Pembelajaran Informatika kelas 10 fase E di tingkat SMA/MA tidak hanya tertuju pada penguasaan alat dan bahasa kode, tetapi juga pada pengembangan cara berpikir logis, kreatif, dan reflektif.

Dengan penerapan Deep Learning yang menyatukan prinsip Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning, mengajak siswa untuk berpikir dengan cara yang reflektif, mengajukan pertanyaan yang penting, serta menemukan solusi dengan cara yang inovatif.
Pendekatan Deep Learning mempunyai beberapa ciri khas yang bisa dikenali dalam pembelajaran Informatika kelas 10 SMA/MA fase E, yaitu:
Siswa tidak sekadar diajarkan cara menulis kode, tetapi juga diberikan pemahaman mengenai alasan di balik kerja kode tersebut. Contohnya, saat belajar tentang struktur data, siswa mendapatkan pemahaman menyeluruh tentang konsep array, list, atau tree, serta cara dan waktu penggunaan yang paling tepat.
Konsep dalam Informatika seperti algoritma, logika, jaringan, dan keamanan data tidak dipelajari secara terpisah. Para guru membimbing siswa untuk menyadari hubungan antara berbagai topik, contohnya, bagaimana efisiensi algoritma bisa mempengaruhi kecepatan jaringan.
Siswa dihadapkan pada tantangan nyata yang membutuhkan penggunaan konsep Informatika untuk menyelesaikannya. Contohnya, merancang sistem informasi untuk kehadiran digital di sekolah atau membuat aplikasi yang mendukung pelestarian lingkungan.
Siswa diajarkan untuk merefleksikan kegiatan belajar mereka. Mereka melihat kesalahan dalam kode bukan sebagai kegagalan, melainkan sebagai kesempatan untuk memahami logika yang lebih mendalam.
Implementasi modul ajar deep learning Informatika kelas 10 kurikulum merdeka bisa dilakukan melalui serangkaian strategi dan langkah belajar berikut:
Siswa diharuskan untuk mengerjakan proyek konkret yang memerlukan penerapan beberapa konsep Informatika. Misalnya, proyek “Sistem Manajemen Sekolah Cerdas” yang menggabungkan pemrograman, basis data, dan desain antarmuka.
Siswa diajak untuk berdiskusi mengenai berbagai cara dalam memecahkan masalah pemrograman. Melalui diskusi ini, mereka belajar menghargai variasi dalam logika yang digunakan dan mencari solusi yang lebih efektif.
Evaluasi tidak hanya menilai hasil akhir proyek, tetapi juga proses berpikir dan kerjasama yang dilakukan siswa selama proyek berlangsung.
Platform seperti Google Colab, Code. org, atau Scratch membantu siswa bereksperimen dengan ide pemrograman secara visual dan interaktif. Teknologi ini mendukung pemahaman yang lebih dalam sambil meningkatkan kreativitas.
Siswa mengumpulkan data suhu dan kelembapan dari lingkungan sekolah menggunakan sensor IoT sederhana, kemudian mengolahnya dengan bahasa pemrograman Python. Mereka tidak hanya belajar menulis kode, tetapi juga memahami logika yang mendasari struktur data, algoritma sorting, serta interpretasi hasil dalam konteks perubahan iklim.
Siswa membuat aplikasi berbasis web yang mencatat dan memantau pengelolaan sampah di sekolah. Dalam proses ini, mereka belajar mengenai database, algoritma, dan konsep UI/UX, serta menyadari pentingnya menjaga lingkungan secara sosial.
Guru memfasilitasi simulasi keamanan siber di mana siswa berperan sebagai pengembang sistem dan ethical hacker. Kegiatan tersebut membantu mereka memahami risiko keamanan, teknik enkripsi, dan tanggung jawab etis dalam dunia digital.
Mindful Learning menekankan pentingnya kesadaran dalam kegiatan belajar. Dalam modul ajar deep learning Informatika kelas 10 SMA/MA fase E, siswa didorong untuk benar-benar hadir baik secara mental maupun emosional, dengan perhatian penuh pada setiap langkah yang mereka ambil dan melakukan refleksi.
