK kelas 5 SD/MI fase C kurikulum merdeka menjadi sangat penting karena tidak hanya menekankan pada penguasaan teknik dasar, tetapi juga pada pengembangan kemampuan secara keseluruhan.
Untuk mencapai ini, pendekatan Deep Learning menjadi sangat penting. Tiga pilar utama yang sering diasosiasikan dengan Deep Learning dan berhubungan erat dengan PJOK (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) adalah Mindful Learning (Belajar dengan Kesadaran Penuh), Meaningful Learning (Belajar yang Bermakna), dan Joyful Learning (Belajar yang Menyenangkan).
Memahami Trilogi Deep Learning dalam PJOK Kelas 5
Sebelum menyusun modul ajar deep learning kurikulum merdeka, menjadi krusial untuk memahami makna dari masing-masing pilar dalam pelajaran PJOK kelas 5 SD/MI fase C.
1. Mindful Learning (Belajar dengan Kesadaran Penuh)
Mindful Learning dalam modul ajar deep learning PJOK kelas 5 kurikulum merdeka berkaitan dengan melatih siswa supaya sepenuhnya hadir dalam setiap kegiatan fisik. Ini mencakup:
Kesadaran Tubuh: Mengidentifikasi sensasi dalam tubuh, seperti detak jantung yang meningkat, napas yang cepat, atau kontraksi otot. Siswa diminta untuk mengenali sinyal tubuh mereka, kapan harus beristirahat, dan kapan bisa mendorong batas mereka.
Kesadaran Pikiran dan Emosi: Mengelola perasaan seperti kekecewaan saat kalah, kebahagiaan saat menang, rasa gugup sebelum pertandingan, atau frustrasi saat gagal melakukan suatu gerakan.
Fokus dan Konsentrasi: Memusatkan perhatian pada petunjuk dari guru, gerakan yang dilakukan, atau strategi dalam permainan, serta mengurangi gangguan dari lingkungan.
2. Meaningful Learning (Belajar yang Bermakna)
Pembelajaran dikategorikan bermakna ketika siswa bisa mengaitkan materi pelajaran dengan pengalaman nyata mereka. Dalam modul ajar deep learning PJOK kelas 5 SD/MI fase C, hal ini bisa diterapkan melalui:
Keterkaitan dengan Kehidupan Sehari-hari: Menyambungkan keterampilan olahraga dengan kegiatan harian, seperti pentingnya kelincahan untuk menghindari cedera atau kekuatan otot untuk mengangkat barang.
Pembelajaran Kontekstual dan Berbasis Proyek: Membahas isu-isu kesehatan yang relevan dengan lingkungan (misalnya: bahaya makanan tidak sehat, pentingnya konsumsi air) dalam proyek. Selain itu, mempelajari permainan tradisional untuk melestarikan budaya.
Analisis dan Pemecahan Masalah: Mendorong siswa untuk menganalisis alasan mengapa sebuah gerakan tidak berhasil dan mencari solusinya, atau merancang strategi permainan sederhana bersama tim.
3. Joyful Learning (Belajar yang Menyenangkan)
Kesenangan menjadi pendorong motivasi yang kuat. PJOK (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) secara alami menyenangkan, tetapi guru perlu merancang supaya kesenangan tersebut menuju capaian pembelajaran (CP).
Bermain Sambil Belajar: Memanfaatkan permainan sebagai sarana utama untuk mengajarkan teknik dan taktik.
Variasi Aktivitas: Menghindari kebosanan dengan menawarkan berbagai jenis permainan, alat, dan tantangan.
Lingkungan yang Positif dan Mendukung: Menciptakan lingkungan belajar di mana setiap upaya dihargai, kesalahan dianggap sebagai bagian dari proses belajar, dan tidak ada rasa takut untuk mencoba.
Merancang Modul Ajar Deep Learning PJOK Kelas 5
Berikut adalah kerangka serta contoh penerapan trilogi dalam modul ajar deep learning PJOK kelas 5 kurikulum merdeka.
A. Komponen Dasar Modul Ajar Deep Learning
Tujuan Pembelajaran: Siswa mampu mengendalikan dribble bola basket dengan baik; Siswa mampu melakukan operan chest pass dan bounce pass dengan tepat; Siswa bisa berkolaborasi dalam permainan sederhana 3 vs 3; Siswa menyadari pentingnya kebugaran jasmani dan kerja sama.
Pemahaman Bermakna: Kemampuan mengendalikan bola serta berkolaborasi dalam tim tidak hanya berguna dalam basket, tetapi juga dalam banyak permainan lainnya dan situasi sosial. Kebugaran jasmani adalah investasi yang sangat penting untuk kesehatan jangka panjang.
Pertanyaan Pemantik (Meaningful): “Apakah ada di antara kalian yang pernah merasa kesulitan saat mencoba memberikan operan yang tepat kepada teman? Apa yang akan terjadi jika operan tersebut tidak berhasil?” atau “Mengapa seorang pemain basket perlu mempunyai stamina yang baik?”
B. Alur Kegiatan Pembelajaran (dalam Sesi 90 Menit)
1. Fase Pembukaan (10 menit): Pemanasan yang Mindful dan Joyful
Aktivitas: “Pemanasan Cermin”. Siswa bekerja dalam pasangan, satu berperan sebagai pemimpin dan yang lainnya sebagai cermin. Pemimpin melakukan gerakan pemanasan dinamis (misalnya: mengayunkan lengan, melangkah ke samping), sementara pasangan menirukan dengan teliti. Setelah itu, posisi ditukar.
Integrasi Deep Learning:
Mindful: Siswa perlu sepenuhnya fokus pada gerakan pasangan mereka, meningkatkan konsentrasi dan kesadaran tubuh.
Joyful: Kegiatan ini menyenangkan dan terlihat seperti permainan yang menghadirkan suasana gembira sejak awal.