(Deep Learning) Modul Ajar PAI dan Budi Pekerti Kelas 10

Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti mempunyai peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter dan moral siswa. Namun, tantangan zaman sekarang seperti kemajuan teknologi, penurunan moral, dan pengaruh budaya dari luar memerlukan metode pengajaran nilai-nilai Islam yang lebih mendalam dan bermakna.

(Deep Learning) Modul Ajar PAI dan Budi Pekerti Kelas 10

Dengan pendekatan Deep Learning, yang terdiri dari Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning, modul ajar deep learning PAI dan Budi Pekerti kelas 10 fase E dalam kurikulum merdeka menjadi krusial untuk membantu siswa memahami, menghayati, dan menerapkan ajaran Islam dengan penuh kesadaran.

Keterkaitan Deep Learning dengan Nilai-nilai PAI dan Budi Pekerti

Pendekatan Deep Learning sangat berhubungan dengan tujuan dasar Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti, yaitu mencetak siswa yang beriman, menjalankan takwa, mempunyai akhlak yang baik, dan kesadaran moral yang tinggi. Dalam Pendidikan Agama Islam, kegiatan belajar melibatkan aspek intelektual, spiritual, dan emosional.

  1. Sejalan dengan Konsep Tafakkur dan Tadabbur: Islam mengajak umatnya untuk berfikir secara mendalam (tafakkur) dan merenungkan wahyu Allah (tadabbur). Prinsip tersebut sejalan dengan Deep Learning yang menekankan pada refleksi mendalam mengenai arti dari pembelajaran.
  2. Memperkuat Internalization of Values (Penghayatan Nilai): Melalui Deep Learning, siswa tidak hanya menyadari bahwa kejujuran itu penting, tetapi juga merasakan nilai kejujuran sebagai bagian dari iman. Proses ini membangun kesadaran batin dan tanggung jawab moral.
  3. Mendorong Tindakan Nyata (Action-Oriented Learning): Deep Learning dalam PAI dan Budi Pekerti kelas 10 fase E mendorong siswa untuk menerapkan nilai-nilai agama ke dalam tindakan yang nyata, seperti kegiatan sosial, pengabdian lingkungan, atau proyek kemanusiaan.
  4. Membangun Karakter Spiritual yang Autentik: Siswa yang belajar dengan pendekatan ini tidak hanya berbuat baik karena perintah, tetapi melakukannya karena kesadaran spiritual. Itulah yang membedakan iman yang tulus dari sekadar pengetahuan agama.

Integrasi Tiga Pendekatan Pembelajaran

Tiga pendekatan yaitu Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning menjadi dasar yang penting dalam mengembangkan modul ajar deep learning PAI dan Budi Pekerti kelas 10 kurikulum merdeka.

Mindful Learning: Kesadaran Penuh dalam Pembelajaran Agama

Mindful Learning adalah suatu pendekatan yang menekankan pada kesadaran diri dalam kegiatan belajar. Siswa didorong untuk sepenuhnya hadir baik dalam pikiran, perasaan, maupun ruh mereka saat menyerap, memahami, dan merenungkan materi yang dipelajari. Dalam modul ajar deep learning PAI dan Budi Pekerti kelas 10 SMA fase E, pendekatan tersebut bisa diterapkan dalam cara-cara berikut:

  1. Mendorong siswa untuk bermuhasabah sebelum belajar, misalnya berdoa bersama, melakukan meditasi sebentar, atau menenangkan diri sebelum memulai pelajaran.
  2. Membangun kesadaran spiritual, seperti merenungkan arti ayat Al-Qur’an yang sedang dibahas. Sebagai contoh, saat mempelajari QS. Al-Isra: 23 tentang berbakti kepada orang tua, guru bisa mendorong siswa untuk memikirkan bagaimana hubungan mereka dengan orang tua selama ini.
  3. Mengembangkan rasa empati dan introspeksi, dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan perasaan dan pengalaman pribadi tanpa takut dihakimi.

Mindful Learning membantu siswa mengaitkan hati dan pikiran dalam setiap kegiatan pembelajaran. Dengan Mindful Learning, nilai-nilai agama tidak hanya dipelajari tetapi juga dihayati dan diterapkan.

Meaningful Learning: Pembelajaran Bermakna dan Kontekstual

Meaningful Learning merupakan sebuah proses di mana siswa menghubungkan informasi baru dengan pengalaman atau pengetahuan yang sudah dimiliki. Dalam modul ajar deep learning PAI dan Budi Pekerti kelas 10 SMA fase E, hal ini berarti mengaitkan ajaran Islam dengan kenyataan hidup yang dihadapi siswa sehari-hari.

Misalnya, saat guru menjelaskan mengenai kejujuran (ṣidq), siswa tidak hanya mempelajari artinya, tetapi juga mempertimbangkan cara-cara penerapan kejujuran di lingkungan sekolah, rumah, dan dunia maya. Guru bisa mengajukan pertanyaan seperti:

  • Apa yang kamu rasakan ketika seseorang tidak bersikap jujur padamu?
  • Apakah kamu pernah merasa cemas untuk mengungkapkan kebenaran, dan bagaimana cara kamu mengatasinya?

Pendekatan tersebut membuat kegiatan belajar menjadi lebih sesuai, praktis, dan mudah diingat oleh siswa. Dengan mengerti hubungan antara nilai-nilai agama dan kehidupan sehari-hari, siswa akan lebih ringan dalam menginternalisasi nilai-nilai tersebut sebagai bagian dari karakter mereka.

