BerandaKelas 9Prota Akidah Akhlak Kelas 9 Fase D Kurikulum Merdeka
Prota Akidah Akhlak Kelas 9 Fase D Kurikulum Merdeka
4 menit membaca
Share this:
Program Tahunan (Prota) adalah perencanaan jangka panjang yang mengatur kegiatan pembelajaran selama satu tahun ajaran. Prota kurikulum merdeka berfungsi lebih dari sekedar daftar topik melainkan kerangka strategis yang memastikan pencapaian capaian pembelajaran (CP) dan karakter siswa. Tujuan Prota Akidah Akhlak kelas 9 fase D di tingkat Madarasah Tsanawiyah (MTs) adalah untuk menanamkan nilai tauhid dan akhlak yang baik sesuai dengan ajaran Islam. Selain itu, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang konsep iman, keterampilan dalam berperilaku moral, dan kemampuan untuk merefleksikan sikap spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Komponen Prota Akidah Akhlak Kelas 9 Fase D Kurikulum Merdeka
Berikut adalah komponen Prota Akidah Akhlak kelas 9 MTs fase D sesuai dengan kurikulum merdeka, yang disusun berdasarkan capaian pembelajaran (CP) fase D di Madrasah Tsanawiyah dan struktur kurikulum merdeka:
1. Alokasi Waktu
Jumlah JP per Tahun: (Berdasarkan struktur kurikulum, biasanya 2 JP/minggu x 36 minggu efektif = 72 JP)
Akidah: Memahami makna iman terhadap Qadha dan Qadar serta meyakini bahwa setiap ketentuan Allah SWT mengandung hikmah dan kebaikan. Mengetahui makna Asmaul Husna (al-`Aziz, al-Bashith, al-Ganiy, ar-Ra’uf, al-Barr, al-Fattah, al-`Adl, al-Hayyu, al-Qayyum, al-Lathif) dan makna iman kepada hari akhir beserta tandanya.
Akhlak: Memahami dan membiasakan diri dengan akhlak yang baik (taubat, taat, istiqamah, ikhlas, ikhtiar, tawakal, qana’ah, sabar, syukur, husnuzhan, tawadlu’, tasamuh, ta’awun, berilmu, kerja keras, kreatif, produktif, dan inovatif). Memahami serta menjauhi akhlak yang buruk seperti ria’, nifaq, hasad, dendam, ghibah, fitnah, dan namimah. Menerapkan akhlak mulia dalam interaksi remaja (dengan teman sebaya, orang tua, guru, dan lingkungan).
3. Materi Pokok Akidah Akhlak Kelas 9 per Semester
Pembagian materi berdasarkan CP Akidah Akhlak kelas 9 fase D dan buku teks/bahan ajar kurikulum merdeka yang digunakan
Mengintegrasikan karakter dan nilai budaya lokal dalam Prota Akidah Akhlak kelas 9 MTs fase D kurikulum merdeka tidak hanya memperluas pengalaman siswa, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap tanah air dan memperkuat identitas keislaman yang relevan. Pendekatan ini membantu siswa untuk menyadari bahwa ajaran Islam tidak bertentangan dengan kearifan lokal, sehingga nilai-nilai akhlak dapat lebih mudah diterima dan diinternalisasi.
Penanaman Karakter Islam Rahmatan lil ’Alamin
Konsep Islam sebagai rahmatan lil ’alamin (rahmat bagi seluruh alam) menekankan aspek kasih sayang, keadilan, dan toleransi. Di tingkat kelas 9 MTs (Madrasah Tsanawiyah) fase D, guru bisa:
Diskusi Nilai Universal: Mengajak para siswa untuk membandingkan nilai-nilai akhlak dalam Islam seperti saling membantu dan menghormati orang lain dengan tradisi setempat, contohnya adalah praktik gotong royong yang ada di berbagai daerah.
Kegiatan Simulasi: Siswa berperan dalam situasi yang melibatkan konflik budaya, kemudian menerapkan sikap toleransi dan keadilan berdasarkan prinsip rahmatan lil ’alamin.
Refleksi Lintas Budaya: Membuat catatan atau presentasi yang menunjukkan kesamaan nilai akhlak antara ajaran Islam dan budaya setempat mereka (misalnya Salawat Badar dalam budaya Betawi atau tradisi Seren Taun di Sunda).
Relevansi Nilai Lokal dengan Akhlak
Menghubungkan nilai-nilai budaya setempat dengan akhlak Islami membantu siswa memahami bahwa akhlak bukan hanya aturan agama, tetapi juga bagian penting dari kehidupan sosial. Misalnya:
Gotong Royong (Kebersamaan): Diperkenalkan sebagai bentuk amar ma’ruf dan nahi mungkar, di mana siswa terlibat dalam menyelenggarakan kerja bakti di sekolah atau wilayah sekitar.
Sopan Santun dalam Berbicara (Tata Krama Lokal): Diintegrasikan dengan adab berbicara sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW, seperti bersangka baik, tidak berbicara dengan kata-kata kasar, dan menghargai perasaan orang lain.
Upacara Adat atau Tradisi Lokal: Contohnya, upacara Seren Taun yang mengajarkan rasa syukur dan berbagi rezeki dikaitkan dengan rasa syukur (syukr) kepada Allah dan sedekah.