Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti mempunyai peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter dan moral siswa. Namun, tantangan zaman sekarang seperti kemajuan teknologi, penurunan moral, dan pengaruh budaya dari luar memerlukan metode pengajaran nilai-nilai Islam yang lebih mendalam dan bermakna.

Dengan pendekatan Deep Learning, yang terdiri dari Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning, modul ajar deep learning PAI dan Budi Pekerti kelas 10 fase E dalam kurikulum merdeka menjadi krusial untuk membantu siswa memahami, menghayati, dan menerapkan ajaran Islam dengan penuh kesadaran.
Pendekatan Deep Learning sangat berhubungan dengan tujuan dasar Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti, yaitu mencetak siswa yang beriman, menjalankan takwa, mempunyai akhlak yang baik, dan kesadaran moral yang tinggi. Dalam Pendidikan Agama Islam, kegiatan belajar melibatkan aspek intelektual, spiritual, dan emosional.
Tiga pendekatan yaitu Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning menjadi dasar yang penting dalam mengembangkan modul ajar deep learning PAI dan Budi Pekerti kelas 10 kurikulum merdeka.
Mindful Learning adalah suatu pendekatan yang menekankan pada kesadaran diri dalam kegiatan belajar. Siswa didorong untuk sepenuhnya hadir baik dalam pikiran, perasaan, maupun ruh mereka saat menyerap, memahami, dan merenungkan materi yang dipelajari. Dalam modul ajar deep learning PAI dan Budi Pekerti kelas 10 SMA fase E, pendekatan tersebut bisa diterapkan dalam cara-cara berikut:
Mindful Learning membantu siswa mengaitkan hati dan pikiran dalam setiap kegiatan pembelajaran. Dengan Mindful Learning, nilai-nilai agama tidak hanya dipelajari tetapi juga dihayati dan diterapkan.
Meaningful Learning merupakan sebuah proses di mana siswa menghubungkan informasi baru dengan pengalaman atau pengetahuan yang sudah dimiliki. Dalam modul ajar deep learning PAI dan Budi Pekerti kelas 10 SMA fase E, hal ini berarti mengaitkan ajaran Islam dengan kenyataan hidup yang dihadapi siswa sehari-hari.
Misalnya, saat guru menjelaskan mengenai kejujuran (ṣidq), siswa tidak hanya mempelajari artinya, tetapi juga mempertimbangkan cara-cara penerapan kejujuran di lingkungan sekolah, rumah, dan dunia maya. Guru bisa mengajukan pertanyaan seperti:
Pendekatan tersebut membuat kegiatan belajar menjadi lebih sesuai, praktis, dan mudah diingat oleh siswa. Dengan mengerti hubungan antara nilai-nilai agama dan kehidupan sehari-hari, siswa akan lebih ringan dalam menginternalisasi nilai-nilai tersebut sebagai bagian dari karakter mereka.
Meaningful Learning menjadikan Pendidikan Agama Islam (PAI) bukan sekadar pelajaran yang “dipelajari,” tetapi juga “dihidupi.”
Joyful Learning merupakan pendekatan yang menjadikan kebahagiaan dan kenyamanan emosional sebagai dasar utama dalam kegiatan belajar. Siswa belajar dengan penuh semangat, antusias, dan rasa ingin tahu karena prosesnya menyenangkan serta tanpa tekanan.
Dalam modul ajar deep learning PAI dan Budi Pekerti kelas 10 kurikulum merdeka, Joyful Learning bisa diterapkan melalui:
Melalui Joyful Learning, guru membangun suasana belajar yang positif, komunikatif, dan memotivasi. Siswa tidak merasa terbebani oleh nilai atau ujian, tetapi menemukan kebahagiaan dalam proses memahami dan menerapkan ajaran Islam.
Ketiga pendekatan ini saling melengkapi satu sama lain. Mindful Learning meningkatkan kesadaran batin; Meaningful Learning membangun pemahaman yang logis dan kontekstual; sedangkan Joyful Learning menciptakan pengalaman emosional yang menggembirakan.
Saat ketiga pendekatan tersebut digabungkan, kegiatan belajar menjadi utuh dan seimbang: siswa tidak hanya memahami secara intelektual, tetapi juga merasakan dan menerapkan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam kehidupan sehari-hari. Contoh penggabungan ketiga pendekatan dalam satu kegiatan pembelajaran:
Gabungan ini menciptakan pengalaman belajar yang tidak hanya meninggalkan kesan di pikiran, tetapi juga jejak spiritual di hati siswa.
Dalam modul ajar deep learning kurikulum merdeka, penggabungan ketiga pendekatan ini bisa dijelaskan sebagai berikut:
Contoh pada materi “Akhlak terhadap Sesama Manusia”, guru bisa:
Dengan cara tersebut, kegiatan pembelajaran terjalin secara berkesinambungan antara kesadaran, pengetahuan, dan kebahagiaan.
Silahkan download modul ajar deep learning PAI dan Budi Pekerti kelas 10 kurikulum merdeka disini
Modul ajar deep learning PAI dan Budi Pekerti kelas 10 SMA fase E dalam kurikulum merdeka yang menggabungkan Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning merupakan terobosan penting untuk menciptakan generasi yang pintar, berkarakter, dan berbudi luhur. Penggabungan ketiga pendekatan tersebut menjadikan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya sebagai penyampaian pengetahuan, tetapi juga sebagai perubahan nilai dan kesadaran diri.