Langkah-langkah Meaningful Learning dalam Pendidikan Agama Islam (PAI):

  1. Menyajikan situasi nyata pada setiap topik yang diajarkan.
  2. Menyediakan ruang untuk berdialog agar konsep agama terhubung dengan pengalaman pribadi siswa.
  3. Mengajak siswa melakukan proyek sosial atau kegiatan konkret yang mencerminkan nilai-nilai Islam, seperti program kebersihan masjid, penggalangan dana, atau kampanye kejujuran di sekolah.

Meaningful Learning menjadikan Pendidikan Agama Islam (PAI) bukan sekadar pelajaran yang “dipelajari,” tetapi juga “dihidupi.”

Joyful Learning: Pembelajaran Menyenangkan dan Bermakna

Joyful Learning merupakan pendekatan yang menjadikan kebahagiaan dan kenyamanan emosional sebagai dasar utama dalam kegiatan belajar. Siswa belajar dengan penuh semangat, antusias, dan rasa ingin tahu karena prosesnya menyenangkan serta tanpa tekanan.

Dalam modul ajar deep learning PAI dan Budi Pekerti kelas 10 kurikulum merdeka, Joyful Learning bisa diterapkan melalui:

  • Kegiatan interaktif dan kreatif, seperti permainan pendidikan, lomba cerdas cermat islami, atau drama singkat dengan tema nilai-nilai akhlak.
  • Pendekatan berbasis seni dan budaya, seperti menulis puisi religius, lagu islami, atau membuat desain poster digital dengan tema moral.
  • Pembelajaran berbasis proyek yang memberikan ruang bagi siswa untuk berkreasi sesuai dengan minat mereka.

Melalui Joyful Learning, guru membangun suasana belajar yang positif, komunikatif, dan memotivasi. Siswa tidak merasa terbebani oleh nilai atau ujian, tetapi menemukan kebahagiaan dalam proses memahami dan menerapkan ajaran Islam.

Sinergi Antara Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning

Ketiga pendekatan ini saling melengkapi satu sama lain. Mindful Learning meningkatkan kesadaran batin; Meaningful Learning membangun pemahaman yang logis dan kontekstual; sedangkan Joyful Learning menciptakan pengalaman emosional yang menggembirakan.

Saat ketiga pendekatan tersebut digabungkan, kegiatan belajar menjadi utuh dan seimbang: siswa tidak hanya memahami secara intelektual, tetapi juga merasakan dan menerapkan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam kehidupan sehari-hari. Contoh penggabungan ketiga pendekatan dalam satu kegiatan pembelajaran:

  1. Mindful: Guru memulai pelajaran dengan merenungkan rasa syukur kepada Allah atas segala nikmat yang diberikan.
  2. Meaningful: Siswa berdiskusi tentang cara mengungkapkan rasa syukur dalam perilaku sosial.
  3. Joyful: Siswa membuat vlog atau karya seni yang menggambarkan rasa syukur mereka kepada Allah dan sesama.

Gabungan ini menciptakan pengalaman belajar yang tidak hanya meninggalkan kesan di pikiran, tetapi juga jejak spiritual di hati siswa.

Integrasi dalam Modul Ajar Deep Learning PAI dan Budi Pekerti Kelas 10

Dalam modul ajar deep learning kurikulum merdeka, penggabungan ketiga pendekatan ini bisa dijelaskan sebagai berikut:

  • Bagian Pendahuluan: Memuat kegiatan Mindful seperti refleksi, doa, atau diskusi tentang kesadaran nilai.
  • Bagian Kegiatan Inti: Menekankan Meaningful melalui eksplorasi konsep, diskusi konteks sosial, dan studi kasus dari kehidupan nyata.
  • Bagian Penutup: Menghadirkan Joyful melalui kegiatan ekspresif seperti permainan, karya kreatif, atau proyek kolaboratif.

Contoh pada materi “Akhlak terhadap Sesama Manusia”, guru bisa:

  1. Mendorong siswa merenungkan perilaku mereka terhadap teman (Mindful).
  2. Mengkaji cerita Nabi Muhammad SAW mengenai sikap saling menghargai (Meaningful).
  3. Menyusun drama singkat yang menggambarkan sikap saling menghormati (Joyful).

Dengan cara tersebut, kegiatan pembelajaran terjalin secara berkesinambungan antara kesadaran, pengetahuan, dan kebahagiaan.

Silahkan download modul ajar deep learning PAI dan Budi Pekerti kelas 10 kurikulum merdeka disini

Penutup

Modul ajar deep learning PAI dan Budi Pekerti kelas 10 SMA fase E dalam kurikulum merdeka yang menggabungkan Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning merupakan terobosan penting untuk menciptakan generasi yang pintar, berkarakter, dan berbudi luhur. Penggabungan ketiga pendekatan tersebut menjadikan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya sebagai penyampaian pengetahuan, tetapi juga sebagai perubahan nilai dan kesadaran diri.

You might also like
(Deep Learning) Modul Ajar PJOK Kelas 10 Kurikulum Merdeka

(Deep Learning) Modul Ajar PJOK Kelas 10 Kurikulum Merdeka

(Deep Learning) Modul Ajar Sejarah Kelas 10 SMA/MA

(Deep Learning) Modul Ajar Sejarah Kelas 10 SMA/MA

(Deep Learning) Modul Ajar Kimia Kelas 10 Kurikulum Merdeka

(Deep Learning) Modul Ajar Kimia Kelas 10 Kurikulum Merdeka

(Deep Learning) Modul Ajar Geografi Kelas 10 SMA/MA

(Deep Learning) Modul Ajar Geografi Kelas 10 SMA/MA

(Deep Learning) Modul Ajar Fisika Kelas 10 Kurikulum Merdeka

(Deep Learning) Modul Ajar Fisika Kelas 10 Kurikulum Merdeka

(Deep Learning) Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 10

(Deep Learning) Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 10