Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Al-Qur’an Hadis kelas 10 fase E harus memuat komponen yang berkaitan untuk mendukung Capaian Pembelajaran (CP). Guru harus menunjukkan kemampuan murid dan menghubungkan tujuan pembelajaran dengan materi, kegiatan, asesmen, dan alokasi waktu. ATP kurikulum merdeka juga mudah disesuaikan dengan ciri khas di Madrasah Aliyah (MA) dan kebutuhan murid.

Capaian Pembelajaran (CP) menjadi titik awal dalam membuat ATP Al-Qur’an Hadis kelas 10 fase E kurikulum merdeka. CP menggambarkan kompetensi yang perlu murid capai pada akhir fase. Oleh sebab itu, guru perlu memahami CP secara utuh sebelum merumuskan tujuan pembelajaran. Guru kemudian bisa memetakan kompetensi utama yang terdapat dalam CP. Setelah itu, guru mengidentifikasi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang perlu berkembang. Proses tersebut membantu guru menghindari pembuatan tujuan yang tidak berkaitan dengan CP. Selain itu, guru bisa menjaga supaya seluruh kegiatan pembelajaran di Madrasah Aliyah mempunyai arah yang jelas. Guru juga mudah menentukan materi esensial berdasarkan kompetensi yang harus dicapai. Dengan demikian, CP berfungsi sebagai fondasi untuk seluruh struktur ATP kelas 10.
Tujuan Pembelajaran (TP) menjadi komponen utama dalam ATP kurikulum merdeka. TP menjelaskan kemampuan yang perlu murid kuasai setelah mengikuti pembelajaran. Karena itu, guru perlu menggunakan kata kerja operasional yang mudah diamati dan diukur. Kata kerja seperti menjelaskan, mengidentifikasi, menganalisis, membandingkan, menyimpulkan, dan menyajikan bisa membantu guru merumuskan tujuan secara lebih jelas. Sebaliknya, kata seperti “memahami” perlu guru gunakan secara hati-hati. Kata tersebut sering sulit menunjukkan bukti ketercapaian secara langsung. Guru mudah mengubah tujuan pembelajaran yang terlalu umum menjadi tujuan yang lebih spesifik. Misalnya, guru bisa menggunakan tujuan “murid menganalisis sejarah kodifikasi Al-Qur’an”. Tujuan tersebut menunjukkan kemampuan yang mudah guru ukur melalui tugas atau asesmen. Dengan demikian, TP menjadi penghubung antara CP dan kegiatan pembelajaran.
Komponen berikutnya ialah materi pembelajaran. Materi Al-Qur’an Hadis kelas 10 Madrasah Aliyah harus mendukung pencapaian tujuan pembelajaran yang telah guru tetapkan. Guru tidak perlu memasukkan seluruh informasi tentang Al-Qur’an dan Hadis. Sebaliknya, guru perlu memilih materi yang paling sesuai dengan kompetensi murid. Misalnya, materi bisa memuat pengertian Al-Qur’an, sejarah turunnya wahyu, kodifikasi Al-Qur’an, keautentikan Al-Qur’an, dan kemukjizatannya. Guru mudah mengembangkan setiap materi menjadi beberapa tujuan pembelajaran. Kemudian, guru bisa mengurutkan materi berdasarkan tingkat kompleksitasnya. Materi dasar bisa muncul lebih awal dalam ATP Al-Qur’an Hadis kelas 10 fase E kurikulum merdeka. Setelah itu, guru mudah memberikan materi yang membutuhkan kemampuan analisis lebih tinggi. Pola tersebut membuat murid memperoleh pengetahuan secara bertahap. Akhirnya, materi tidak hanya menjadi daftar topik, tetapi menjadi sarana mencapai kompetensi.
Urutan tujuan pembelajaran menjadi ciri penting dalam Alur Tujuan Pembelajaran. Guru Al-Qur’an Hadis kelas 10 Madrasah Aliyah perlu membuat tujuan pembelajaran berdasarkan hubungan yang logis. Murid sebaiknya memperoleh kemampuan dasar sebelum mempelajari kemampuan yang lebih kompleks. Misalnya, guru bisa memulai pembelajaran dengan pengertian Al-Qur’an. Selanjutnya, murid mempelajari sejarah turunnya Al-Qur’an. Setelah itu, murid mudah menganalisis proses kodifikasi dan bukti keautentikannya. Kemudian, murid bisa menghubungkan pemahaman tersebut dengan fungsi Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Urutan tersebut membuat kegiatan pembelajaran yang bertahap. Murid tidak langsung menghadapi tugas analisis tanpa memperoleh pengetahuan pendukung. Dengan demikian, ATP kelas 10 mudah berfungsi seperti peta perjalanan yang menunjukkan arah pembelajaran.