Guru bisa memulai pelajaran dengan sesi “waktu sadar”, seperti latihan pernapasan atau refleksi singkat sebelum sesi pengkodean. Tujuannya adalah untuk menenangkan pikiran supaya siswa bisa berfokus dan menjadi lebih produktif.
Sebagai contoh, saat siswa menulis kode, mereka dianjurkan untuk berhenti sejenak dan meninjau kembali logika program, alih-alih hanya mengejar hasil akhir. Ini akan meningkatkan ketelitian dan kesadaran mereka terhadap detail.
Meaningful Learning mengacu pada hubungan antara konsep baru dengan pengetahuan yang sudah ada pada siswa. Dengan cara tersebut, modul ajar deep learning Informatika kelas 10 kurikulum merdeka menjadi lebih relevan dan lebih mudah diingat karena terkait dengan pengalaman yang nyata.
Contohnya, saat membahas jaringan komputer, guru menghubungkannya dengan koneksi internet yang ada di rumah atau sekolah. Dengan cara ini, siswa bisa memahami konsep alamat IP atau bandwidth sebagai bagian dari fungsi nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Guru bisa memberikan proyek seperti mengembangkan sistem pengelolaan data kelas atau aplikasi sederhana untuk membantu usaha kecil. Hal ini akan mendorong rasa tanggung jawab dan kreativitas pada siswa.
Joyful Learning menciptakan lingkungan belajar yang positif dan penuh semangat. Ketika siswa merasa bahagia, kadar dopamin dalam tubuh meningkat, sehingga mempermudah otak mereka untuk menyerap informasi baru.
Guru bisa menggunakan metode seperti tantangan pengkodean, hackathon kecil, atau pemrograman berpasangan supaya siswa belajar sambil bersenang-senang. Interaksi sosial juga membantu mereka belajar untuk bekerja dalam tim.
Dengan penerapan gamifikasi, siswa mendapatkan penghargaan virtual setiap kali mereka menyelesaikan tantangan dalam kode. Ini meningkatkan motivasi intrinsik sekaligus membuat kegiatan belajar Informatika kelas 10 terasa seperti sebuah petualangan.
Untuk memberikan contoh nyata, berikut adalah implementasi kegiatan pembelajaran dalam modul ajar deep learning Informatika kelas 10 SMA/MA fase E dengan pendekatan integratif:
Guru memulai kelas dengan kegiatan ice breaking bertema teknologi dan latihan pernapasan singkat untuk meningkatkan konsentrasi. Setelah itu, guru mengajukan pertanyaan seperti:
“Bagaimana teknologi memengaruhi kehidupan sehari-hari kita, dan apa saja risikonya jika kita tidak memahami cara kerjanya?”
Kegiatan tersebut merangsang kesadaran siswa dan menghubungkan pembelajaran dengan pengalaman nyata.
Siswa dibagi menjadi kelompok kecil dan diberikan tantangan untuk membuat algoritma guna menyelesaikan masalah sederhana, seperti “mengatur antrean di kantin sekolah secara digital.” Dalam kegiatan ini, siswa:
Guru berfungsi sebagai fasilitator yang memberikan umpan balik serta memotivasi siswa supaya tetap aktif terlibat.
Siswa diminta untuk menulis jurnal refleksi yang mencakup pengalaman belajar, kesulitan yang mereka hadapi, serta solusi yang mereka temukan. Selanjutnya, guru memberi umpan balik formatif dengan pendekatan yang positif untuk meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi belajar siswa.
Silahkan download modul ajar deep learning Informatika kelas 10 kurikulum merdeka disini
Modul ajar deep learning Informatika kelas 10 SMA/MA fase E kurikulum merdeka yang menggabungkan Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning adalah sebuah inovasi dalam pendidikan yang menjadikan siswa sebagai fokus utama dalam kegiatan belajar. Dengan pengajaran yang reflektif, dukungan sumber daya yang memadai, serta perancangan pembelajaran yang relevan, Informatika bisa berfungsi sebagai alat perubahan ke arah pendidikan yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.